,

Kecelakaan Maut di Klabang Bondowoso, Pengendara Motor Tewas usai Tabrakan dengan Honda CR-V


Kondisi mobil Honda CRV dan Honda Beat usai terlibat tabrakan hingga masuk jurang di Klabang Bondowoso.--(photo by memorandum)


BONDOWOSO – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor Honda Beat bernomor polisi P 4195 FO dan mobil Honda CR-V bernopol P 1134 VC terjadi di Jalan Raya Desa Besuk, Kecamatan Klabang, Senin (13/7). Insiden tersebut mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah mengalami luka berat.

Korban diketahui bernama Feri Efendi (42), warga Desa Trigonco, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo. Korban sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Klabang, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan akibat luka berat yang diderita.

Benturan keras membuat sepeda motor dan mobil yang terlibat kecelakaan terperosok ke jurang sedalam sekitar tiga meter di sisi timur jalan. Kedua kendaraan mengalami kerusakan parah.

Sebelum masuk ke jurang, tubuh korban bersama sepeda motornya sempat terseret mobil Honda CR-V yang dikemudikan Muhammad Anwar (70), warga Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, kecelakaan bermula ketika mobil Honda CR-V melaju dari arah Bondowoso menuju Situbondo. Saat tiba di lokasi kejadian, pengemudi diduga berusaha mendahului kendaraan yang berada di depannya.

Pada saat bersamaan, sepeda motor yang dikendarai korban melaju dari arah berlawanan. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari.

"Selain mengakibatkan pengendara motor meninggal dunia akibat terlempar ke jurang, benturan keras juga membuat motor korban dan mobil tersebut rusak berat," ujar Reno, salah seorang pengendara yang berada di lokasi kejadian.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Bondowoso AKP Irwan Rizki Prakoso mengatakan pihaknya telah menangani peristiwa tersebut dan masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.

"Saat ini Unit Gakkum Satlantas Polres Bondowoso telah mengamankan pengemudi mobil beserta kedua kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti," katanya.

Menurut Irwan, dugaan sementara kecelakaan dipicu karena pengemudi Honda CR-V tidak memperhatikan arus lalu lintas dari arah berlawanan saat melakukan manuver mendahului kendaraan di depannya.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan akan memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap secara pasti kronologi maupun penyebab kecelakaan tersebut. Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan ada tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa itu.(red/lis)

Continue reading Kecelakaan Maut di Klabang Bondowoso, Pengendara Motor Tewas usai Tabrakan dengan Honda CR-V
,

Tiga Bupati Terjaring OTT dalam Sebulan, DPR Desak Kemendagri Perkuat Pengawasan Kepala Daerah

  

Anggota Komisi II DPR RI Eka Widodo meminta Kemendagri memperkuat pembinaan dan pengawasan kepala daerah.-(photo by memorandum)


JAKARTA
– Anggota Komisi II DPR RI Eka Widodo meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memperkuat pembinaan dan pengawasan terhadap kepala daerah menyusul rentetan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah bupati dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Menurut Eka, rangkaian penindakan tersebut menjadi tanda bahwa upaya pencegahan korupsi di lingkungan pemerintah daerah masih perlu diperkuat. Ia menilai pembinaan terhadap kepala daerah tidak cukup hanya berorientasi pada aspek administrasi pemerintahan, tetapi juga harus menyentuh penguatan integritas dan penerapan tata kelola yang bersih.

"Kasus yang terus berulang ini harus menjadi evaluasi bersama. Kemendagri tidak cukup hanya melakukan pembinaan administratif, tetapi juga perlu memperkuat pendidikan integritas, tata kelola pemerintahan yang bersih, serta pengawasan terhadap kepala daerah sejak awal menjabat," ujar Eka.

Ia menyebut dalam satu bulan terakhir KPK melakukan OTT terhadap tiga kepala daerah. Mereka yakni Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby terkait dugaan suap pengisian jabatan, Bupati Langkat Syah Afandin dalam perkara dugaan suap proyek, serta Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang diduga terkait kasus pemerasan terhadap perangkat daerah.

Eka mengapresiasi langkah penegakan hukum yang dilakukan KPK sebagai bentuk komitmen pemberantasan korupsi. Namun, ia menegaskan bahwa pencegahan harus menjadi perhatian utama agar praktik serupa tidak kembali terjadi di berbagai daerah.

"Kita tentu mengapresiasi langkah tegas KPK dalam memberantas korupsi. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana negara mampu mencegah praktik korupsi sejak awal agar tidak terus berulang," katanya.

Selain memperkuat pengawasan, Eka mendorong Kemendagri menjadikan pendidikan antikorupsi sebagai program rutin bagi kepala daerah, wakil kepala daerah, sekretaris daerah, hingga seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).

Menurutnya, pembekalan integritas tidak boleh hanya dilakukan ketika kepala daerah baru dilantik, tetapi harus menjadi agenda berkelanjutan selama masa pemerintahan berlangsung.

"Sosialisasi pencegahan korupsi harus terus dilakukan. Jangan hanya saat pelantikan kepala daerah, tetapi menjadi agenda rutin dengan melibatkan KPK, BPKP, aparat pengawas internal pemerintah, serta seluruh pemangku kepentingan," jelasnya.

Ia menambahkan, praktik korupsi di daerah memiliki dampak luas karena tidak hanya menyebabkan kerugian terhadap keuangan negara, tetapi juga dapat menghambat pembangunan serta menurunkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Eka berharap rentetan OTT terhadap kepala daerah menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperbaiki sistem pembinaan, pengawasan, dan tata kelola pemerintahan daerah.

Dengan sistem pengawasan yang lebih kuat dan budaya integritas yang terus dibangun, ia berharap potensi penyalahgunaan kewenangan dapat dicegah sejak dini.(red/lis)

Continue reading Tiga Bupati Terjaring OTT dalam Sebulan, DPR Desak Kemendagri Perkuat Pengawasan Kepala Daerah
,

Polri Kawal Program Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Cerme Dampingi Penyaluran Benih Jagung

  

Aipda Agus mengawal penyaluran bening jagung di Desa Cerme-(photo by memorandum)


Kediri
– Dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Polri melalui peran aktif para Bhabinkamtibmas di wilayah binaan. Salah satunya dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Cerme, Polsek Grogol, Polres Kediri Kota, Aipda Agus SBW, yang mendampingi penyaluran bantuan benih jagung kepada kelompok tani setempat.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kelompok Tani Dusun Glatik, Desa Cerme, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, Sabtu (11/7/2026). Dalam kegiatan itu, Aipda Agus melakukan sambang kepada para petani sekaligus memastikan proses pendistribusian bantuan berjalan dengan lancar.

Bantuan yang disalurkan berupa benih jagung merek Bisi dari Dinas Pertanian Kabupaten Kediri. Total sebanyak 1.025 kilogram benih jagung diberikan kepada kelompok tani yang berada di empat dusun di Desa Cerme.

Adapun rincian distribusi bantuan tersebut yakni Dusun Glatik mendapatkan 375 kilogram benih jagung, Dusun Sugihan sebanyak 275 kilogram, Dusun Ngolakan 225 kilogram, dan Dusun Santren menerima 150 kilogram.

Aipda Agus menjelaskan, keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk pendampingan Polri agar bantuan pemerintah dapat diterima oleh petani yang berhak dan dimanfaatkan secara maksimal.

"Pendampingan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan pemerintah. Kami berharap bantuan benih jagung dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani," ujarnya.

Selain memastikan distribusi berjalan tertib, Bhabinkamtibmas juga memberikan motivasi kepada para petani agar terus meningkatkan pengelolaan lahan pertanian. Petani juga diingatkan untuk memanfaatkan bantuan yang diberikan pemerintah secara baik demi mendukung peningkatan produktivitas.

Perkuat Sinergi Wujudkan Ketahanan Pangan

Melalui kegiatan tersebut, Polri berharap hubungan antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat semakin kuat dalam mendukung sektor pertanian.

Peran Bhabinkamtibmas sebagai penghubung langsung antara kepolisian dan masyarakat dinilai penting, terutama dalam mendukung berbagai program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.

Dengan adanya pendampingan dan sinergi berbagai pihak, program ketahanan pangan nasional diharapkan dapat berjalan lebih optimal. Bantuan benih jagung tersebut diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi pertanian sekaligus memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani di Desa Cerme dan sekitarnya.(red/lis)


Continue reading Polri Kawal Program Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Cerme Dampingi Penyaluran Benih Jagung
,

Bhabinkamtibmas Mrican Dampingi Petani Jagung, Dorong Produktivitas Pertanian di Kediri


 

Bhabinkamtibmas Kelurahan Mrican Aipda Ach. Sodik mendampingi petani jagung di area persawahan Universitas Brawijaya, Kota Kediri.-(photo by memorandum)


Kota Kediri
– Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Polri melalui pendampingan langsung kepada masyarakat. Salah satunya dilakukan Bhabinkamtibmas Kelurahan Mrican, Polsek Mojoroto, Polres Kediri Kota, Aipda Ach. Sodik, dengan memberikan pendampingan dan edukasi kepada petani jagung di area persawahan Universitas Brawijaya, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (12/7/2026) tersebut menjadi bagian dari komitmen Polres Kediri Kota dalam mendukung program swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Dalam kesempatan itu, Aipda Ach. Sodik turun langsung ke area pertanian untuk berdialog dengan para petani. Ia mengecek kondisi tanaman jagung sekaligus memberikan motivasi agar perawatan tanaman dilakukan secara optimal hingga memasuki masa panen.

Selain melakukan pemantauan, Bhabinkamtibmas juga mengajak para petani untuk terus memanfaatkan lahan pertanian secara maksimal. Menurutnya, peran aktif petani sangat penting dalam menjaga ketersediaan pangan dan meningkatkan produksi pertanian di daerah.

"Kami terus mendorong para petani agar semangat dalam mengelola lahan pertanian. Dengan perawatan yang baik, diharapkan hasil panen dapat meningkat dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Aipda Ach. Sodik.

Ia juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan sektor pertanian sebagai salah satu fondasi utama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Polri Hadir Dukung Program Pemerintah

Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim melalui jajaran Bhabinkamtibmas menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung berbagai program strategis pemerintah.

Pendampingan terhadap petani menjadi salah satu bentuk kepedulian Polri dalam membantu masyarakat, khususnya di sektor pertanian.

"Melalui pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan hasil panen petani semakin meningkat sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada pangan Republik Indonesia," jelasnya.

Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat petani diharapkan dapat terus terjalin. Dengan kolaborasi tersebut, produktivitas pertanian di wilayah Kota Kediri dapat semakin berkembang sekaligus mendukung tercapainya kemandirian pangan nasional.(red/lis)

Continue reading Bhabinkamtibmas Mrican Dampingi Petani Jagung, Dorong Produktivitas Pertanian di Kediri