Prabowo Telepon MBS, Perkuat Diplomasi Perdamaian

  

Jakarta — Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan panggilan telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), Rabu (11/3/2026), untuk membahas eskalasi militer yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan keterangan dari awak media diplomatik, kedua pemimpin meninjau situasi terkini terkait konflik yang sedang berlangsung. Mereka sepakat bahwa dampak perang tersebut dapat mengganggu perdamaian baik di tingkat regional maupun global.

Dalam percakapan tersebut, Prabowo menekankan perlunya penghentian segera aksi militer. Menurutnya, kelanjutan konflik berpotensi merusak keamanan dan stabilitas kawasan.

Hingga saat ini, upaya konfirmasi lebih lanjut dari pihak Sekretaris Kabinet dan Menteri Sekretaris Negara terkait pembicaraan ini masih belum membuahkan jawaban.

(Red.EH)

Continue reading Prabowo Telepon MBS, Perkuat Diplomasi Perdamaian

Jakarta dan Tantangan Krisis Pengemudi Ojol

  

Jakarta — Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat di Jakarta ramai membicarakan fenomena yang disebut sebagai “krisis ojol”. Istilah tersebut muncul setelah banyak pengguna mengaku kesulitan mendapatkan pengemudi ojek online saat melakukan pemesanan.

Keluhan ini banyak disampaikan di berbagai platform media sosial seperti X dan Instagram. Selain sulit menemukan pengemudi, sejumlah pengguna juga mengaku waktu tunggu menjadi lebih lama meskipun pesanan telah diterima oleh mitra pengemudi.

Menurut pantauan awak media, kondisi tersebut kerap terjadi terutama pada malam hari atau saat jam pulang kerja. Tidak hanya layanan roda dua, pengguna juga mengaku kesulitan mendapatkan layanan taksi online.

Pihak Grab Indonesia mengaku telah menerima berbagai keluhan dari masyarakat terkait fenomena tersebut. Director of Mobility, Food, & Logistics Grab Indonesia, Tyas Widyastuti, menyampaikan bahwa secara umum layanan perusahaan masih berjalan normal.

Ia menjelaskan bahwa pada waktu tertentu di beberapa area, pengguna memang dapat mengalami waktu tunggu yang lebih lama dari biasanya. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya permintaan terhadap berbagai layanan transportasi dan pengantaran.

Awak media menyebutkan bahwa lonjakan permintaan tidak hanya terjadi pada layanan transportasi, tetapi juga pada layanan pengiriman barang serta pesan-antar makanan yang disediakan platform tersebut.

Selain meningkatnya permintaan, ketersediaan pengemudi juga dipengaruhi beberapa faktor lain. Di antaranya adalah kondisi cuaca buruk yang sempat memicu banjir di sejumlah ruas jalan serta kepadatan lalu lintas yang lebih tinggi dari biasanya.

Pihak Grab menyatakan saat ini tim operasional tengah melakukan sejumlah langkah untuk menstabilkan kembali ketersediaan mitra pengemudi. Upaya tersebut dilakukan agar keseimbangan antara permintaan layanan dan jumlah pengemudi di lapangan dapat kembali terjaga.

Perusahaan juga memastikan akan terus memantau perkembangan situasi secara berkala, terutama menjelang periode Ramadan dan Idul Fitri, yang biasanya diikuti peningkatan aktivitas masyarakat serta lonjakan permintaan layanan transportasi dan pengantaran.

Dengan berbagai penyesuaian operasional yang dilakukan, diharapkan layanan bagi pengguna, mitra pengemudi, maupun merchant dapat kembali berjalan lebih optimal.

(Red.EH)


Continue reading Jakarta dan Tantangan Krisis Pengemudi Ojol

Penyelundupan Sabu Melalui Jalur Pelabuhan Merak Digagalkan

  

Banten — Aparat dari Polda Banten berhasil mengungkap kasus penyelundupan narkotika jenis sabu dengan berat sekitar 15 kilogram di kawasan Pelabuhan Merak. Pengungkapan tersebut merupakan hasil operasi pengamanan yang dilakukan dalam beberapa waktu terakhir.

Kapolda Banten Hengki menjelaskan bahwa dalam kurun waktu sepekan terakhir, petugas berhasil mengamankan sejumlah penumpang yang membawa barang terlarang, termasuk narkotika dan senjata api, khususnya di area terminal eksekutif pelabuhan.

Menurut keterangan yang disampaikan kepada awak media di Mapolda Banten, Kota Serang, jumlah sabu yang berhasil diamankan mencapai sekitar 15 kilogram.

Meski demikian, pihak kepolisian belum merinci lebih jauh terkait kronologi maupun jumlah tersangka yang telah diamankan. Kasus tersebut saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas.

Untuk memperkuat pengawasan, kepolisian juga menempatkan personel dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten serta Direktorat Pengamanan Objek Vital di kawasan pelabuhan, khususnya di Pelabuhan Merak yang menjadi salah satu jalur penyeberangan utama.

Selain pengamanan di area pelabuhan, aparat juga akan melakukan penjagaan di atas kapal penyeberangan. Personel gabungan dari kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia akan bertugas memastikan keamanan selama proses pelayaran.

Awak media menyebutkan bahwa pengamanan tersebut melibatkan berbagai unsur kepolisian, termasuk personel Brimob dan Polair, yang akan melakukan pengawalan setiap keberangkatan maupun kedatangan kapal.

Di sisi lain, pihak kepolisian juga meninjau kesiapan infrastruktur penunjang bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui jalur tersebut. Beberapa fasilitas seperti jalan tol dan marka jalan masih dalam tahap penyempurnaan guna mendukung kelancaran arus transportasi.

Pengamanan terpadu ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan serta kenyamanan masyarakat yang menggunakan jalur penyeberangan di wilayah Banten.

(Red.EH)

Continue reading Penyelundupan Sabu Melalui Jalur Pelabuhan Merak Digagalkan

Produktivitas Tinggi, Pemerintah Perluas Pasar Ekspor Beras

  

Jakarta — Pemerintah tengah menyiapkan langkah untuk memperluas pasar ekspor beras Indonesia ke sejumlah negara. Selain Arab Saudi, beberapa negara di kawasan regional seperti MalaysiaFilipina, dan Papua Nugini juga masuk dalam daftar tujuan ekspor berikutnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Pertanian Sudaryono saat memberikan keterangan kepada awak media di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, rencana pengiriman beras ke negara-negara tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan. Ia menilai peluang ekspor semakin terbuka seiring dengan meningkatnya produktivitas beras di dalam negeri.

Awak media menyebutkan bahwa tingginya produksi beras nasional menjadi faktor utama yang mendorong pemerintah untuk memperluas pasar ke luar negeri. Dengan kondisi tersebut, ekspor dinilai sebagai langkah strategis agar surplus produksi dapat dimanfaatkan secara optimal.

Sebelumnya, Indonesia telah lebih dulu melakukan ekspor beras ke Arab Saudi dengan volume sekitar 2.000 ton. Pemerintah melihat potensi pengiriman beras ke negara tersebut masih sangat besar.

Bahkan, menurut keterangan awak media, volume ekspor beras ke Arab Saudi berpeluang meningkat hingga mencapai antara 20.000 hingga 50.000 ton. Pasokan beras tersebut tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan jemaah asal Indonesia, tetapi juga untuk mendukung kebutuhan jemaah haji dan umrah dari berbagai negara.

Pemerintah pun terus mengevaluasi peluang pasar agar ekspor beras Indonesia dapat meningkat sekaligus memperkuat posisi sektor pangan nasional di pasar internasional.

(Red.EH)

Continue reading Produktivitas Tinggi, Pemerintah Perluas Pasar Ekspor Beras