Pedagang Kerupuk Meninggal Tertabrak Kereta di Manukan Surabaya, Warga Sempat Teriakkan Peringatan


Surabaya,   iniberita.my.id– Suasana duka menyelimuti kawasan Manukan Wetan, Surabaya, usai seorang perempuan yang diketahui sehari-hari berjualan kerupuk menjadi korban kecelakaan maut di perlintasan kereta api. Korban tewas setelah tertabrak Kereta Api Ambarawa Ekspres yang melaju dari arah barat.

Perempuan tersebut diketahui berinisial MSK, berusia sekitar empat puluh tahun lebih. Ia berasal dari wilayah Balun, Sambongrejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dan saat kejadian sedang berjalan kaki di atas rel sembari membawa dagangan kerupuk yang ia jajakan.

Sempat Diteriaki Warga Tapi Diduga Tak Mendengar

Kejadian naas itu berlangsung pada sore hari, tepatnya di perlintasan sebidang double track di Jalan Buntaran, Manukan Wetan, sekitar pukul lewat empat sore.

Parto, warga setempat yang merupakan penjaga rel sukarela, menyaksikan langsung detik-detik tragis tersebut. Ia mengatakan korban sedang melangkah di tengah rel dari arah timur ke barat, sementara pada saat bersamaan KA Ambarawa melaju dari barat menuju timur di jalur selatan.

“Saya sudah teriak-teriak, minta dia minggir, tapi mungkin tidak terdengar karena suara kereta keras sekali,” tutur Parto, yang saat itu sedang bertugas bersama ibunya.

Beberapa warga lain juga menyatakan telah mencoba memperingatkan korban. Namun, diduga karena suara kereta yang mendekat cukup bising dan korban mungkin tidak menyadari arah kedatangan kereta, peringatan tersebut tak sempat direspons.

Jenazah Ditemukan di Semak, Ditutupi Karung oleh Warga

Setelah tertabrak, tubuh korban terlempar dan ditemukan dalam kondisi tidak utuh di semak-semak dekat perlintasan. Sejumlah warga dan petugas keamanan dari PT KAI yang lebih dulu tiba di lokasi menutupi jenazah dengan karung sambil menunggu petugas resmi datang.

Sekitar dua jam kemudian, tim dari kepolisian dan petugas identifikasi dari Inafis tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Proses evakuasi korban kemudian dilakukan oleh ambulans milik Palang Merah Indonesia (PMI) dan jenazah langsung dibawa ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk keperluan identifikasi lebih lanjut.

Imbauan Pemkot dan BPBD untuk Keselamatan Warga

Menanggapi kejadian ini, pihak BPBD Kota Surabaya melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Linda Novianto, mengimbau agar warga tidak lagi melintas sembarangan di perlintasan kereta, terutama yang tidak dijaga secara resmi.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Keselamatan pribadi tetap harus menjadi prioritas, apalagi saat melintas di jalur kereta aktif. Warga diminta lebih waspada dan mengikuti rambu serta peringatan yang ada,” ujarnya.

Perlintasan rel di area padat permukiman memang kerap menjadi titik rawan kecelakaan, terutama karena banyak warga yang terbiasa menyeberang tanpa memperhatikan kondisi jalur.

Duka Bagi Sesama Pedagang Kecil

Wafatnya MSK menambah daftar panjang korban kecelakaan rel, terutama dari kalangan warga kecil yang kesehariannya bergantung pada kerja keras di jalanan. Kisah tragis ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengamanan perlintasan sebidang dan edukasi keselamatan untuk masyarakat.

Warga sekitar mengaku kehilangan. MSK dikenal sebagai sosok sederhana dan pekerja keras. "Setiap sore jualan kerupuk, keliling jalan kaki. Orangnya ramah," ucap salah satu tetangga yang turut menyaksikan evakuasi.(red.a)

0 Comments:

Post a Comment