,

AKBP Anggi dan AKBP Bramastyo Resmi Dimutasi, Jabatan Kapolres Kediri Raya Berganti

Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim (kiri) dan Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji (kanan). photo by radar kediri



KEDIRI - Mutasi di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) turut berdampak pada jajaran kepolisian di Kediri Raya. Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim dan Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji mendapat penugasan baru berdasarkan kebijakan rotasi yang melibatkan 190 personel.

AKBP Anggi dipercaya mengemban jabatan sebagai Kasubbag Penyeleksian Pendidikan Pengembangan Umum, Bagian Penyeleksian Pendidikan, Biro Pengendalian Personel, Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri. Sementara itu, AKBP Bramastyo ditugaskan sebagai Kabag Pembinaan Karier Biro SDM Polda Jawa Tengah.

Hingga berita ini ditulis, jadwal pelaksanaan serah terima jabatan (sertijab) kedua pejabat tersebut masih belum ditetapkan. Kasi Humas Polres Kediri Kota AKP Sundari mengatakan pihaknya belum menerima informasi mengenai waktu pelaksanaan sertijab.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, posisi Kapolres Kediri Kota akan diisi oleh AKBP Kresno Wisnu Putranto yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubbagsumda Bagrenmin Divpropam Polri. Sementara jabatan Kapolres Kediri akan diemban AKBP dr. Muh. Wahyudin Latif, SH, SIK, MSi, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Probolinggo.

Saat dikonfirmasi, AKBP Anggi membenarkan mutasi tersebut dan menyampaikan apresiasi atas doa serta ucapan selamat yang diberikan kepadanya menjelang penugasan baru.

AKBP Anggi mulai memimpin Polres Kediri Kota sejak Juli 2025. Selama masa kepemimpinannya, ia menghadapi sejumlah peristiwa penting, termasuk kerusuhan yang terjadi pada Agustus 2025. Meski Markas Polres mengalami kerusakan cukup parah, proses penegakan hukum tetap berjalan sesuai ketentuan terhadap para pelaku.

Di bawah kepemimpinannya, Polres Kediri Kota juga berhasil mengungkap sejumlah kasus menonjol, seperti pencurian dengan modus pecah kaca di 13 lokasi, pengungkapan pabrik produksi video porno, kasus penganiayaan balita hingga meninggal dunia, serta berbagai tindak kriminal yang melibatkan anggota perguruan silat.

Dalam enam bulan terakhir, Polres Kediri Kota juga meningkatkan upaya pemberantasan narkotika. Hal itu tercermin dari meningkatnya jumlah barang bukti yang berhasil diamankan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Di sisi lain, AKBP Bramastyo memohon doa agar dapat menjalankan amanah di tempat tugas yang baru dengan baik. Selama memimpin Polres Kediri, ia turut mencatat sejumlah capaian, di antaranya mengungkap kasus pembunuhan dengan korban yang jasadnya ditemukan di wilayah Blitar.

Polres Kediri di bawah kepemimpinan Bramastyo juga aktif memberantas peredaran narkotika melalui pengungkapan sejumlah kasus penyalahgunaan sabu-sabu. Selain itu, institusinya mendukung program ketahanan pangan nasional hingga meraih penghargaan Terbaik II se-Jawa Timur atas capaian penyerapan jagung ke Bulog.

Tak hanya di bidang penegakan hukum, Bramastyo juga memberikan perhatian terhadap pembinaan olahraga. Dukungan tersebut berkontribusi pada prestasi atlet binaan Polres Kediri yang meraih juara umum ketiga pada Kejuaraan INKANAS, serta memperoleh dua medali emas dan satu medali perak dalam Kejuaraan Bela Diri Polri dan Judo Kapolda Jawa Timur Cup. (red)

Continue reading AKBP Anggi dan AKBP Bramastyo Resmi Dimutasi, Jabatan Kapolres Kediri Raya Berganti
, , ,

Diduga Rugikan Banyak Korban, Polisi Dalami Kasus Arisan dan Investasi di Kediri

  

Waka Polres Kediri pastikan kasus diusut secara profesional. (photo by radar kediri)


KEDIRI - Penanganan kasus dugaan penipuan berkedok arisan, investasi, dan pinjaman pribadi yang menyeret seorang perempuan berinisial Yes terus berkembang. Polisi kini juga menyelidiki kemungkinan keterlibatan suami Yes yang diketahui merupakan anggota Polri. Apabila terbukti melakukan pelanggaran, ia berpotensi dikenai sanksi disiplin maupun kode etik profesi.

Wakil Kepala Polres Kediri, Komisaris Polisi (Kompol) Hari Kurniawan, menyatakan bahwa suami terlapor akan diperiksa oleh Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam) sesuai prosedur yang berlaku. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran yang dilakukan.

Hari menegaskan bahwa penyidikan berlangsung secara profesional, transparan, dan akuntabel tanpa memberikan perlakuan khusus, meskipun terlapor merupakan istri anggota kepolisian. Jika unsur pidana terpenuhi, proses hukum akan dilanjutkan sesuai ketentuan.

Saat ini, penyidik Satreskrim Polres Kediri masih memeriksa Yes setelah mediasi antara dirinya dan para korban di kediamannya tidak mencapai kesepakatan. Polisi juga terus mendalami seluruh laporan yang telah disampaikan oleh para korban.

Berdasarkan keterangan awal, hubungan antara Yes dan para korban berawal dari pertemanan yang kemudian menumbuhkan rasa saling percaya. Kepercayaan tersebut dimanfaatkan untuk menawarkan arisan daring, investasi, hingga pinjaman pribadi. Namun demikian, seluruh fakta dan alat bukti masih terus dikumpulkan penyidik.

Polres Kediri juga mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban agar segera membuat laporan polisi dengan membawa bukti-bukti pendukung. Seluruh laporan akan diproses sesuai prosedur yang berlaku.

Kasus ini mencuat pada Kamis (25/6), ketika puluhan warga mendatangi rumah Yes di Desa Kandat, Kecamatan Kandat. Mediasi yang berlangsung selama beberapa jam berakhir tanpa kesepakatan sehingga para korban memutuskan melapor ke polisi.

Salah satu korban berinisial AN menjelaskan bahwa para korban sebenarnya hanya meminta jaminan berupa aset sebagai bentuk keseriusan pengembalian kerugian. Namun, permintaan tersebut tidak dipenuhi. Surat pernyataan yang dibuat Yes hanya bermaterai tanpa disertai jaminan apa pun, sehingga para korban khawatir kerugian mereka tidak dapat dipulihkan apabila terlapor tidak memenuhi kewajibannya.

Setelah mediasi gagal, polisi mendata seluruh korban beserta kronologi kejadian dan nilai kerugian yang dialami untuk memperkuat penyelidikan terkait dugaan manipulasi maupun transaksi fiktif.

Menurut AN, modus yang digunakan tidak hanya melalui arisan dan investasi. Yes juga menawarkan berbagai cerita mengenai kebutuhan modal usaha, seperti bisnis parcel, kuliner, produk perawatan kulit, hingga pembelian hasil pertanian seperti jeruk dan tebu. Para korban dijanjikan keuntungan dalam waktu singkat sehingga bersedia menyerahkan dana.

Selain memanfaatkan hubungan kedekatan dengan para korban, Yes diduga juga membawa nama penyanyi Happy Asmara untuk meningkatkan kepercayaan calon korban. Ia disebut mengklaim bahwa dana milik Happy Asmara dititipkan kepadanya untuk dikelola sehingga menghasilkan keuntungan. Bahkan, uang tersebut dikatakan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk pembangunan rumah dan pembelian barang.

AN mengaku mengetahui dari sejumlah korban bahwa nama Happy Asmara kerap disebut dalam upaya meyakinkan mereka agar memberikan pinjaman uang. Tak hanya itu, nama AN sendiri juga diduga dicatut oleh Yes sebagai pihak yang turut menitipkan dana untuk diputar dalam berbagai usaha. AN menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan baru mengetahui pencatutan namanya setelah para korban mendatanginya. (red)

Continue reading Diduga Rugikan Banyak Korban, Polisi Dalami Kasus Arisan dan Investasi di Kediri
, ,

Iming-iming Modal Rp80 Juta Berujung Penipuan, Korban Rugi Rp100 Juta

Mobil korban yang diniatkan untuk jaminan pinjaman modal. (photo by radar jogja)


BANTUL- Seorang karyawan swasta di Kabupaten Bantul menjadi korban dugaan penipuan bermodus penawaran modal usaha. Korban mengalami kerugian hingga sekitar Rp100 juta setelah menyerahkan dua unit mobil beserta dokumen BPKB asli kepada pelaku yang mengaku akan mengurus proses pencairan dana investasi.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengungkapkan bahwa korban bernama Sueb Hermanto (52). Peristiwa tersebut bermula pada Kamis (26/3) sekitar pukul 09.30 WIB di rumah kontrakan milik korban yang berada di Jalan Parangtritis Nomor 9, Balong, Kalurahan Timbulharjo, Kapanewon Sewon, Bantul.

Menurut Rita, pelaku berinisial N (48), warga Bantul, datang menemui korban yang telah dikenalnya. Dalam pertemuan tersebut, pelaku menawarkan kerja sama bisnis dengan iming-iming tambahan modal usaha sebesar Rp80 juta dari seorang investor yang disebut sebagai rekannya.

Pelaku meyakinkan korban bahwa dana investasi tersebut dapat segera dicairkan. Namun, sebagai syarat, korban diwajibkan menyerahkan dua unit kendaraan beserta BPKB asli sebagai jaminan kepada investor. Selain itu, korban juga dijanjikan akan memperoleh tambahan modal dengan kewajiban memberikan keuntungan sebesar Rp2,5 juta setiap bulan kepada investor.

"Kasus ini dilaporkan secara resmi oleh korban sehari setelah kejadian, dan saat ini perkara tersebut sedang kami tangani," ujar Rita, Selasa (30/6).

Karena percaya dengan penjelasan pelaku, korban akhirnya menyerahkan satu unit mobil pikap dan satu unit mobil Honda CR-V lengkap dengan dokumen kepemilikannya. Setelah menerima kendaraan tersebut, pelaku bersama seorang rekannya membawa kedua mobil dengan alasan akan mengurus seluruh proses administrasi pencairan dana investasi.

Namun, seiring berjalannya waktu, dana modal yang dijanjikan tidak pernah diterima korban. Pelaku juga tidak kembali menemui korban dan nomor teleponnya sudah tidak dapat dihubungi. Kondisi tersebut membuat korban menyadari telah menjadi korban penipuan dan segera melaporkan peristiwa itu kepada pihak kepolisian.

Rita menjelaskan, modus yang digunakan pelaku tergolong meyakinkan karena memanfaatkan hubungan kedekatan dengan korban untuk memperoleh kepercayaan.

"Modus operasi yang dilancarkan oleh pelaku tergolong rapi karena memanfaatkan kedekatan hubungan dengan korban untuk memikat dan meyakinkannya," jelasnya.

Hasil penyelidikan mengungkap bahwa kedua kendaraan milik korban ternyata tidak pernah dijadikan jaminan kepada investor sebagaimana yang dijanjikan. Sebaliknya, pelaku justru menjual kendaraan tersebut tanpa sepengetahuan maupun persetujuan korban. Uang hasil penjualan kemudian digunakan untuk kepentingan pribadi pelaku.

Akibat perbuatan tersebut, korban mengalami kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp100 juta.

Dalam proses penyidikan, polisi berhasil mengamankan satu unit mobil Honda CR-V bernomor polisi N 1139 ES yang diduga merupakan salah satu barang bukti hasil tindak pidana tersebut.

"Saat ini kami telah menyita satu unit kendaraan Honda CR-V sebagai barang bukti dan masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pelaku," kata Rita.

Pelaku kini telah ditahan di Polres Bantul untuk menjalani proses hukum. Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya korban lain maupun keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 492 KUHP dan/atau Pasal 486 KUHP terkait dugaan tindak pidana penipuan atau penggelapan. Polisi memastikan proses penyidikan akan terus dilakukan hingga berkas perkara dinyatakan lengkap untuk selanjutnya dilimpahkan kepada jaksa penuntut umum.(red/lis)

Continue reading Iming-iming Modal Rp80 Juta Berujung Penipuan, Korban Rugi Rp100 Juta
, ,

Persaingan Masuk SMK Negeri Kian Ketat, Puluhan SMK Swasta di Kediri Raya Siap Tampung Siswa

Ilustrasi SPMB SMA/SMK (photo by radar kediri)


KEDIRI- Persaingan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Kediri Raya tahun ini dipastikan berlangsung sangat kompetitif. Memasuki hari terakhir pendaftaran pada Selasa (1/7), ribuan calon peserta didik masih berusaha memperoleh kursi di sekolah negeri melalui jalur prestasi nilai akademik.

Pada jalur ini, seleksi dilakukan berdasarkan gabungan nilai rapor dan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA). Komposisi penilaiannya terdiri atas 60 persen nilai rapor dan 40 persen nilai TKA. Dengan sistem tersebut, peserta harus memiliki capaian akademik yang tinggi agar mampu bersaing memperebutkan kursi yang tersedia.

Berdasarkan pantauan pada hari pertama pendaftaran, Senin (30/6), nilai tertinggi yang tercatat di tiga SMK Negeri di Kota Kediri mencapai angka 89. Di sejumlah konsentrasi keahlian, jumlah pendaftar bahkan telah melampaui kuota yang tersedia. Kondisi ini diperkirakan terus berubah hingga penutupan pendaftaran karena calon siswa masih dapat melakukan pendaftaran sampai malam hari pada hari terakhir.

Jalur prestasi akademik memang menjadi jalur dengan kuota terbesar dalam penerimaan siswa baru di SMK, yakni mencapai 65 persen dari total daya tampung sekolah. Dari total 1.882 kursi yang tersedia di tiga SMK Negeri Kota Kediri, sebanyak 1.223 kursi dialokasikan melalui jalur tersebut.

Meski persaingan di sekolah negeri berlangsung ketat, calon siswa yang belum berhasil lolos tidak perlu merasa khawatir. Kepala Seksi SMK Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kediri, Sidik Purnomo, memastikan masih banyak SMK swasta yang membuka kesempatan bagi peserta didik baru.

Ia menjelaskan bahwa seluruh SMK swasta di Kota Kediri masih menerima pendaftaran siswa baru. Hal serupa juga berlaku di Kabupaten Kediri, kecuali SMK Canda Bhirawa Pare yang telah memenuhi seluruh kuota penerimaannya.

Secara keseluruhan, terdapat 67 SMK swasta di Kediri Raya yang masih membuka penerimaan peserta didik baru. Jumlah tersebut terdiri atas 21 SMK swasta di Kota Kediri dan 46 SMK swasta di Kabupaten Kediri. Bahkan, total daya tampung sekolah-sekolah swasta tersebut dinilai lebih besar dibandingkan dengan kapasitas SMK negeri yang ada.

Menurut Sidik, masyarakat tidak perlu meragukan kualitas pendidikan di SMK swasta. Beragam program keahlian yang tersedia juga tidak kalah lengkap dibandingkan sekolah negeri. Mulai dari bidang teknologi, bisnis dan manajemen, hingga tata boga atau kuliner dapat menjadi pilihan sesuai minat dan bakat siswa.

Selain menawarkan pilihan jurusan yang beragam, banyak sekolah swasta juga menyediakan fasilitas pembelajaran yang memadai serta sarana dan prasarana yang setara dengan sekolah negeri. Hal ini diharapkan mampu menjadi alternatif bagi siswa yang belum memperoleh kesempatan bersekolah di SMK negeri.

Sidik juga mengingatkan agar calon siswa dan orang tua tidak menjadikan faktor biaya sebagai alasan untuk menghentikan pendidikan. Saat ini, banyak SMK swasta yang memberikan berbagai bentuk bantuan pendidikan, mulai dari potongan biaya sekolah sebesar 50 persen hingga pembebasan biaya pendidikan secara penuh bagi siswa yang memenuhi persyaratan tertentu.

Pemerintah, lanjutnya, memiliki komitmen untuk memastikan seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh akses pendidikan. Karena itu, siswa dan orang tua diharapkan dapat mempertimbangkan sekolah swasta sebagai pilihan yang tidak kalah berkualitas, sekaligus menyesuaikan dengan kemampuan ekonomi keluarga.

"Yang terpenting adalah anak-anak tetap melanjutkan pendidikan. Jangan sampai ada siswa yang tidak bersekolah hanya karena tidak diterima di sekolah negeri atau terkendala biaya," tegas Sidik.

Dengan masih terbukanya kesempatan di puluhan SMK swasta, lulusan SMP di Kediri Raya diharapkan tetap memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan kompetensi sesuai bidang keahlian yang diminati. Sekolah swasta kini tidak hanya menjadi pilihan alternatif, tetapi juga mampu memberikan kualitas pendidikan dan peluang karier yang kompetitif bagi para lulusannya.(red/lis)

Continue reading Persaingan Masuk SMK Negeri Kian Ketat, Puluhan SMK Swasta di Kediri Raya Siap Tampung Siswa