,

Pasutri Spesialis Curanmor Dibekuk di Kos Surabaya, Tercatat Beraksi di 5 TKP Gresik

Pasutri tersangka pencurian motor 5 TKP digiring di Mapolres Gresik.-photo by memorandum.co.id


GRESIK – Aksi pasangan suami istri yang diduga terlibat dalam serangkaian pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Kabupaten Gresik akhirnya terhenti. Tim Resmob Satreskrim Polres Gresik berhasil menangkap dua tersangka, yakni Kurniawan (30), warga Kecamatan Pakal, Surabaya, dan Lukik Eka Setiawati (38), warga Kecamatan Balung, Jember.

Kedua pelaku diamankan saat berada di sebuah rumah kos di kawasan Jalan Raya Benowo, Kecamatan Pakal, Surabaya. Dalam proses penangkapan, Kurniawan terpaksa dilumpuhkan dengan tindakan tegas terukur setelah berusaha melawan petugas.

Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Arya Widjaya, menjelaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan karena tersangka tidak kooperatif saat hendak diamankan.

“Tersangka Kurniawan kami beri tindakan tegas terukur karena melawan petugas saat proses penangkapan di tempat kosnya,” ujar Arya, Rabu (24/6/2026).

Berawal dari Laporan Kehilangan di Parkiran Minimarket

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan kehilangan sepeda motor milik Yoga Pudji Kusuma. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 21.20 WIB di halaman sebuah minimarket yang berada di Jalan Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng, Gresik.

Saat itu korban memarkir sepeda motor Honda Vario bernomor polisi W 4590 GS untuk berbelanja. Namun, ketika keluar dari toko beberapa saat kemudian, kendaraan yang telah dikunci setir tersebut sudah tidak berada di tempat semula.

Korban sempat melakukan pencarian di sekitar lokasi bersama warga setempat. Setelah tidak menemukan hasil, ia memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar minimarket. Berdasarkan rekaman tersebut, diduga pelaku membobol kunci kendaraan menggunakan alat khusus sebelum membawa kabur motor korban.

“Motor dalam kondisi terkunci setir. Diduga pelaku menggunakan alat tertentu untuk merusak sistem penguncian kendaraan. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp13 juta,” kata Arya.

Laporan korban kemudian menjadi dasar penyelidikan yang dilakukan jajaran Satreskrim Polres Gresik hingga akhirnya mengarah kepada identitas kedua tersangka.

Akui Perbuatan dan Diduga Beraksi di Sejumlah Wilayah

Dari hasil pemeriksaan awal, Kurniawan dan Lukik mengakui keterlibatan mereka dalam pencurian motor di wilayah Benjeng. Polisi juga menduga pasangan tersebut terlibat dalam aksi pencurian kendaraan bermotor lainnya di wilayah Giri, Kecamatan Kebomas.

Penyelidikan yang terus berkembang mengungkap bahwa keduanya diduga telah beraksi di sedikitnya lima tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda di Kabupaten Gresik. Beberapa lokasi yang disebut antara lain Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, kawasan minimarket di Kecamatan Kebomas, Desa Sidomukti, Kecamatan Kebomas, serta sebuah minimarket di Kecamatan Menganti.

“Dari hasil pengembangan sementara, kedua tersangka diduga telah melakukan aksi pencurian di lima lokasi berbeda. Saat ini keduanya sudah ditahan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” terang Arya.

Polisi Sita Sejumlah Barang Bukti

Dalam penangkapan tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan untuk mendukung aksi kejahatan para pelaku. Barang bukti yang disita antara lain tiga helm, satu jaket, magnet, dua kunci berbentuk huruf Y yang diduga dipakai untuk membobol dan menghidupkan kendaraan curian, serta satu unit sepeda motor Yamaha Vega yang digunakan sebagai sarana operasional saat menjalankan aksinya.

Barang-barang tersebut kini diamankan di Polres Gresik sebagai bagian dari proses penyidikan dan pembuktian perkara.

Terancam Hukuman 9 Tahun Penjara

Atas dugaan tindak pidana yang dilakukan, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 477 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan pemberatan. Pasal tersebut mengatur ancaman pidana penjara maksimal sembilan tahun bagi pelaku yang terbukti melakukan pencurian dalam keadaan tertentu yang memberatkan.

Polres Gresik menegaskan bahwa penyidikan masih terus berlanjut guna mengungkap kemungkinan adanya TKP lain maupun keterlibatan pelaku dalam jaringan pencurian kendaraan bermotor yang lebih luas.

“Kami masih melakukan pengembangan untuk mengetahui kemungkinan adanya lokasi kejadian lain serta menelusuri apakah ada pihak lain yang turut terlibat dalam aksi para tersangka,” pungkas Arya.(red/lis)

Continue reading Pasutri Spesialis Curanmor Dibekuk di Kos Surabaya, Tercatat Beraksi di 5 TKP Gresik
, ,

Kebakaran Dini Hari di Duren Sawit, Dua Warung dan Rumah Warga Ludes Terbakar

Petugas memadamkan kebakaran yang menghanguskan dua warung kelontong dan rumah warga di Jalan Laut Benda, Duren Sawit, Jakarta Timur, photo by liputan.com




 JAKARTA- Kebakaran hebat melanda kawasan Jalan Laut Benda, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Rabu dini hari (24/6/2026). Peristiwa tersebut menghanguskan dua warung kelontong serta satu rumah warga, menyebabkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai Rp200 juta.

Salah seorang korban sekaligus pemilik warung, Badriah, mengaku pertama kali mengetahui adanya kebakaran saat sedang tertidur. Ia terbangun setelah mendengar teriakan warga yang panik memberitahukan adanya kobaran api di sekitar permukiman.

"Saat itu saya sedang tidur. Tiba-tiba terdengar teriakan kebakaran dan suara gaduh dari luar. Saya langsung bangun dan membangunkan suami untuk menyelamatkan diri," ujar Badriah.

Kobaran api yang membesar dalam waktu singkat membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah. Mereka berusaha menyelamatkan diri sekaligus membantu proses evakuasi barang-barang milik korban agar tidak ikut dilalap si jago merah.

Menurut Badriah, api dengan cepat menjalar karena banyaknya material mudah terbakar yang tersimpan di dalam warung. Kondisi diperparah dengan adanya bensin eceran yang dijual di salah satu warung kelontong sehingga mempercepat penyebaran api.

Warga sempat melakukan upaya pemadaman secara mandiri menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran. Namun, besarnya kobaran api membuat usaha tersebut tidak mampu menghentikan laju penyebaran api.

Mendapat laporan kejadian, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Timur segera mengerahkan armada dan personel ke lokasi. Sebanyak 14 unit mobil pemadam kebakaran dengan dukungan sekitar 70 personel diterjunkan untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Berdasarkan keterangan sementara dari korban, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik yang terjadi pada salah satu warung kelontong. Dugaan tersebut juga diperkuat oleh hasil pemeriksaan awal petugas di lapangan.

Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Abdul Wahid, menjelaskan bahwa seluruh penghuni yang terdampak berhasil dievakuasi dengan selamat. Tercatat sebanyak delapan kepala keluarga atau 18 jiwa terdampak dalam peristiwa tersebut.

"Kerugian ditaksir sekitar Rp200 juta dan penyebab kebakaran sementara diduga akibat korsleting listrik," kata Abdul Wahid.

Ia menambahkan, proses pemadaman dimulai sekitar pukul 03.44 WIB dan baru berhasil diselesaikan sepenuhnya pada pukul 05.32 WIB. Berkat kesigapan petugas, api berhasil dilokalisasi sehingga tidak merembet ke lebih banyak bangunan di kawasan padat penduduk tersebut.

Meski menimbulkan kerusakan cukup besar pada bangunan dan usaha milik warga, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden kebakaran tersebut. Pihak berwenang masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.(red/lis)

Continue reading Kebakaran Dini Hari di Duren Sawit, Dua Warung dan Rumah Warga Ludes Terbakar
, , , ,

RS Bhayangkara Jombang Dipadati Warga, Polda Jatim Hadirkan Beragam Layanan Kesehatan Gratis

    Warga memadati RS Bhayangkara Jombang-- Photo by memorandum.co.id


JOMBANG – Suasana berbeda tampak di Rumah Sakit Bhayangkara Jombang pada Selasa (23/6/2026). Sejak pagi hari, kawasan rumah sakit dipadati ratusan warga yang datang untuk memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang diselenggarakan Kepolisian Daerah Jawa Timur dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.

Masyarakat dari berbagai kalangan dan usia terlihat antusias mengikuti kegiatan bakti kesehatan tersebut. Para lansia tampak sabar mengantre untuk mendapatkan pemeriksaan dan operasi katarak, sementara puluhan anak bersama orang tua mereka mengikuti program khitanan massal. Di sisi lain, banyak warga memanfaatkan kesempatan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan umum serta berkonsultasi dengan tenaga medis secara gratis.

Kegiatan sosial yang berlangsung di RS Bhayangkara Jombang itu dihadiri langsung oleh Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Pasma Royce. Dalam pelaksanaannya, Polda Jatim menargetkan dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada sekitar 2.500 warga melalui berbagai program dan layanan medis yang disediakan.

Kabiddokkes Polda Jawa Timur, Kombes Pol Dr. dr. Wahono Edhi P., Sp.PD., MARS., FINASIM, menjelaskan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting dan masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat dalam memperoleh akses layanan yang mudah dan terjangkau. Oleh karena itu, momentum Hari Bhayangkara dimanfaatkan untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang dapat dirasakan secara langsung oleh warga.

“Momentum Hari Bhayangkara ke-80 kami isi dengan pelayanan kesehatan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Target kami hari ini melayani sekitar 2.500 warga melalui berbagai layanan kesehatan,” ujar Kombes Wahono.

Beragam layanan kesehatan diberikan dalam kegiatan tersebut. Selain operasi katarak dan khitanan massal, masyarakat juga mendapatkan akses terhadap operasi celah bibir dan celah langit-langit, pemeriksaan kesehatan gratis, pengobatan umum maupun spesialis, pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta konsultasi medis yang ditangani oleh tenaga kesehatan profesional.

Program ini menjadi kesempatan berharga bagi masyarakat, terutama mereka yang selama ini memiliki keterbatasan dalam mengakses layanan kesehatan. Tidak sedikit warga yang datang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Jombang untuk mendapatkan pelayanan medis yang berkualitas tanpa dipungut biaya.

Selain pelayanan kesehatan, Polda Jatim juga memberikan edukasi mengenai program Kartu Bhayangkara Prioritas. Melalui program tersebut, masyarakat yang memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan aktif dapat memperoleh kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara dengan standar pelayanan yang setara dengan yang diterima keluarga besar Polri.

Kombes Wahono menegaskan bahwa Rumah Sakit Bhayangkara Jombang merupakan fasilitas kesehatan yang terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

“Rumah sakit ini bukan hanya untuk anggota Polri dan keluarganya, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum yang membutuhkan pelayanan kesehatan berkualitas,” tegasnya.

Ia menambahkan, kegiatan bakti kesehatan ini sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan Rumah Sakit Bhayangkara Jombang sebagai fasilitas kesehatan yang siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat luas.

Lebih dari sekadar kegiatan sosial, bakti kesehatan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kesejahteraan masyarakat. Melalui pelayanan kesehatan yang diberikan, Polri ingin hadir lebih dekat dan memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas hidup warga.

Polda Jatim berharap kegiatan seperti ini mampu membantu masyarakat memperoleh akses kesehatan yang lebih baik sekaligus memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat. Kehadiran Polri diharapkan tidak hanya dirasakan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui berbagai program kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat.

Bagi ribuan warga yang hadir, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 bukan hanya menjadi agenda institusi kepolisian semata. Momentum tersebut berubah menjadi simbol kepedulian, pelayanan, dan harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan akses kesehatan yang lebih mudah, cepat, dan berkualitas.(red/lis)

Continue reading RS Bhayangkara Jombang Dipadati Warga, Polda Jatim Hadirkan Beragam Layanan Kesehatan Gratis
, , ,

Tiga Tahun Tak Ada Kabar, YTR Muncul Kembali dengan Kondisi Mengenaskan

 

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat Siska Gerfianti saat menjenguk YTR (29), korban penyekapan dan penganiayaan oleh kekasihnya. (Liputan6.com/ Dok Ist) Foto by LIPUTAN6


BANDUNG – Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang menimpa seorang perempuan berinisial YTR (29) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menyita perhatian publik. Korban diduga mengalami kekerasan fisik secara berulang selama kurang lebih tiga tahun hingga mengalami luka berat, kehilangan penglihatan, serta trauma mendalam.

Kasus ini terungkap setelah keluarga korban menerima pesan WhatsApp dari seseorang yang tidak dikenal. Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa YTR sedang berada di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Mendapat informasi tersebut, keluarga segera mendatangi rumah sakit dan mendapati kondisi korban sangat memprihatinkan.

Menurut keterangan Kepolisian Daerah Jawa Barat, korban ditemukan dengan sejumlah luka berat di bagian kepala, wajah, dan kaki, serta luka ringan pada tangan. Kondisi fisiknya menunjukkan indikasi bahwa korban telah mengalami kekerasan dalam jangka waktu yang panjang.

Hilang Selama Tiga Tahun

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengungkapkan bahwa sebelum ditemukan di rumah sakit, YTR diketahui telah hilang kontak dengan keluarganya selama sekitar tiga tahun. Dalam periode tersebut, keluarga nyaris tidak mengetahui keberadaan korban.

Penyelidikan awal mengarah pada dugaan bahwa korban mengalami penyekapan dan penganiayaan oleh seorang pria berinisial TH. Selama bertahun-tahun, korban diduga tidak memiliki kebebasan untuk berkomunikasi dengan keluarga maupun lingkungan luar.

“Korban diduga mengalami kekerasan menggunakan tangan kosong, benda tumpul, hingga senjata tajam. Selain itu, terdapat dugaan kehilangan sejumlah barang berharga milik korban,” ujar Hendra.

Akibat kekerasan yang dialaminya, korban mengalami dampak fisik yang sangat serius. Selain kehilangan kemampuan melihat secara normal, YTR juga mengalami kesulitan berbicara, tidak mampu berjalan, dan mengalami kerugian materi yang diperkirakan mencapai Rp52 juta.

Diduga Dilakukan oleh Kekasih Sendiri

Keluarga korban menduga pelaku adalah TH (30), yang diketahui merupakan kekasih YTR. Adik korban, Syahrul Ulum (26), mengatakan kakaknya berkenalan dengan TH pada tahun 2023 dalam sebuah konser musik. Hubungan keduanya kemudian berkembang menjadi hubungan asmara.

Menurut Syahrul, TH sempat diperkenalkan kepada keluarga. Namun tidak lama setelah itu, perilaku korban berubah drastis dan perlahan menghilang dari lingkungan keluarga.

“Setelah itu kakak saya tidak pernah lagi pulang ke rumah. Kami kehilangan kontak dan tidak tahu keberadaannya selama bertahun-tahun,” kata Syahrul.

Keluarga sempat menerima satu kali komunikasi dari korban selama masa menghilang tersebut. Namun komunikasi berlangsung sangat terbatas sehingga menimbulkan kecurigaan bahwa korban berada di bawah tekanan dan pengawasan seseorang.

Keluarga selama ini mengira YTR bekerja di Jakarta. Belakangan mereka menduga informasi tersebut hanyalah rekayasa yang digunakan pelaku untuk menutupi keberadaan korban.

“Kami merasa selama ini dikelabui. Kakak saya diduga tidak diperbolehkan memegang telepon genggam dan tidak bebas berkomunikasi,” ujarnya.

Kondisi Korban Sangat Memprihatinkan

Saat ini YTR masih menjalani perawatan intensif di RSHS Bandung. Berdasarkan pengakuan awal korban kepada keluarga, ia mengalami penganiayaan menggunakan benda tumpul maupun senjata tajam.

Luka yang dialami korban tergolong berat. Salah satu matanya mengalami infeksi serius, sementara mata lainnya mengalami penyusutan. Korban juga mengalami kerusakan pada bagian bibir, bekas luka bacokan pada kaki, serta kehilangan kemampuan melihat.

Polda Jawa Barat kemudian mengungkapkan hasil pemeriksaan medis yang menunjukkan bahwa kedua mata korban telah mengalami kebutaan permanen. Selain itu, enam gigi depan bagian atas korban dilaporkan rontok dan bibirnya mengalami kerusakan berat hingga tampak sumbing.

Hingga kini penyidik belum dapat mengambil keterangan resmi melalui Berita Acara Pemeriksaan (BAP) karena kondisi korban masih belum memungkinkan untuk berkomunikasi secara jelas dan stabil.

Pelaku Masih Diburu Polisi

Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Polda Jawa Barat masih melakukan pengejaran terhadap TH yang diduga menjadi pelaku utama dalam kasus tersebut.

Direktur PPA dan TPPO Polda Jabar, Kombes Pol Rumi Untari, menyatakan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung dan sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk memperkuat konstruksi perkara.

“Pengejaran terhadap terduga pelaku masih terus dilakukan. Penyidik juga masih mendalami berbagai fakta yang terungkap dari hasil pemeriksaan saksi,” ujarnya.

Pihak keluarga berharap aparat kepolisian dapat segera menangkap pelaku dan mengusut kasus tersebut hingga tuntas guna mencegah munculnya korban lain di masa mendatang.

Pemulihan Fisik dan Psikologis

Di tengah proses hukum yang berjalan, kondisi korban perlahan menunjukkan perkembangan positif. Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat, Siska Gerfianti, korban kini sudah mulai dapat diajak berkomunikasi meskipun masih sangat terbatas.

Untuk mendukung proses pemulihan, pihak rumah sakit bersama keluarga membatasi jumlah pengunjung yang datang menjenguk korban. Langkah tersebut dilakukan agar korban dapat fokus menjalani perawatan dan pemulihan psikologis.

Selain penanganan medis, korban juga mendapatkan pendampingan kejiwaan dari dokter psikiatri. Tim medis menilai korban mengalami trauma berat akibat dugaan kekerasan yang berlangsung dalam waktu lama.

Dari sisi medis, terdapat peluang pemulihan pada beberapa bagian tubuh korban melalui tindakan bedah plastik rekonstruktif. Namun proses tersebut diperkirakan membutuhkan waktu panjang dan kemungkinan dilakukan dalam beberapa tahap operasi.

Meski demikian, pihak rumah sakit dan pemerintah daerah memilih tidak mengungkap detail kondisi medis korban karena sebagian informasi telah menjadi bagian dari proses penyidikan dan rekam medis pasien.

Menunggu Keadilan

Kasus yang menimpa YTR kini menjadi sorotan luas karena dugaan penyekapan dan penganiayaan berlangsung dalam waktu yang sangat lama tanpa terdeteksi. Korban diduga disekap di sebuah rumah indekos di kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung, selama kurang lebih tiga tahun.

Publik kini menantikan keberhasilan aparat kepolisian dalam menangkap terduga pelaku sekaligus mengungkap secara menyeluruh motif serta kronologi kekerasan yang dialami korban. Sementara itu, keluarga berharap YTR dapat pulih secara fisik dan mental setelah melewati penderitaan panjang yang mengubah hidupnya secara drastis. (red/lisa)

Continue reading Tiga Tahun Tak Ada Kabar, YTR Muncul Kembali dengan Kondisi Mengenaskan