MALANG – Berjalan kaki menjadi salah satu aktivitas fisik paling sederhana yang bisa dilakukan hampir semua orang. Meski terlihat ringan, kebiasaan berjalan kaki selama 30 menit setiap hari ternyata mampu memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh maupun mental.
Aktivitas ini dapat dilakukan sekaligus dalam satu waktu atau disisipkan di sela rutinitas harian, seperti berjalan menuju tempat kerja, berkeliling lingkungan rumah, maupun menikmati suasana ruang terbuka.
Pelatih kebugaran Seth Forman menyebut, berjalan kaki secara rutin dapat memberikan dampak positif bagi tubuh, mulai dari memperkuat jantung, membantu menjaga berat badan, hingga meningkatkan suasana hati.
"Aktivitas ini memperkuat jantung, membantu menjaga berat badan, serta memicu pelepasan endorfin yang dapat memperbaiki suasana hati dan mengurangi stres," ujarnya.
Pendapat serupa disampaikan pelatih kesehatan dan kebugaran Lindsay Tullis. Menurutnya, kebiasaan berjalan kaki selama 30 menit dapat meningkatkan daya tahan tubuh, memperkuat otot, serta membantu mengelola sejumlah risiko penyakit kronis.
Selain itu, berjalan kaki di luar ruangan atau area hijau juga memberikan efek tambahan berupa rasa rileks yang membantu tubuh dan pikiran lebih tenang.
Berikut sejumlah manfaat berjalan kaki selama 30 menit setiap hari:
1. Menjaga Kesehatan Jantung
Berjalan kaki secara rutin dapat membantu meningkatkan kebugaran kardiovaskular. Aktivitas ini membuat tubuh lebih efisien dalam menggunakan oksigen sekaligus mendukung kerja jantung dan pembuluh darah.
Pelatih pribadi bersertifikat Ronny Garcia menjelaskan, berjalan kaki dapat meningkatkan detak jantung sehingga membantu memperbaiki sirkulasi darah, menjaga tekanan darah, serta menurunkan risiko penyakit jantung.
"Berjalan kaki meningkatkan detak jantung, membantu menurunkan tekanan darah, memperbaiki sirkulasi, dan mengurangi risiko penyakit jantung secara keseluruhan," jelasnya.
2. Membantu Mengurangi Stres
Manfaat berjalan kaki tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan mental.
Aktivitas sederhana ini dapat membantu mengurangi stres, kecemasan, hingga gejala depresi ringan karena mampu meningkatkan aliran darah ke otak dan merangsang pelepasan hormon yang membuat tubuh merasa lebih nyaman.
Berjalan kaki di taman atau kawasan hijau bahkan dapat memberikan efek relaksasi lebih besar sehingga suasana hati menjadi lebih baik.
3. Menjaga Kekuatan Otot, Sendi, dan Tulang
Berjalan kaki termasuk olahraga berdampak rendah (low impact) yang relatif aman bagi persendian. Gerakan saat berjalan melibatkan otot kaki, bokong, hingga otot inti sehingga membantu meningkatkan kekuatan tubuh secara bertahap.
Kebiasaan ini juga dapat membantu menjaga kepadatan tulang dan mengurangi risiko pengeroposan tulang seiring bertambahnya usia.
Bagi orang yang baru mulai berolahraga, berjalan kaki bisa menjadi langkah awal untuk membangun kebugaran, mobilitas, dan daya tahan tubuh.
4. Membantu Mengontrol Berat Badan
Berjalan kaki selama 30 menit setiap hari dapat meningkatkan aktivitas fisik sehingga membantu tubuh mengatur keseimbangan energi.
Kebiasaan tersebut dapat mendukung pembakaran kalori, membantu mengurangi lemak tubuh, sekaligus mempertahankan massa otot.
Namun, hasilnya akan lebih maksimal apabila dibarengi pola makan bergizi seimbang dan gaya hidup sehat secara menyeluruh.
Meski sederhana, berjalan kaki rutin selama 30 menit dapat menjadi investasi kesehatan jangka panjang. Dengan konsistensi dan pola hidup yang baik, aktivitas ringan ini mampu memberikan dampak besar bagi kualitas hidup.(red/lis)