Apresiasi Pengabdian Kader PKK, Mas Dhito Beri Hadiah Belanja di Bazar

  

Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memberikan apresiasi kepada sejumlah kader PKK yang telah mengabdi puluhan tahun dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Kediri.

Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi tersebut, sepuluh kader PKK yang telah aktif lebih dari 30 tahun mendapatkan hadiah berupa kesempatan berbelanja gratis di bazar Ramadan yang digelar di Pendapa Panjalu Jayati pada Senin (9/3).

Kegiatan bazar tersebut merupakan bagian dari acara Pondok Ramadan yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri. Acara itu melibatkan kader PKK dari berbagai desa dan kecamatan di wilayah Kabupaten Kediri.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kediri yang akrab disapa Mas Dhito mengungkapkan bahwa hadiah belanja tersebut sengaja diberikan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian para kader yang selama ini turut membantu berbagai program pemerintah daerah.

“Saya ingin ibu-ibu ini bisa berbelanja di bazar Ramadan ini. Silakan memilih apa saja yang diinginkan, nanti saya yang membayarnya,” ujar Mas Dhito kepada awak media.

Menurutnya, kader PKK memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat. Salah satunya dalam upaya penanganan stunting melalui pendampingan kepada keluarga di tingkat desa.

Selain memberikan apresiasi kepada kader PKK, kegiatan bazar Ramadan tersebut juga diharapkan mampu membantu menggerakkan perekonomian pelaku usaha kecil dan menengah di Kabupaten Kediri.

Mas Dhito pun mengajak jajaran pemerintah daerah serta masyarakat untuk turut hadir dan berbelanja di bazar tersebut guna mendukung para pelaku UMKM.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri menyampaikan bahwa selain bazar, kegiatan Pondok Ramadan juga digelar sebagai sarana untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan serta meningkatkan kebersamaan selama bulan suci Ramadan.

Ia menjelaskan bahwa bazar Ramadan tersebut akan berlangsung selama lima hari, mulai 9 hingga 13 Maret, dengan melibatkan 16 paguyuban UMKM yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Kediri.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku usaha kecil dapat memanfaatkan momentum Ramadan untuk meningkatkan penjualan serta menggerakkan perekonomian lokal.

(Red.EH)

Continue reading Apresiasi Pengabdian Kader PKK, Mas Dhito Beri Hadiah Belanja di Bazar

olisi Selidiki Penemuan Jasad Wanita di Tumpukan Sampah

  

Serdang Bedagai – Warga Dusun V Desa Pulau Gambar, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Serdang Bedagai mendadak gempar setelah ditemukan jasad seorang wanita di balik tumpukan sampah di belakang rumah warga pada Senin (9/3/2026).

Korban diketahui bernama Irawati (59), warga Dusun I Desa Timbang Deli, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diduga menjadi korban tindak pembunuhan.

Peristiwa ini bermula ketika seorang warga bernama Basri, yang akrab disapa Abas, mencium bau tidak sedap saat membuka pintu rumahnya untuk makan sahur sekitar pukul 02.00 WIB.

Merasa curiga dengan aroma menyengat yang menyerupai bau bangkai, Basri kemudian melaporkan hal tersebut kepada kepala dusun setempat. Mereka sempat melakukan pencarian di sekitar lokasi pada dini hari, namun belum menemukan sumber bau tersebut.

Penemuan jasad baru terungkap beberapa jam kemudian sekitar pukul 10.00 WIB. Seorang kepala dusun bernama Joko Susanto melihat bagian kaki manusia menyembul dari tumpukan sampah yang berada tepat di belakang rumah Basri.

Penemuan tersebut langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian. Tak lama berselang, petugas dari kepolisian bersama tim identifikasi datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Kasi Humas Polres Serdang Bedagai menyampaikan kepada awak media bahwa dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban diduga meninggal akibat tindak kekerasan.

Polisi juga langsung memasang garis polisi di area penemuan jenazah guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Untuk memastikan penyebab pasti kematian, jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara di Medan sekitar pukul 12.20 WIB untuk menjalani proses autopsi.

Saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan berbagai bukti di lokasi kejadian.

Aparat juga berupaya mengungkap motif di balik kematian korban serta mengidentifikasi pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Masyarakat di sekitar lokasi diimbau tetap tenang namun tetap waspada, serta diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila mengetahui informasi yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

(Red.EH)

Continue reading olisi Selidiki Penemuan Jasad Wanita di Tumpukan Sampah

Kemenkes Dorong Perubahan Istilah RSJ untuk Kurangi Diskriminasi Pasien

  

Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berencana menghilangkan penggunaan istilah rumah sakit jiwa dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi stigma negatif yang selama ini melekat pada pasien dengan gangguan kesehatan mental.

Menurut Budi, penggunaan istilah tersebut sering memunculkan persepsi yang kurang baik di masyarakat. Ia mencontohkan, ketika seseorang ditanya berasal dari rumah sakit mana lalu menjawab dari rumah sakit jiwa, sering kali muncul penilaian negatif dari orang lain.

Ia menjelaskan bahwa di banyak negara, istilah rumah sakit jiwa sudah tidak lagi digunakan. Layanan kesehatan mental biasanya menjadi bagian dari rumah sakit umum, melalui klinik atau departemen khusus yang menangani kesehatan jiwa.

“Ke depan, pelayanan kesehatan jiwa akan digabung dengan layanan kesehatan lainnya di rumah sakit agar tidak menimbulkan stigma bagi pasien,” ujar Budi kepada awak media dalam sebuah pertemuan di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Selain itu, Budi juga menyinggung rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia yang mendorong agar perawatan pasien gangguan mental tidak selalu dilakukan di rumah sakit. Dalam beberapa kondisi, pasien juga dapat dirawat di rumah dengan dukungan keluarga dan komunitas.

Namun demikian, ia mengakui tidak semua keluarga memiliki kemampuan atau pengetahuan untuk merawat pasien dengan gangguan mental. Oleh karena itu, edukasi kepada keluarga dan masyarakat dinilai penting agar proses perawatan dapat berjalan dengan baik.

Rencana tersebut mencuat saat Budi menanggapi isu mengenai dugaan perlakuan tidak manusiawi terhadap penyandang disabilitas mental di sejumlah panti sosial. Beberapa laporan menyebutkan adanya kondisi perawatan yang tidak layak, seperti pemberian makanan yang buruk hingga kurangnya perawatan kebersihan.

Terkait hal itu, Budi mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan Kementerian Sosial untuk memperbaiki standar pelayanan di panti sosial agar mendekati standar yang diterapkan di rumah sakit.

Menurutnya, pedoman mengenai standar pelayanan sebenarnya sudah tersedia. Tantangan yang ada saat ini adalah memastikan pedoman tersebut diterapkan dengan baik, baik di rumah sakit maupun di panti sosial.

Sementara itu, sejumlah aktivis sebelumnya juga menyampaikan laporan mengenai kondisi penyandang disabilitas mental di beberapa panti sosial. Dalam laporan tersebut disebutkan adanya dugaan praktik yang tidak manusiawi terhadap penghuni panti.

Dalam pertemuan dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, seorang aktivis menyampaikan bahwa masih banyak penyandang disabilitas mental yang hidup di balik panti sosial dengan kondisi memprihatinkan.

Beberapa temuan yang disampaikan antara lain adanya penghuni panti yang dipasung, dirantai, hingga mendapatkan makanan yang tidak layak. Bahkan disebutkan ada penghuni yang jarang dimandikan dan mengalami perlakuan yang tidak semestinya.

Menanggapi laporan tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam memperbaiki sistem pengelolaan panti sosial. Ia juga menekankan bahwa setiap kebijakan yang diambil harus didasarkan pada data dan fakta yang jelas.

Sebagai langkah awal pembenahan, Kementerian Sosial akan memperkuat sejumlah kebijakan, mulai dari kewajiban pendaftaran resmi lembaga kesejahteraan sosial, peningkatan proses akreditasi, hingga penguatan pengawasan yang melibatkan partisipasi publik.

Selain itu, pemerintah juga akan mempertegas penerapan sanksi terhadap lembaga yang terbukti melakukan pelanggaran terhadap standar pelayanan.

Upaya tersebut diharapkan dapat memastikan penyandang disabilitas mental mendapatkan perlindungan, perawatan yang layak, serta pemulihan yang lebih manusiawi.

(Red.EH)

Continue reading Kemenkes Dorong Perubahan Istilah RSJ untuk Kurangi Diskriminasi Pasien

Video Viral Ungkap Dugaan Peredaran Obat Keras di Pasar Rebo

  

Jakarta – Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pria melempar petasan ke arah sebuah kios di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, viral di media sosial. Kejadian tersebut memicu perhatian publik sekaligus membuat aparat kepolisian turun langsung melakukan pemeriksaan di lokasi yang disebut dalam rekaman tersebut.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria menyalakan petasan dari luar kios yang berada di Jalan Raya Bogor sebelum melemparkannya ke arah dalam bangunan yang bagian depannya memajang etalase kosmetik. Beberapa saat setelah itu terdengar suara ledakan dari dalam kios.

Tak lama kemudian, seorang penjaga terlihat keluar dari dalam bangunan sambil membawa senjata tajam. Perekam video yang berada di lokasi pun segera menjauh dari tempat kejadian.

Rekaman tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu berbagai komentar dari warganet. Dalam unggahan yang beredar, disebutkan bahwa aksi pelemparan petasan itu diduga berkaitan dengan kecurigaan adanya penjualan obat keras golongan G di kios tersebut.

Menanggapi viralnya video itu, aparat kepolisian langsung melakukan pengecekan di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Pasar Rebo. Pemeriksaan dilakukan di tiga lokasi berbeda yang berada di Kelurahan Pekayon dan Kelurahan Kalisari.

Salah satu lokasi yang diperiksa berada di Jalan Raya Bogor Kilometer 28, yang disebut dalam rekaman video viral sebelumnya. Polisi kemudian memasuki kios tersebut bersama pemilik bangunan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Petugas juga sempat memeriksa bagian lantai atas bangunan. Namun ruangan tersebut terlihat kosong, hanya terdapat karpet merah di lantai serta beberapa barang seperti tempat sampah kecil dan kipas angin yang tampak dalam kondisi rusak.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan kepada awak media, kios tersebut sebelumnya disewakan kepada seseorang yang diduga telah menjalankan usaha selama kurang lebih enam bulan. Namun, penyewa tersebut sudah tidak terlihat sejak beberapa hari terakhir.

Saat aparat melakukan pemeriksaan, kios yang diduga menjual obat keras tersebut diketahui sudah tutup selama dua hari. Penutupan itu terjadi tak lama setelah video penyerangan petasan beredar luas di media sosial.

Dalam proses pemeriksaan, petugas kemudian melakukan pembongkaran kios dengan disaksikan oleh ketua RT setempat serta pemilik bangunan untuk memastikan kondisi di dalam tempat usaha tersebut.

Sementara itu, dari salah satu kios yang berada di Jalan Lestari, petugas menemukan sejumlah obat-obatan yang diduga termasuk dalam kategori obat keras. Barang yang ditemukan di antaranya sekitar 150 butir obat jenis trihexyphenidyl serta sekitar 250 butir obat kuning yang diduga tramadol.

Seluruh barang tersebut kini telah diamankan oleh pihak kepolisian sebagai barang bukti guna proses penyelidikan lebih lanjut.

(Red.EH)

Continue reading Video Viral Ungkap Dugaan Peredaran Obat Keras di Pasar Rebo