Kediri, 23 Juli 2025, iniberita.my.id — Pemerintah Kota Kediri menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) dimulai pada tahun 2026. Lokasi yang telah disiapkan berada di Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, dengan luas lahan mencapai 5,1 hektare.
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Paulus Luhur Budi Prasetya, menyampaikan bahwa lahan tersebut saat ini masih berupa sawah. Meskipun belum memenuhi standar luas minimum sesuai ketentuan Kementerian Sosial (Kemensos) — yakni 6,38 hingga 7,62 hektare — pihaknya tetap optimistis bahwa luasan yang tersedia sudah mencukupi, mengingat keterbatasan wilayah Kota Kediri yang hanya sekitar 63 km persegi.
“Kalau melihat luas wilayah kota, 5,1 hektare sudah tergolong luas. Ini sudah cukup representatif untuk pembangunan Sekolah Rakyat,” ujar Paulus.
Lahan tersebut juga telah ditinjau langsung oleh tim dari Kemensos dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dalam survei terakhir, tim Kementerian PUPR menyatakan lokasi tersebut layak digunakan, berdasarkan penilaian terhadap kontur tanah, sumber air, dan faktor pendukung lainnya.
Namun demikian, satu hal yang menjadi catatan adalah belum tersedianya area khusus untuk lapangan olahraga di dalam kompleks lahan tersebut.
“Rencananya ada lahan tambahan di seberang jalan desa, tepat di depan lokasi utama. Tapi PUPR meminta agar lapangan olahraga tidak terpisah jalan,” jelas Paulus.
Terkait hasil survei Kemensos, mereka menyatakan lahan yang tersedia tetap dapat digunakan untuk pembangunan SR, meskipun belum dilengkapi fasilitas olahraga mandiri.
“Secara umum, tidak ada kendala berarti. Tahun depan kami targetkan mulai dibangun,” tambah Paulus.
Sambil menunggu proses pembangunan, Pemkot Kediri juga mulai memperlihatkan komitmennya dengan mengirimkan siswa untuk menempuh pendidikan Sekolah Rakyat di luar daerah. Tahun ini, sebanyak 25 siswa dari jenjang SMP dikirim ke Kota Batu untuk mengikuti pendidikan di gedung milik UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Petirahan Anak (UPT PPSPA) milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.
“Pengiriman satu rombongan belajar ini menjadi bukti bahwa kami benar-benar serius menyiapkan SR di Kediri,” tegas Paulus.
Dinas Sosial Kota Kediri telah membuka pendaftaran calon siswa sejak 14 Juli lalu. Calon peserta berasal dari anak-anak dalam kategori desil 1 dan 2 berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Mulai 21 Juli kemarin, sudah ada beberapa siswa yang terjaring dan akan segera diseleksi dalam rapat pleno bersama Dinsos Provinsi.
Setelah seleksi rampung, mereka akan bergabung dengan peserta lainnya untuk belajar di SR Kota Batu sebagai bagian dari persiapan pembukaan Sekolah Rakyat Kota Kediri tahun depan.(red.al)

0 Comments:
Post a Comment