Jakarta – Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengajak seluruh jajaran Kementerian Kebudayaan memaknai bulan suci Ramadan 1447 Hijriah tidak hanya sebagai momentum ibadah spiritual, tetapi juga sebagai peristiwa budaya yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat Indonesia.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan silaturahmi pegawai bertema “Keindahan Toleransi Ibadah di Nusantara” yang digelar di Auditorium Gedung A Kementerian Kebudayaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi menyambut Ramadan sekaligus mempererat kebersamaan dan memperkuat semangat kerja.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan, Bambang Wibawarta, menyampaikan bahwa kegiatan munggahan tersebut merupakan wujud rasa syukur, sarana membersihkan hati, serta upaya mempererat silaturahmi di lingkungan kerja. Ia menekankan bahwa Ramadan juga menjadi pengingat bagi seluruh pegawai untuk tetap menjaga profesionalisme, integritas, dan sinergi dalam menjalankan tugas.
Sementara itu, Fadli Zon menyoroti bahwa Ramadan memiliki dimensi budaya yang kuat di Indonesia. Tradisi berbuka puasa atau iftar, misalnya, telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO oleh sejumlah negara, dan Indonesia tengah mengupayakan agar tradisi tersebut dapat masuk dalam daftar ekstensi.
Ia juga menekankan kekayaan tradisi Ramadan di berbagai daerah, termasuk keberagaman kuliner takjil dan hidangan khas berbuka yang mencerminkan identitas serta kreativitas masyarakat Nusantara. Menurutnya, praktik-praktik tersebut menunjukkan perpaduan nilai spiritual dan budaya dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, Ramadan disebut sebagai momentum resetting kehidupan melalui puasa selama sebulan, disertai kewajiban zakat dan diakhiri dengan tradisi saling memaafkan. Karena itu, seluruh jajaran diharapkan menjadikan Ramadan sebagai ruang untuk memperkuat silaturahmi sekaligus merayakan keberagaman budaya bangsa.
Kegiatan ditutup dengan tausiyah keagamaan serta dihadiri oleh Wakil Menteri Kebudayaan, para pejabat eselon, staf ahli, dan pegawai di lingkungan Kementerian Kebudayaan sebagai bagian dari komitmen memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan menjelang Ramadan. (Red.EH)
0 Comments:
Post a Comment