, , , ,

RS Bhayangkara Jombang Dipadati Warga, Polda Jatim Hadirkan Beragam Layanan Kesehatan Gratis

    Warga memadati RS Bhayangkara Jombang-- Photo by memorandum.co.id


JOMBANG – Suasana berbeda tampak di Rumah Sakit Bhayangkara Jombang pada Selasa (23/6/2026). Sejak pagi hari, kawasan rumah sakit dipadati ratusan warga yang datang untuk memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang diselenggarakan Kepolisian Daerah Jawa Timur dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.

Masyarakat dari berbagai kalangan dan usia terlihat antusias mengikuti kegiatan bakti kesehatan tersebut. Para lansia tampak sabar mengantre untuk mendapatkan pemeriksaan dan operasi katarak, sementara puluhan anak bersama orang tua mereka mengikuti program khitanan massal. Di sisi lain, banyak warga memanfaatkan kesempatan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan umum serta berkonsultasi dengan tenaga medis secara gratis.

Kegiatan sosial yang berlangsung di RS Bhayangkara Jombang itu dihadiri langsung oleh Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Pasma Royce. Dalam pelaksanaannya, Polda Jatim menargetkan dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada sekitar 2.500 warga melalui berbagai program dan layanan medis yang disediakan.

Kabiddokkes Polda Jawa Timur, Kombes Pol Dr. dr. Wahono Edhi P., Sp.PD., MARS., FINASIM, menjelaskan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting dan masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat dalam memperoleh akses layanan yang mudah dan terjangkau. Oleh karena itu, momentum Hari Bhayangkara dimanfaatkan untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang dapat dirasakan secara langsung oleh warga.

“Momentum Hari Bhayangkara ke-80 kami isi dengan pelayanan kesehatan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Target kami hari ini melayani sekitar 2.500 warga melalui berbagai layanan kesehatan,” ujar Kombes Wahono.

Beragam layanan kesehatan diberikan dalam kegiatan tersebut. Selain operasi katarak dan khitanan massal, masyarakat juga mendapatkan akses terhadap operasi celah bibir dan celah langit-langit, pemeriksaan kesehatan gratis, pengobatan umum maupun spesialis, pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta konsultasi medis yang ditangani oleh tenaga kesehatan profesional.

Program ini menjadi kesempatan berharga bagi masyarakat, terutama mereka yang selama ini memiliki keterbatasan dalam mengakses layanan kesehatan. Tidak sedikit warga yang datang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Jombang untuk mendapatkan pelayanan medis yang berkualitas tanpa dipungut biaya.

Selain pelayanan kesehatan, Polda Jatim juga memberikan edukasi mengenai program Kartu Bhayangkara Prioritas. Melalui program tersebut, masyarakat yang memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan aktif dapat memperoleh kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara dengan standar pelayanan yang setara dengan yang diterima keluarga besar Polri.

Kombes Wahono menegaskan bahwa Rumah Sakit Bhayangkara Jombang merupakan fasilitas kesehatan yang terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

“Rumah sakit ini bukan hanya untuk anggota Polri dan keluarganya, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum yang membutuhkan pelayanan kesehatan berkualitas,” tegasnya.

Ia menambahkan, kegiatan bakti kesehatan ini sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan Rumah Sakit Bhayangkara Jombang sebagai fasilitas kesehatan yang siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat luas.

Lebih dari sekadar kegiatan sosial, bakti kesehatan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kesejahteraan masyarakat. Melalui pelayanan kesehatan yang diberikan, Polri ingin hadir lebih dekat dan memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas hidup warga.

Polda Jatim berharap kegiatan seperti ini mampu membantu masyarakat memperoleh akses kesehatan yang lebih baik sekaligus memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat. Kehadiran Polri diharapkan tidak hanya dirasakan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui berbagai program kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat.

Bagi ribuan warga yang hadir, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 bukan hanya menjadi agenda institusi kepolisian semata. Momentum tersebut berubah menjadi simbol kepedulian, pelayanan, dan harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan akses kesehatan yang lebih mudah, cepat, dan berkualitas.(red/lis)

Continue reading RS Bhayangkara Jombang Dipadati Warga, Polda Jatim Hadirkan Beragam Layanan Kesehatan Gratis
, , ,

Tiga Tahun Tak Ada Kabar, YTR Muncul Kembali dengan Kondisi Mengenaskan

 

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat Siska Gerfianti saat menjenguk YTR (29), korban penyekapan dan penganiayaan oleh kekasihnya. (Liputan6.com/ Dok Ist) Foto by LIPUTAN6


BANDUNG – Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang menimpa seorang perempuan berinisial YTR (29) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menyita perhatian publik. Korban diduga mengalami kekerasan fisik secara berulang selama kurang lebih tiga tahun hingga mengalami luka berat, kehilangan penglihatan, serta trauma mendalam.

Kasus ini terungkap setelah keluarga korban menerima pesan WhatsApp dari seseorang yang tidak dikenal. Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa YTR sedang berada di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Mendapat informasi tersebut, keluarga segera mendatangi rumah sakit dan mendapati kondisi korban sangat memprihatinkan.

Menurut keterangan Kepolisian Daerah Jawa Barat, korban ditemukan dengan sejumlah luka berat di bagian kepala, wajah, dan kaki, serta luka ringan pada tangan. Kondisi fisiknya menunjukkan indikasi bahwa korban telah mengalami kekerasan dalam jangka waktu yang panjang.

Hilang Selama Tiga Tahun

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengungkapkan bahwa sebelum ditemukan di rumah sakit, YTR diketahui telah hilang kontak dengan keluarganya selama sekitar tiga tahun. Dalam periode tersebut, keluarga nyaris tidak mengetahui keberadaan korban.

Penyelidikan awal mengarah pada dugaan bahwa korban mengalami penyekapan dan penganiayaan oleh seorang pria berinisial TH. Selama bertahun-tahun, korban diduga tidak memiliki kebebasan untuk berkomunikasi dengan keluarga maupun lingkungan luar.

“Korban diduga mengalami kekerasan menggunakan tangan kosong, benda tumpul, hingga senjata tajam. Selain itu, terdapat dugaan kehilangan sejumlah barang berharga milik korban,” ujar Hendra.

Akibat kekerasan yang dialaminya, korban mengalami dampak fisik yang sangat serius. Selain kehilangan kemampuan melihat secara normal, YTR juga mengalami kesulitan berbicara, tidak mampu berjalan, dan mengalami kerugian materi yang diperkirakan mencapai Rp52 juta.

Diduga Dilakukan oleh Kekasih Sendiri

Keluarga korban menduga pelaku adalah TH (30), yang diketahui merupakan kekasih YTR. Adik korban, Syahrul Ulum (26), mengatakan kakaknya berkenalan dengan TH pada tahun 2023 dalam sebuah konser musik. Hubungan keduanya kemudian berkembang menjadi hubungan asmara.

Menurut Syahrul, TH sempat diperkenalkan kepada keluarga. Namun tidak lama setelah itu, perilaku korban berubah drastis dan perlahan menghilang dari lingkungan keluarga.

“Setelah itu kakak saya tidak pernah lagi pulang ke rumah. Kami kehilangan kontak dan tidak tahu keberadaannya selama bertahun-tahun,” kata Syahrul.

Keluarga sempat menerima satu kali komunikasi dari korban selama masa menghilang tersebut. Namun komunikasi berlangsung sangat terbatas sehingga menimbulkan kecurigaan bahwa korban berada di bawah tekanan dan pengawasan seseorang.

Keluarga selama ini mengira YTR bekerja di Jakarta. Belakangan mereka menduga informasi tersebut hanyalah rekayasa yang digunakan pelaku untuk menutupi keberadaan korban.

“Kami merasa selama ini dikelabui. Kakak saya diduga tidak diperbolehkan memegang telepon genggam dan tidak bebas berkomunikasi,” ujarnya.

Kondisi Korban Sangat Memprihatinkan

Saat ini YTR masih menjalani perawatan intensif di RSHS Bandung. Berdasarkan pengakuan awal korban kepada keluarga, ia mengalami penganiayaan menggunakan benda tumpul maupun senjata tajam.

Luka yang dialami korban tergolong berat. Salah satu matanya mengalami infeksi serius, sementara mata lainnya mengalami penyusutan. Korban juga mengalami kerusakan pada bagian bibir, bekas luka bacokan pada kaki, serta kehilangan kemampuan melihat.

Polda Jawa Barat kemudian mengungkapkan hasil pemeriksaan medis yang menunjukkan bahwa kedua mata korban telah mengalami kebutaan permanen. Selain itu, enam gigi depan bagian atas korban dilaporkan rontok dan bibirnya mengalami kerusakan berat hingga tampak sumbing.

Hingga kini penyidik belum dapat mengambil keterangan resmi melalui Berita Acara Pemeriksaan (BAP) karena kondisi korban masih belum memungkinkan untuk berkomunikasi secara jelas dan stabil.

Pelaku Masih Diburu Polisi

Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Polda Jawa Barat masih melakukan pengejaran terhadap TH yang diduga menjadi pelaku utama dalam kasus tersebut.

Direktur PPA dan TPPO Polda Jabar, Kombes Pol Rumi Untari, menyatakan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung dan sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk memperkuat konstruksi perkara.

“Pengejaran terhadap terduga pelaku masih terus dilakukan. Penyidik juga masih mendalami berbagai fakta yang terungkap dari hasil pemeriksaan saksi,” ujarnya.

Pihak keluarga berharap aparat kepolisian dapat segera menangkap pelaku dan mengusut kasus tersebut hingga tuntas guna mencegah munculnya korban lain di masa mendatang.

Pemulihan Fisik dan Psikologis

Di tengah proses hukum yang berjalan, kondisi korban perlahan menunjukkan perkembangan positif. Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat, Siska Gerfianti, korban kini sudah mulai dapat diajak berkomunikasi meskipun masih sangat terbatas.

Untuk mendukung proses pemulihan, pihak rumah sakit bersama keluarga membatasi jumlah pengunjung yang datang menjenguk korban. Langkah tersebut dilakukan agar korban dapat fokus menjalani perawatan dan pemulihan psikologis.

Selain penanganan medis, korban juga mendapatkan pendampingan kejiwaan dari dokter psikiatri. Tim medis menilai korban mengalami trauma berat akibat dugaan kekerasan yang berlangsung dalam waktu lama.

Dari sisi medis, terdapat peluang pemulihan pada beberapa bagian tubuh korban melalui tindakan bedah plastik rekonstruktif. Namun proses tersebut diperkirakan membutuhkan waktu panjang dan kemungkinan dilakukan dalam beberapa tahap operasi.

Meski demikian, pihak rumah sakit dan pemerintah daerah memilih tidak mengungkap detail kondisi medis korban karena sebagian informasi telah menjadi bagian dari proses penyidikan dan rekam medis pasien.

Menunggu Keadilan

Kasus yang menimpa YTR kini menjadi sorotan luas karena dugaan penyekapan dan penganiayaan berlangsung dalam waktu yang sangat lama tanpa terdeteksi. Korban diduga disekap di sebuah rumah indekos di kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung, selama kurang lebih tiga tahun.

Publik kini menantikan keberhasilan aparat kepolisian dalam menangkap terduga pelaku sekaligus mengungkap secara menyeluruh motif serta kronologi kekerasan yang dialami korban. Sementara itu, keluarga berharap YTR dapat pulih secara fisik dan mental setelah melewati penderitaan panjang yang mengubah hidupnya secara drastis. (red/lisa)

Continue reading Tiga Tahun Tak Ada Kabar, YTR Muncul Kembali dengan Kondisi Mengenaskan
, , , ,

Hari Ayah Nasional Diperingati Setiap 12 November, Begini Sejarah dan Maknanya

 

Hari Ayah Nasional. Foto: Dok iStock foto by detik jatim



Surabaya – Sosok ayah selama ini dikenal sebagai tulang punggung keluarga yang bertanggung jawab mencari nafkah, melindungi, serta membimbing anak-anaknya. Namun, tidak semua orang mengetahui bahwa Indonesia memiliki peringatan khusus yang ditujukan untuk menghargai peran ayah dalam kehidupan keluarga, yakni Hari Ayah Nasional.

Peringatan ini memang belum sepopuler Hari Ibu yang telah lama dikenal masyarakat luas. Meski demikian, Hari Ayah Nasional memiliki sejarah yang menarik dan sarat makna. Berbeda dengan Father's Day yang dirayakan di berbagai negara setiap bulan Juni, Indonesia memperingati Hari Ayah Nasional setiap tanggal 12 November.

Setiap tahun, tanggal 12 November menjadi momentum bagi masyarakat Indonesia untuk memberikan apresiasi kepada para ayah atas dedikasi, perjuangan, dan kasih sayang yang mereka berikan kepada keluarga.

Meskipun telah diperingati secara nasional sejak tahun 2006, Hari Ayah Nasional belum termasuk dalam daftar hari libur nasional. Namun, hal tersebut tidak mengurangi makna peringatannya. Banyak keluarga memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan ucapan terima kasih, memberikan hadiah sederhana, hingga menghabiskan waktu bersama sebagai bentuk penghargaan kepada sosok ayah.

Sejarah Hari Ayah Nasional berawal dari sebuah kegiatan yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP) di Solo, Jawa Tengah. Pada tahun 2004, organisasi tersebut mengadakan sayembara menulis surat untuk ibu dalam rangka memperingati Hari Ibu.

Di tengah kegiatan tersebut, muncul pertanyaan dari para peserta mengenai keberadaan hari khusus untuk menghormati ayah. Pertanyaan sederhana itu kemudian memunculkan gagasan untuk menetapkan Hari Ayah Nasional sebagai bentuk penghargaan terhadap peran ayah yang selama ini dinilai belum mendapat perhatian sebesar sosok ibu.

PPIP kemudian mengajukan usulan tersebut kepada pemerintah daerah dan DPRD Kota Solo. Namun, menentukan tanggal peringatan bukanlah hal yang mudah. Organisasi tersebut melakukan berbagai kajian dan diskusi selama kurang lebih dua tahun untuk menemukan waktu yang dianggap paling tepat.

Akhirnya, pada tahun 2006 ditetapkanlah tanggal 12 November sebagai Hari Ayah Nasional. Sejak saat itu, tanggal tersebut diperingati setiap tahun sebagai simbol penghormatan terhadap kontribusi ayah dalam keluarga dan masyarakat.

Penetapan tanggal 12 November bukan dilakukan secara sembarangan. Tanggal tersebut dipilih setelah melalui berbagai pertimbangan dan kajian oleh PPIP bersama sejumlah pihak terkait.

Tujuan utama dari peringatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa ayah memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan keluarga. Selama ini, peran ibu sering kali lebih banyak mendapat perhatian melalui berbagai bentuk peringatan dan penghargaan. Kehadiran Hari Ayah Nasional diharapkan dapat menyeimbangkan apresiasi tersebut.

Melalui peringatan ini, masyarakat diajak untuk melihat ayah bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendidik, pelindung, sahabat, dan teladan bagi anak-anaknya.

Beda dengan Father's Day Internasional

Hari Ayah Nasional di Indonesia memiliki sejarah dan tanggal yang berbeda dengan Father's Day yang dikenal secara internasional.

Di banyak negara seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris, Father's Day diperingati setiap Minggu ketiga bulan Juni. Perayaan tersebut bermula dari inisiatif Sonora Smart Dodd, seorang perempuan asal Amerika Serikat yang ingin memberikan penghormatan kepada ayahnya karena telah membesarkan enam anak seorang diri setelah sang ibu meninggal dunia.

Seiring berjalannya waktu, Father's Day menjadi tradisi yang diadopsi oleh berbagai negara. Namun, sejumlah negara tetap memiliki tanggal dan latar belakang sejarah yang berbeda sesuai budaya dan nilai yang berkembang di masing-masing wilayah.

Peran ayah dalam keluarga tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan memberikan dampak positif terhadap perkembangan anak.

Anak yang tumbuh dengan keterlibatan aktif ayah cenderung memiliki rasa percaya diri yang lebih baik, kemampuan sosial yang lebih kuat, serta hubungan emosional yang lebih sehat. Kehadiran ayah juga berkontribusi dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta kemampuan anak dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Selain itu, hubungan yang erat antara ayah dan anak dapat menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis, penuh dukungan, dan kondusif bagi perkembangan mental maupun akademik anak.

Memperingati Hari Ayah Nasional tidak harus dilakukan dengan cara yang mewah. Bentuk apresiasi sederhana justru sering kali memiliki makna yang mendalam.

Masyarakat dapat memanfaatkan momen ini dengan mengucapkan terima kasih kepada ayah, menuliskan surat berisi ungkapan kasih sayang, memberikan hadiah sederhana, atau meluangkan waktu berkualitas bersama keluarga.

Bagi mereka yang ayahnya telah tiada, Hari Ayah Nasional juga dapat menjadi kesempatan untuk mengenang jasa, pengorbanan, dan nilai-nilai kehidupan yang telah diwariskan.

Pada akhirnya, Hari Ayah Nasional bukan sekadar peringatan tahunan. Momen ini menjadi pengingat bahwa keberadaan ayah memiliki arti besar dalam membangun keluarga yang kuat dan mendukung tumbuh kembang generasi masa depan. Karena itu, penghargaan kepada ayah tidak hanya penting diberikan pada 12 November, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui rasa hormat, kasih sayang, dan perhatian yang tulus. (red/lisa)

Continue reading Hari Ayah Nasional Diperingati Setiap 12 November, Begini Sejarah dan Maknanya
, , , ,

Membludak! Pare Bhayangkara Run 2026 Diikuti 1.300 Peserta, Jauh Lampaui Target

Peserta pare bhayangkara run 2026 antusias, menuntaskan Rute 5K di garis finish foto by Radar Kediri


KEDIRI – Antusiasme masyarakat dalam memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 tampak begitu tinggi pada gelaran Pare Bhayangkara Run 2026 yang digelar di halaman Polres Kediri, Minggu pagi (21/6). Kegiatan olahraga lari yang menempuh jarak 5,3 kilometer tersebut sukses menyedot perhatian masyarakat dengan jumlah peserta mencapai 1.300 orang, jauh melampaui target panitia yang semula hanya 800 peserta.

Sejak dini hari, ribuan peserta dari berbagai kalangan mulai memadati area kegiatan. Tidak hanya diikuti oleh masyarakat umum, acara ini juga diikuti anggota TNI dan Polri. Peserta yang hadir pun beragam, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Acara diawali dengan doa bersama dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan. Selanjutnya, Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji memberikan sambutan sekaligus secara resmi membuka Pare Bhayangkara Run 2026.

Dalam sambutannya, AKBP Bramastyo Priaji menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar ajang olahraga, melainkan juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

“Event Pare Bhayangkara Run 2026 ini diselenggarakan dalam rangka memeriahkan rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 dan dibuka untuk TNI/Polri maupun masyarakat umum,” ujarnya.

Menurutnya, olahraga bersama seperti ini menjadi wadah yang efektif untuk membangun kedekatan, kebersamaan, dan memperkuat sinergitas yang selama ini telah terjalin antara Polri dengan masyarakat.

“Ini adalah upaya untuk memupuk kebersamaan dan meningkatkan sinergitas, terutama antara Polri dan masyarakat,” lanjutnya.

Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang membludak hingga mencapai 1.300 orang. Ketua Panitia Pare Bhayangkara Run 2026, AKP Sujarno, mengungkapkan bahwa peserta yang mendaftar tidak hanya berasal dari wilayah Pare dan Kediri Raya, tetapi juga datang dari berbagai daerah di luar Kabupaten Kediri.

“Masyarakat Kediri Raya sangat antusias. Peserta mencapai 1.300 orang dengan jalur total 5,3 kilometer. Jika melihat antusias masyarakat seperti ini, kami berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan,” kata AKP Sujarno.

Para peserta menempuh rute sejauh 5,3 kilometer yang melintasi sejumlah ruas jalan utama di kawasan Pare. Sepanjang perjalanan, peserta disambut dukungan masyarakat yang berdiri di tepi jalan untuk memberikan semangat. Suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan mewarnai jalannya kegiatan hingga peserta kembali memasuki garis finis di Polres Kediri.

Untuk menambah semarak acara, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah doorprize menarik. Hadiah utama yang diperebutkan antara lain dua unit sepeda listrik, dua unit lemari es, tiga unit televisi, serta tiga sepeda gunung. Berbagai hadiah hiburan lainnya turut dibagikan kepada peserta yang beruntung.

Tak hanya itu, peserta dan masyarakat yang hadir juga disuguhi berbagai hiburan menarik. Senam zumba bersama menjadi salah satu kegiatan yang paling diminati sebelum dan sesudah lomba berlangsung. Penampilan musik hiburan turut menambah kemeriahan suasana, menjadikan acara ini tidak sekadar perlombaan lari, tetapi juga sebagai ajang rekreasi keluarga.

Melihat tingginya animo masyarakat, Polres Kediri berharap Pare Bhayangkara Run tidak hanya menjadi kegiatan seremonial dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara, tetapi dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang mampu mendorong budaya hidup sehat, mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat, serta menjadi sarana memperkuat kebersamaan di tengah kehidupan sosial masyarakat.

Keberhasilan penyelenggaraan perdana Pare Bhayangkara Run 2026 dengan jumlah peserta yang jauh melampaui target menjadi bukti kuat bahwa kegiatan olahraga yang dikemas secara menarik mampu mendapat sambutan positif dari masyarakat. Semangat kebersamaan, kesehatan, dan sinergitas yang diusung dalam kegiatan ini diharapkan terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi penyelenggaraan kegiatan serupa di masa mendatang. (red/lisa)


Continue reading Membludak! Pare Bhayangkara Run 2026 Diikuti 1.300 Peserta, Jauh Lampaui Target