, ,

Resmikan RTH Baru, Wali Kota Vinanda Kampanyekan Kota Kediri Lebih Hijau

 

KAMPANYE POLA HIDUP SEHAT: Wali Kota Vinanda Prameswati (kanan) gowes bersama pejabat Pemkot Kediri dan perwakilan forkopimda ke kawasan Taman Sekartaji untuk bersih-bersih sungai.


KEDIRI - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati terus mendorong penerapan pola hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat. Salah satu upayanya diwujudkan melalui kegiatan bersepeda bersama, aksi bersih-bersih sungai, serta peresmian ruang terbuka hijau (RTH) baru di kawasan Taman Sekartaji, Jumat (31/7).

Mengawali kegiatan dari halaman Balai Kota Kediri, Vinanda bersama jajaran Pemerintah Kota Kediri, Komunitas Suket Teki, dan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Kediri mengayuh sepeda menuju Taman Sekartaji. Setibanya di lokasi, rombongan langsung melakukan aksi membersihkan area sungai sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Menurut perempuan yang akrab disapa Mbak Wali itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk membiasakan masyarakat menerapkan pola hidup sehat sekaligus meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan. Ia menegaskan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Vinanda juga meresmikan ruang terbuka hijau baru yang telah ditata di kawasan Taman Sekartaji. Area yang sebelumnya kurang terawat itu kini disulap menjadi taman yang lebih hijau, bersih, dan nyaman untuk dimanfaatkan masyarakat.

Ia berharap taman tersebut dapat menjadi ruang edukasi bagi anak-anak, tempat berkumpul keluarga, sarana interaksi sosial, sekaligus berfungsi sebagai paru-paru kota. Kehadiran ruang terbuka hijau itu juga diharapkan mampu menjadi alternatif lokasi rekreasi bagi warga Kota Kediri.

BERI CONTOH: Wali Kota Vinanda Prameswati ikut membersihkan sampah di kawasan Taman Sekartaji Kota Kediri.



Vinanda menambahkan, lahan-lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal sebaiknya dialihkan menjadi ruang terbuka hijau agar wajah Kota Kediri semakin tertata. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memenuhi target minimal 20 persen ruang terbuka hijau di wilayah kota.

Meski target tersebut belum tercapai, Pemerintah Kota Kediri berkomitmen menambah luasan ruang terbuka hijau secara bertahap. Ia juga mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan, merawat fasilitas yang tersedia, serta memanfaatkan taman secara bijak agar keberadaannya dapat terus memberikan manfaat bagi warga.

Kegiatan bersepeda dan aksi bersih-bersih sungai tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Gerakan Indonesia Asri. Melalui kegiatan itu, Pemerintah Kota Kediri berupaya membangun budaya hidup bersih, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus memperkenalkan ruang terbuka hijau baru kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut turut diikuti Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Sekretaris Daerah Bagus Alit, Ketua TP PKK Ferry Silviana Abu Bakar, Asisten, Staf Ahli, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat se-Kota Kediri, Komunitas Suket Teki, serta Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Kediri. (red/hep)

Continue reading Resmikan RTH Baru, Wali Kota Vinanda Kampanyekan Kota Kediri Lebih Hijau
, , ,

Siswa SMK Kartanegara Wates Raih Emas LKS Nasional, Aliansi Kediri Bangkit Soroti SMKN 1 Kota Kediri

Hamzah berhasil menyabet Juara 1 (Medali Emas) dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS)



KEDIRI — Organisasi masyarakat Aliansi Kediri Bangkit memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Moh. Hamzah Rizqi, siswa SMK Kartanegara Wates, Kabupaten Kediri. Hamzah berhasil menyabet Juara 1 (Medali Emas) dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) Tingkat Nasional 2026 untuk bidang Teknik Pengelasan (Welding).


​Capaian gemilang ini dinilai tidak hanya mengharumkan nama Kabupaten Kediri dan Provinsi Jawa Timur, tetapi juga menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan pendidikan vokasi yang berdaya saing tinggi di kancah nasional.


​Koordinator Aliansi Kediri Bangkit, Bagus Romadon, menyampaikan bahwa prestasi tersebut patut menjadi rujukan dan inspirasi bagi seluruh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia.


​"Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada siswa SMK Kartanegara Wates yang telah mengharumkan nama daerah. Prestasi ini membuktikan bahwa pembinaan yang konsisten dan berorientasi pada kualitas akan menghasilkan lulusan yang siap bersaing," ujar Bagus, Sabtu (1/8/2026).


​Soroti Kondusivitas dan Minta Evaluasi SMKN 1 Kota Kediri


​Namun, di tengah atmosfer kebanggaan tersebut, Aliansi Kediri Bangkit turut menyoroti dinamika tata kelola di satuan pendidikan vokasi lainnya. Pihaknya secara terbuka meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembinaan prestasi serta kepemimpinan di SMKN 1 Kota Kediri.


​Evaluasi ini mencakup dua poin utama:


  • ​Capaian Prestasi: Penilaian objektif terhadap track record dan iklim pembinaan siswa selama periode 2025–2026.
  • ​Kondusivitas Sekolah: Penanganan aspirasi masyarakat terkait iklim belajar-mengajar dan lingkungan pendidikan di sekolah tersebut.

Menurut Bagus, keberhasilan pembinaan siswa sangat bergantung pada efektivitas kepemimpinan di tingkat satuan pendidikan.


​"Capaian prestasi sekolah merupakan salah satu indikator utama efektivitas kepemimpinan. Kami meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur melakukan evaluasi secara objektif, transparan, dan berbasis data/fakta terhadap SMKN 1 Kota Kediri," tegas Bagus.


​Dorong Kebijakan Transparan dan Pro-Pendidikan

​Lebih lanjut, Bagus menegaskan apabila hasil evaluasi menunjukkan perlunya pembenahan struktural sesuai aturan perundang-undangan, pihak otoritas diharapkan tak ragu mengambil langkah tegas.


​"Apabila hasil evaluasi menemukan alasan yang sah sesuai ketentuan, kami meminta Dinas Pendidikan mempertimbangkan langkah pembinaan hingga kebijakan administratif, termasuk opsi mutasi kepala sekolah sesuai kewenangan yang ada," tambahnya.


​Aliansi Kediri Bangkit menekankan bahwa penyampaian aspirasi ini adalah wujud peran serta masyarakat dalam mengawal mutu pendidikan nasional. Seluruh proses evaluasi diharapkan tetap mengedepankan asas profesionalitas, asas praduga tak bersalah, serta memberikan ruang klarifikasi bagi pihak-pihak terkait.


​Diharapkan, momentum kemenangan SMK Kartanegara Wates pada LKS Nasional 2026 ini dapat memicu pembenahan iklim belajar di seluruh sekolah Jawa Timur agar semakin sehat, kondusif, dan melahirkan lebih banyak generasi berprestasi. (red/hep)


Continue reading Siswa SMK Kartanegara Wates Raih Emas LKS Nasional, Aliansi Kediri Bangkit Soroti SMKN 1 Kota Kediri
, , ,

Sembilan SMP Negeri di Kediri Terapkan Program Aksi Bergizi Setiap Pekan

Dinas Kesehatan Kota Kediri mulai menggerakkan Program Aksi Bergizi di Sekolah dengan melibatkan sembilan SMP negeri



KEDIRI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri mulai mengimplementasikan Program Aksi Bergizi di Sekolah dengan melibatkan sembilan SMP negeri. Program yang diluncurkan di SMP Negeri 1 Kota Kediri pada Rabu (29/7) ini bertujuan membiasakan siswa menerapkan pola makan bergizi, meningkatkan aktivitas fisik, serta mencegah anemia pada remaja sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045.

Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin, menegaskan bahwa Aksi Bergizi di Sekolah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah awal membangun generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Menurutnya, pembentukan generasi unggul harus dimulai sejak usia dini melalui pembiasaan perilaku hidup sehat.

Ia mengapresiasi antusiasme para siswa yang mengikuti kegiatan sarapan bergizi bersama. Menu yang terdiri atas karbohidrat, protein, dan vitamin diharapkan menjadi contoh pola makan seimbang yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain membiasakan sarapan sehat, Gus Qowim juga mengajak para pelajar untuk rutin mengonsumsi buah dan sayur, aktif berolahraga, serta menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten. Khusus bagi remaja putri, ia mengingatkan pentingnya mengonsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran tenaga kesehatan sebagai upaya mencegah anemia dan menjaga kesehatan reproduksi sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Kediri menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan SMP Negeri 1 hingga SMP Negeri 9 sebagai dasar pelaksanaan Program Aksi Bergizi secara rutin setiap pekan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, Hamida, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak remaja. Selain edukasi mengenai gizi seimbang, siswi juga akan menerima tablet tambah darah setiap minggu guna mencegah anemia, sehingga ketika memasuki usia dewasa dan menjadi ibu, mereka memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik serta dapat melahirkan generasi yang sehat.

Hamida menambahkan, kerja sama dengan sekolah juga bertujuan memperkuat peran Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dalam memberikan layanan kesehatan promotif dan preventif kepada peserta didik.

Salah seorang peserta, Amanda Setiani Putri, siswi SMP Negeri 9 Kota Kediri, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, selain memperoleh edukasi tentang pentingnya gizi seimbang, peserta juga mendapatkan sarapan bergizi, makanan ringan, dan tablet tambah darah.

Amanda mengaku tidak keberatan mengonsumsi tablet tambah darah yang nantinya akan dibagikan setiap pekan. Ia merasakan manfaatnya karena tubuh menjadi lebih bugar dan tidak mudah pusing. Meski demikian, ia mengakui masih ada beberapa teman yang enggan mengonsumsinya karena menganggap tablet tersebut berbau amis.

Kegiatan yang diikuti sekitar 300 siswa itu juga diisi dengan edukasi bertema Pemenuhan Gizi bagi Remaja oleh Rr. Lieliesnaini Octaviariani Sutoyo dari IIK Bhakti Wiyata, senam bersama, sarapan bergizi, serta pembagian tablet tambah darah kepada siswi. Melalui program ini, Dinas Kesehatan berharap budaya hidup sehat dapat tumbuh dan diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah. (red/hep)


Continue reading Sembilan SMP Negeri di Kediri Terapkan Program Aksi Bergizi Setiap Pekan

Proses Hukum Belum Rampung, Nenek Korban Penganiayaan Balita Meninggal Dunia

 
Sumilah, 64, nenek MAM, balita 4 tahun asal Ngronggo yang tewas karena dianiaya saat diperiksa di Kejari Kota Kediri.


KEDIRI - Kabar duka kembali menyelimuti keluarga almarhumah MAM (4), balita asal Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota, yang sebelumnya meninggal dunia akibat dugaan penganiayaan. Nenek korban, Sumilah, dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (30/7) malam.

Informasi tersebut dibenarkan oleh penasihat hukum terdakwa, Rini Puspitasari. Menurutnya, berdasarkan keterangan keluarga, Sumilah mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 20.00 WIB di kediamannya. Kepergian almarhumah meninggalkan duka mendalam, terlebih karena ia wafat ketika proses hukum yang tengah dijalaninya di Pengadilan Negeri Kediri belum selesai.

Sebelum meninggal dunia, Sumilah diketahui sempat menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara akibat kondisi kesehatannya yang memburuk. Ia bahkan menjalani operasi kepala untuk menangani penyakit yang dideritanya. Kondisi fisik yang terus menurun setelah operasi diduga menjadi salah satu faktor yang memperparah kesehatannya hingga akhirnya meninggal dunia di rumah.

Menanggapi kabar tersebut, Kejaksaan Negeri Kota Kediri melalui Kepala Seksi Intelijen, Hadi Marsudiono, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Sumilah. Sebagai bentuk empati, kejaksaan mengirimkan perwakilan untuk bertakziah ke rumah duka. Kunjungan tersebut diwakili oleh Jaksa Penuntut Umum, Maria Febriana, yang menangani perkara dimaksud.

Selain menyampaikan belasungkawa, kehadiran jaksa juga bertujuan untuk berkoordinasi dengan pihak keluarga sekaligus menunggu penyerahan surat keterangan kematian almarhumah. Setelah dokumen tersebut diterima, kejaksaan akan melaporkannya secara berjenjang kepada pimpinan melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Pidum).

Surat keterangan kematian tersebut menjadi salah satu dokumen administratif yang diperlukan sebagai dasar bagi aparat penegak hukum dalam menentukan tindak lanjut terhadap proses persidangan perkara yang sedang berjalan. (red/hep)

Continue reading Proses Hukum Belum Rampung, Nenek Korban Penganiayaan Balita Meninggal Dunia