Proyek Rp648 Juta di SMPN 2 Nganjuk Disorot, Dugaan Pekerjaan Tak Sesuai Spesifikasi Mencuat

NGANJUK – Proyek rehabilitasi jembatan yang berada di lingkungan SMPN 2 Nganjuk diduga tidak sepenuhnya sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan sebagaimana tercantum dalam dokumen perencanaan proyek.

Proyek tersebut diketahui dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nganjuk Tahun Anggaran 2025 dengan sumber dana dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai anggaran mencapai sekitar Rp648 juta.

Namun demikian, berdasarkan sejumlah temuan di lapangan, pelaksanaan pekerjaan diduga tidak sepenuhnya mengikuti standar teknis yang telah ditetapkan. Kondisi tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai kualitas hasil pekerjaan.

Beberapa pihak menilai bahwa kualitas konstruksi yang dihasilkan masih perlu mendapat perhatian lebih lanjut. Hal itu terlihat dari kondisi bangunan yang dinilai kurang maksimal sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap daya tahan konstruksi dalam jangka panjang.

Di sisi lain, masyarakat sekitar berharap agar proyek yang menggunakan dana pemerintah dapat dilaksanakan secara transparan serta mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku. Mengingat anggaran yang digunakan berasal dari keuangan negara, pelaksanaan proyek diharapkan mampu memberikan manfaat maksimal bagi fasilitas pendidikan.

Sejumlah pemerhati pembangunan daerah juga menyampaikan bahwa proyek yang bersumber dari DAK seharusnya dilaksanakan dengan standar teknis yang ketat. Hal ini karena dana tersebut merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang disalurkan kepada pemerintah daerah guna meningkatkan kualitas infrastruktur, termasuk sarana pendidikan.

Apabila dugaan ketidaksesuaian spesifikasi tersebut terbukti benar, pihak terkait diharapkan segera melakukan evaluasi serta meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek tersebut.

Sementara itu, pihak terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk diharapkan dapat memberikan klarifikasi mengenai pelaksanaan proyek rehabilitasi jembatan tersebut, termasuk memastikan apakah pekerjaan telah dilakukan sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi teknis yang berlaku.

Transparansi dan pengawasan yang ketat dinilai menjadi kunci penting guna memastikan setiap penggunaan anggaran daerah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam menunjang fasilitas pendidikan di SMPN 2 Nganjuk.

(Red.EH)

 

Continue reading Proyek Rp648 Juta di SMPN 2 Nganjuk Disorot, Dugaan Pekerjaan Tak Sesuai Spesifikasi Mencuat

Produksi Beras Nasional Kuat, Cadangan Pangan Diproyeksi Terus Naik

  

Jakarta – Pemerintah memperkirakan cadangan beras pemerintah (CBP) akan mencapai sekitar 5 juta ton dalam satu bulan ke depan. Peningkatan stok tersebut dinilai menjadi pencapaian besar dalam pengelolaan cadangan pangan nasional.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa saat ini cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog telah mencapai sekitar 3,9 juta ton.

Kepada awak media, Amran menjelaskan bahwa jumlah tersebut diperkirakan terus meningkat dalam waktu dekat. Bahkan, dalam pekan ini stok diproyeksikan menembus angka 4 juta ton dan dapat mencapai sekitar 5 juta ton pada bulan depan.

Ia menyebutkan bahwa pencapaian tersebut merupakan salah satu yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Bahkan, jika tren peningkatan produksi terus berlanjut, stok beras pemerintah berpotensi mencapai sekitar 6 juta ton pada pertengahan tahun ini.

Data Badan Pangan Nasional mencatat realisasi pengadaan beras dalam negeri hingga 11 Maret 2026 telah mencapai sekitar 928,2 ribu ton. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 719,3 ribu ton.

Menurut Amran, peningkatan tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian serta meningkatkan produksi pangan nasional.

Selain menjaga pasokan dalam negeri, pemerintah juga membuka peluang ekspor beras ke sejumlah negara. Pengiriman beras sebelumnya telah dilakukan ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia. Ke depan, beberapa negara lain juga disebut berpotensi menjadi tujuan ekspor berikutnya.

Sementara itu, pemerintah memastikan ketersediaan beras nasional dalam kondisi sangat aman. Saat ini total stok beras nasional diperkirakan mencapai sekitar 27,99 juta ton.

Jumlah tersebut terdiri dari cadangan beras yang dikelola Bulog sekitar 3,76 juta ton, stok yang berada di masyarakat sekitar 12,5 juta ton, serta potensi produksi dari padi yang siap panen atau standing crop sebesar 11,73 juta ton.

Dengan jumlah tersebut, pasokan beras nasional dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat hingga sekitar 324 hari ke depan atau hampir 11 bulan.

Produksi beras nasional juga tercatat tetap stabil dengan rata-rata produksi bulanan berkisar antara 2,6 juta hingga 5,7 juta ton. Angka ini berada di atas rata-rata konsumsi nasional yang mencapai sekitar 2,59 juta ton per bulan.

Pemerintah juga menegaskan bahwa kondisi pangan nasional tetap stabil meskipun dunia tengah menghadapi dinamika geopolitik serta potensi gangguan iklim.

Dengan produksi yang kuat serta cadangan pangan yang terus meningkat, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional akan tetap terjaga dalam waktu ke depan.

(Red.EH)

Continue reading Produksi Beras Nasional Kuat, Cadangan Pangan Diproyeksi Terus Naik

Investor Pasar Modal di Kediri Naik Tajam, SID Tembus 535 Ribu

  

Kediri – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri, Jawa Timur, mencatat kinerja industri jasa keuangan di wilayah kerjanya hingga Desember 2025 tetap terjaga dengan baik serta menunjukkan tren pertumbuhan yang stabil.

Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri, menyampaikan bahwa stabilitas tersebut terlihat dari meningkatnya kepercayaan masyarakat dalam menempatkan dana di sektor perbankan maupun pasar modal.

Kepada awak media, ia menjelaskan bahwa penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Desember 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 4,20 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy), dengan total mencapai Rp106,9 triliun.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan pada sejumlah produk perbankan, terutama tabungan dan giro yang menunjukkan perkembangan positif sepanjang tahun.

Meski demikian, dari sisi penyaluran kredit tercatat mengalami perlambatan. Pertumbuhan kredit tercatat minus 1,24 persen secara tahunan. Penurunan ini terutama terjadi pada sektor ekonomi pengolahan serta perdagangan besar dan eceran.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat serta sikap kehati-hatian pelaku usaha dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang berkepanjangan dan berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi di daerah.

Walau demikian, profil risiko perbankan di wilayah kerja OJK Kediri masih tergolong terjaga. Hal ini terlihat dari rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) yang berada di angka 3,19 persen, masih di bawah ambang batas yang telah ditetapkan.

Sementara itu, pada sektor pasar modal, tingkat inklusi keuangan terus menunjukkan perkembangan yang positif. Jumlah Single Investor Identification (SID) tercatat meningkat 32,97 persen secara tahunan menjadi 535.568 investor.

Instrumen investasi yang paling banyak diminati masih didominasi oleh produk reksadana dengan jumlah investor mencapai 496.295 SID atau tumbuh 33,21 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, nilai transaksi saham masyarakat di wilayah kerja OJK Kediri juga mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai Rp6,2 triliun atau naik sebesar 269,24 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal sebagai alternatif pengelolaan keuangan.

Di sisi lain, OJK Kediri juga terus menggencarkan edukasi keuangan serta perlindungan konsumen melalui berbagai program literasi. Upaya ini dilakukan dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan yang melibatkan ribuan peserta di 13 kota dan kabupaten di wilayah kerjanya.

Program edukasi tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di sejumlah daerah. Kegiatan literasi dilakukan melalui berbagai program seperti pembiayaan melawan rentenir, program Satu Rekening Satu Pelajar, edukasi Hari Indonesia Menabung, Kediri Financial Festival, hingga edukasi keuangan bagi kelompok penyandang disabilitas.

Melalui berbagai program tersebut, OJK berharap tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat terus meningkat sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

(Red.EH)

Continue reading Investor Pasar Modal di Kediri Naik Tajam, SID Tembus 535 Ribu

Harga BBM Subsidi Dipastikan Stabil Hingga Akhir Triwulan Pertama 2026

  

Jakarta – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir triwulan pertama tahun 2026. Kepastian tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung.

Menurutnya, Pertalite yang memiliki kadar RON 90 merupakan BBM bersubsidi yang harganya masih dipertahankan oleh pemerintah. Saat ini, bahan bakar tersebut tetap dijual dengan harga Rp10.000 per liter meskipun harga minyak dunia tengah mengalami gejolak.

Kepada awak media, Yuliot menjelaskan bahwa pemerintah telah memutuskan untuk tidak melakukan penyesuaian harga Pertalite hingga berakhirnya triwulan pertama tahun ini.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan harga minyak mentah dunia yang belakangan mengalami kenaikan akibat dinamika geopolitik, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah.

Selain itu, pemerintah juga akan mengevaluasi alokasi subsidi serta kompensasi energi yang telah disiapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hasil evaluasi tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan kebijakan selanjutnya terkait harga BBM bersubsidi.

Sementara itu, sebelumnya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menegaskan bahwa harga BBM subsidi dipastikan tidak mengalami kenaikan dalam waktu dekat. Saat ini, Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Solar subsidi atau Biosolar berada di angka Rp6.800 per liter.

Pernyataan tersebut muncul sebagai respons terhadap lonjakan harga minyak mentah dunia yang sempat menembus angka sekitar US$110 per barel. Meski demikian, pemerintah memastikan masyarakat tidak perlu khawatir karena harga BBM subsidi masih tetap dipertahankan.

(Red.EH)

Continue reading Harga BBM Subsidi Dipastikan Stabil Hingga Akhir Triwulan Pertama 2026