, ,

Iuran Komite SMKN 1 Kota Kediri Tuai Sorotan, LSM RATU Siapkan Laporan ke APH

   


Kediri,  – Dugaan praktik pungutan berkedok Sumbangan Komite Pendidikan (SKP) kembali menjadi sorotan di SMKN 1 Kota Kediri. Sejumlah wali murid mengaku keberatan dengan adanya iuran bulanan yang dinilai memberatkan serta belum disertai transparansi yang memadai terkait penggunaan anggaran.

Persoalan tersebut disebut bukan kali pertama terjadi. Keluhan serupa disebut terus muncul setiap tahun ajaran baru dan memunculkan pertanyaan dari para orang tua mengenai mekanisme penetapan nominal maupun pemanfaatan dana yang telah terkumpul.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Jumat (17/7), sebagian besar wali murid diarahkan untuk membayar iuran komite sebesar Rp150 ribu setiap bulan. Namun bagi keluarga yang dinilai kurang mampu, pihak sekolah disebut memberikan kebijakan keringanan dengan nominal yang disesuaikan, mulai Rp100 ribu hingga Rp75 ribu per bulan.

Meski terdapat skema pembayaran berdasarkan kemampuan ekonomi, sejumlah orang tua tetap mempertanyakan kejelasan penggunaan dana tersebut. Mereka berharap seluruh pemasukan dan pengeluaran dapat dipublikasikan secara terbuka agar tidak menimbulkan dugaan maupun spekulasi di tengah masyarakat.

Salah seorang wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku tidak mempermasalahkan adanya sumbangan apabila benar-benar digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan peserta didik.

"Kami sebenarnya tidak keberatan apabila dana itu benar-benar dipakai untuk kepentingan pendidikan anak-anak. Yang menjadi pertanyaan adalah rincian penggunaannya belum pernah dijelaskan secara terbuka sehingga menimbulkan tanda tanya ke mana aliran dananya," ujarnya.

Sorotan terhadap dugaan pungutan tersebut juga datang dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) RATU (Rakyat Bersatu). Ketua LSM RATU, Saiful Iskak, menyatakan pihaknya menerima berbagai laporan masyarakat terkait pelaksanaan iuran komite di sekolah tersebut.

Menurut Saiful, jika mengacu pada jumlah peserta didik yang diperkirakan mencapai sekitar 2.300 siswa dengan rata-rata pembayaran Rp100 ribu per bulan, maka dana yang berpotensi terkumpul mencapai angka yang sangat besar.

Perhitungannya menunjukkan, akumulasi dana yang masuk setiap bulan diperkirakan mencapai sekitar Rp230 juta. Dalam satu tahun ajaran, total dana yang terkumpul diperkirakan mencapai sekitar Rp2,76 miliar.

LSM RATU menilai besarnya dana tersebut harus diimbangi dengan pengelolaan yang akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh wali murid sebagai pihak yang memberikan kontribusi.

"Apabila memang penarikan dana dilakukan dengan pola yang menyerupai kewajiban meskipun disebut sebagai sumbangan sukarela, maka perlu ada pemeriksaan lebih lanjut. Dengan nilai dana yang mencapai miliaran rupiah setiap tahun, sudah selayaknya dilakukan audit agar masyarakat mengetahui secara jelas peruntukan anggaran tersebut," kata Saiful.

Ia menambahkan, pihaknya berencana melaporkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum serta instansi terkait agar dilakukan pemeriksaan terhadap mekanisme penghimpunan dan penggunaan dana komite sekolah.

Selain itu, LSM RATU juga meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk melakukan evaluasi terhadap sistem penarikan iuran komite di sekolah negeri, sehingga tidak menimbulkan persepsi adanya pungutan yang bersifat wajib.

Hingga artikel ini disusun, pihak Kepala SMKN 1 Kota Kediri maupun pengurus Komite Sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan minimnya transparansi dalam pengelolaan dana iuran komite tersebut. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi sebagai bagian dari penerapan asas keberimbangan dalam pemberitaan. (red/lis)                                                                                                                                                                                                           

Continue reading Iuran Komite SMKN 1 Kota Kediri Tuai Sorotan, LSM RATU Siapkan Laporan ke APH
,

Menguji Omzet Koperasi Desa Merah Putih di Kediri, Klaim Jutaan Berbanding Terbalik dengan Fakta Lapangan

  

(ilustrasi by radar kediri)


KEDIRI,
– Puluhan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Kediri mulai beroperasi. Sejumlah pengelola mengklaim omzet penjualan bahkan sempat menembus jutaan rupiah dalam sehari. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan aktivitas transaksi di sejumlah gerai masih relatif sepi.

Salah satu gerai yang telah beroperasi berada di Desa Turus, Kecamatan Gurah. Berlokasi di Jalan Ahmad Yani, sekitar empat kilometer dari Simpang Lima Gumul (SLG), bangunan gerai tampil seragam dengan identitas merah putih yang menjadi ciri khas program nasional tersebut.

Memasuki area toko, suasana menyerupai minimarket modern. Rak-rak display telah terpasang rapi dengan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, mi instan, makanan ringan, hingga air minum dalam kemasan.

Meski demikian, stok barang yang tersedia masih terbatas. Banyak rak yang belum terisi penuh sehingga pilihan produk bagi konsumen belum terlalu beragam.

Penjaga gerai KDMP Turus, Zahwa, mengatakan masyarakat mulai memberikan respons positif terhadap kehadiran koperasi tersebut. Produk yang paling banyak dicari sejauh ini adalah beras SPHP, minyak goreng, dan mi instan.

"Antusias masyarakat cukup baik. Yang paling sering dicari beras SPHP, kemudian minyak goreng dan mi instan," ujarnya.

Menurut Zahwa, beberapa hari lalu gerainya sempat membukukan omzet sekitar Rp1,8 juta dalam sehari, didorong oleh pembelian beras dan minyak goreng dalam jumlah besar.

Namun, capaian tersebut diakui bukan terjadi setiap hari.

Berdasarkan pantauan JP Radar Kediri, kondisi gerai belum menunjukkan aktivitas penjualan yang padat. Selama lebih dari 15 menit berada di lokasi, hanya terjadi satu transaksi dengan nilai pembelian relatif kecil berupa beberapa bungkus mi instan dan minuman kemasan.

Jam operasional yang masih terbatas juga menjadi tantangan tersendiri. Gerai hanya melayani pembeli mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, berbeda dengan minimarket modern yang umumnya buka hingga malam bahkan 24 jam.

Kondisi serupa juga ditemukan di gerai KDMP lain di Kecamatan Gurah. Seorang karyawan yang enggan disebutkan namanya mengaku omzet harian umumnya belum mencapai Rp500 ribu.

Menurutnya, penjualan baru bisa menembus kisaran Rp700 ribu hingga Rp1 juta apabila terdapat pembelian dalam jumlah besar, terutama untuk komoditas beras dan minyak goreng.

"Kalau ada yang memborong beras atau minyak memang bisa sampai sekitar Rp700 ribu sampai Rp1 juta. Tapi kalau transaksi harian biasa, belum sampai sebesar itu karena barang yang tersedia juga masih terbatas," katanya.

Selain jumlah produk yang masih sedikit, pengelola desa juga belum memiliki keleluasaan dalam mengatur operasional gerai. Kepala Desa Bogem, Moh. Samsodin, menjelaskan seluruh pasokan barang berasal dari PT Agrinas Pangan Persero.

Tidak hanya penyediaan stok, perusahaan tersebut juga menentukan harga jual, jenis produk yang dipasarkan, hingga program promosi yang dijalankan di setiap gerai KDMP.

"Semua produk berasal dari Agrinas. Kami tidak bisa membeli barang secara mandiri karena seluruh pengelolaan operasional masih didampingi Agrinas," jelas Samsodin.

Ia menambahkan, masa pendampingan tersebut direncanakan berlangsung selama dua tahun. Selama periode itu, operasional toko, pelaporan omzet, hingga penggajian karyawan sepenuhnya berada di bawah koordinasi PT Agrinas Pangan Persero.

Pemerintah desa saat ini lebih berperan sebagai pengawas operasional, sementara mekanisme pembagian keuntungan bagi desa masih belum ditetapkan.

"Omzet seluruhnya masih dilaporkan ke Agrinas. Pegawai juga digaji oleh Agrinas, sehingga desa saat ini lebih pada fungsi pengawasan," ujarnya.

Samsodin mengakui penjualan di gerai KDMP Bogem belakangan mengalami penurunan. Meski tidak menyebutkan angka pastinya, ia menilai kondisi tersebut dipengaruhi siklus belanja masyarakat selama bulan Sura yang cenderung lebih rendah.

Ia optimistis penjualan akan kembali meningkat memasuki bulan Sapar ketika aktivitas masyarakat, termasuk penyelenggaraan hajatan, mulai bertambah.

Pantauan di gerai KDMP Bogem juga menunjukkan kondisi yang tidak jauh berbeda. Selama sekitar 30 menit, hanya tercatat dua transaksi. Sejumlah rak masih kosong, sementara beberapa produk ditata memenuhi satu rak bertingkat karena keterbatasan variasi barang yang tersedia.

Kondisi tersebut menunjukkan KDMP masih berada pada tahap awal pengembangan. Meski mulai mendapat respons dari masyarakat, tantangan berupa keterbatasan stok, variasi produk, hingga peningkatan volume transaksi masih menjadi pekerjaan rumah agar koperasi desa ini benar-benar mampu menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok sekaligus menggerakkan ekonomi desa.(red/lis)

Continue reading Menguji Omzet Koperasi Desa Merah Putih di Kediri, Klaim Jutaan Berbanding Terbalik dengan Fakta Lapangan
, ,

Pare Matangkan Persiapan HUT Ke-81 RI, Gerak Jalan Digelar 22 Agustus

Rapat PHBN yang dipimpin oleh Plt Camat Kabupaten Kediri, Habib Adnan (photo by radar kediri)


Kediri
– Pemerintah Kecamatan Pare mulai mematangkan persiapan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Langkah awal dilakukan melalui pembentukan panitia pelaksana dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Kecamatan Pare, Kamis (16/7/2026).

Rapat tersebut menjadi awal penyusunan rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan yang akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, satuan pendidikan, hingga organisasi dan komunitas masyarakat di wilayah Kecamatan Pare.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Pare Habib Adnan mengatakan pembentukan panitia bertujuan menyatukan koordinasi agar seluruh agenda peringatan HUT RI dapat berjalan tertib dan melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.

"Hari ini kami memulai dengan pembentukan panitia. Selanjutnya berbagai perlombaan dan kegiatan peringatan akan dilaksanakan oleh masing-masing jenjang pendidikan maupun pemerintah desa," ujarnya.

Menurut Habib, pelaksanaan lomba di lingkungan pendidikan akan menjadi tanggung jawab masing-masing sekolah, mulai dari tingkat PAUD, RA, SD, SMP hingga SMA/SMK. Sementara itu, pemerintah desa diberi kewenangan menyelenggarakan kegiatan kemerdekaan sesuai kondisi dan potensi wilayah masing-masing.

Di tingkat kecamatan, panitia menyiapkan satu agenda utama berupa gerak jalan umum yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ajang kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Selain peserta dari sekolah dan tenaga pendidik, pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai komunitas di Kecamatan Pare juga diundang untuk berpartisipasi.

"Setiap desa kami harapkan mengirimkan sedikitnya dua peleton. Begitu pula sekolah-sekolah serta komunitas yang ada di Kecamatan Pare kami harapkan ikut ambil bagian," kata Habib.

Untuk menjaga kelancaran pelaksanaan, panitia membatasi jumlah peserta maksimal 100 peleton. Pembatasan dilakukan agar pelaksanaan gerak jalan tetap efektif dan tidak terlalu lama menggunakan ruas jalan yang dilalui peserta.

Panitia merencanakan kegiatan dimulai sekitar pukul 12.00 WIB dan ditargetkan selesai paling lambat pukul 16.30 WIB.

"Kami ingin seluruh rangkaian kegiatan selesai sesuai jadwal sehingga aktivitas masyarakat, termasuk waktu beribadah, tetap berjalan dengan baik," jelasnya.

Saat ini panitia masih memfinalisasi sejumlah aspek teknis, mulai dari rute gerak jalan, mekanisme penilaian, hingga tata tertib perlombaan. Seluruh ketentuan tersebut akan disampaikan kepada peserta setelah seluruh persiapan dinyatakan rampung.

Pemerintah Kecamatan Pare berharap peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan dan hiburan, tetapi juga mampu memperkuat semangat persatuan, gotong royong, serta nasionalisme di tengah masyarakat.(red/lis)

Continue reading Pare Matangkan Persiapan HUT Ke-81 RI, Gerak Jalan Digelar 22 Agustus
,

Tak Perlu Olahraga Berat, Jalan Kaki 30 Menit Bisa Jaga Jantung hingga Kurangi Stres


Jalan kaki 30 menit setiap hari bantu jaga kesehatan jantung, tulang, otot, dan kesehatan mental. 


MALANG
– Berjalan kaki menjadi salah satu aktivitas fisik paling sederhana yang bisa dilakukan hampir semua orang. Meski terlihat ringan, kebiasaan berjalan kaki selama 30 menit setiap hari ternyata mampu memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh maupun mental.

Aktivitas ini dapat dilakukan sekaligus dalam satu waktu atau disisipkan di sela rutinitas harian, seperti berjalan menuju tempat kerja, berkeliling lingkungan rumah, maupun menikmati suasana ruang terbuka.

Pelatih kebugaran Seth Forman menyebut, berjalan kaki secara rutin dapat memberikan dampak positif bagi tubuh, mulai dari memperkuat jantung, membantu menjaga berat badan, hingga meningkatkan suasana hati.

"Aktivitas ini memperkuat jantung, membantu menjaga berat badan, serta memicu pelepasan endorfin yang dapat memperbaiki suasana hati dan mengurangi stres," ujarnya.

Pendapat serupa disampaikan pelatih kesehatan dan kebugaran Lindsay Tullis. Menurutnya, kebiasaan berjalan kaki selama 30 menit dapat meningkatkan daya tahan tubuh, memperkuat otot, serta membantu mengelola sejumlah risiko penyakit kronis.

Selain itu, berjalan kaki di luar ruangan atau area hijau juga memberikan efek tambahan berupa rasa rileks yang membantu tubuh dan pikiran lebih tenang.

Berikut sejumlah manfaat berjalan kaki selama 30 menit setiap hari:

1. Menjaga Kesehatan Jantung

Berjalan kaki secara rutin dapat membantu meningkatkan kebugaran kardiovaskular. Aktivitas ini membuat tubuh lebih efisien dalam menggunakan oksigen sekaligus mendukung kerja jantung dan pembuluh darah.

Pelatih pribadi bersertifikat Ronny Garcia menjelaskan, berjalan kaki dapat meningkatkan detak jantung sehingga membantu memperbaiki sirkulasi darah, menjaga tekanan darah, serta menurunkan risiko penyakit jantung.

"Berjalan kaki meningkatkan detak jantung, membantu menurunkan tekanan darah, memperbaiki sirkulasi, dan mengurangi risiko penyakit jantung secara keseluruhan," jelasnya.

2. Membantu Mengurangi Stres

Manfaat berjalan kaki tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan mental.

Aktivitas sederhana ini dapat membantu mengurangi stres, kecemasan, hingga gejala depresi ringan karena mampu meningkatkan aliran darah ke otak dan merangsang pelepasan hormon yang membuat tubuh merasa lebih nyaman.

Berjalan kaki di taman atau kawasan hijau bahkan dapat memberikan efek relaksasi lebih besar sehingga suasana hati menjadi lebih baik.

3. Menjaga Kekuatan Otot, Sendi, dan Tulang

Berjalan kaki termasuk olahraga berdampak rendah (low impact) yang relatif aman bagi persendian. Gerakan saat berjalan melibatkan otot kaki, bokong, hingga otot inti sehingga membantu meningkatkan kekuatan tubuh secara bertahap.

Kebiasaan ini juga dapat membantu menjaga kepadatan tulang dan mengurangi risiko pengeroposan tulang seiring bertambahnya usia.

Bagi orang yang baru mulai berolahraga, berjalan kaki bisa menjadi langkah awal untuk membangun kebugaran, mobilitas, dan daya tahan tubuh.

4. Membantu Mengontrol Berat Badan

Berjalan kaki selama 30 menit setiap hari dapat meningkatkan aktivitas fisik sehingga membantu tubuh mengatur keseimbangan energi.

Kebiasaan tersebut dapat mendukung pembakaran kalori, membantu mengurangi lemak tubuh, sekaligus mempertahankan massa otot.

Namun, hasilnya akan lebih maksimal apabila dibarengi pola makan bergizi seimbang dan gaya hidup sehat secara menyeluruh.

Meski sederhana, berjalan kaki rutin selama 30 menit dapat menjadi investasi kesehatan jangka panjang. Dengan konsistensi dan pola hidup yang baik, aktivitas ringan ini mampu memberikan dampak besar bagi kualitas hidup.(red/lis)

Continue reading Tak Perlu Olahraga Berat, Jalan Kaki 30 Menit Bisa Jaga Jantung hingga Kurangi Stres