KEDIRI - Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih menjadi salah satu tindak kriminal yang mendominasi di wilayah Kota Kediri. Tingginya angka kejahatan tersebut menjadi tantangan bagi Polres Kediri Kota dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim mengatakan, hingga saat ini kejahatan konvensional yang paling sering terjadi di wilayah hukumnya masih didominasi kasus pencurian, khususnya pencurian sepeda motor. Menurutnya, penanganan curanmor masih menjadi fokus utama kepolisian.
Anggi menilai maraknya kasus curanmor tidak terlepas dari masih adanya masyarakat yang bersedia membeli sepeda motor hasil curian dengan harga murah tanpa memikirkan konsekuensi hukum. Kondisi tersebut secara tidak langsung turut mendorong para pelaku untuk terus menjalankan aksinya.
Sepanjang Juni lalu, sedikitnya dua kasus curanmor terjadi di wilayah hukum Polres Kediri Kota dengan modus yang tergolong baru. Dalam menjalankan aksinya, pelaku berpura-pura menjadi calon penghuni kos sebelum akhirnya membawa kabur sepeda motor milik korban.
Selain kejahatan konvensional, Anggi juga mengingatkan bahwa ancaman kriminalitas di masa mendatang akan semakin bergeser ke ranah digital atau cybercrime. Menurutnya, kejahatan siber memiliki cakupan yang lebih luas karena tidak dibatasi wilayah dan dapat dilakukan siapa saja yang memiliki akses internet serta berniat melakukan tindak pidana.
Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan internet. Jika menemukan dugaan tindak kejahatan atau menjadi korban penipuan daring, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada aparat kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti.
Pernyataan tersebut disampaikan Kapolres saat menghadiri peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Balai Kota Kediri. Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta berbagai pemangku kepentingan.
Selain pelaksanaan upacara, peringatan Hari Bhayangkara juga dimeriahkan dengan penampilan polisi cilik yang memperagakan baris-berbaris serta atraksi drumband dari TK Kemala Bhayangkari. Tahun ini, Hari Bhayangkara mengusung tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat", yang menjadi semangat Polri dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. (red)