Viral Siswa Hadang Wartawan, Kadisdik Jatim Tinjau Langsung SMKN 1 Kota Kediri: Fokus Utama Tetap Pendidikan

 


Kota Kediri,   iniberita.my.id– Terkait mencuatnya video viral yang memperlihatkan siswa SMKN 1 Kota Kediri menghadang wartawan, Dinas Pendidikan Jawa Timur mengambil langkah cepat. Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, langsung turun ke lokasi untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal, sekaligus menyelidiki kronologi lengkap dari kejadian yang menjadi sorotan publik tersebut.

Kunjungan Aries ke sekolah berlangsung sejak pagi, sekitar pukul setengah delapan. Ia diterima langsung oleh Kepala SMKN 1, Edi Suroto, dan menyempatkan diri berdialog dengan para guru serta mengecek proses pengambilan PIN siswa. Aries juga meninjau sistem administrasi sekolah dan kondisi ruang belajar.

Masalah Harus Diselesaikan Melalui Dialog

Dalam keterangannya, Aries menegaskan bahwa semua permasalahan di dunia pendidikan seharusnya dapat diselesaikan dengan pendekatan dialogis. Komunikasi dan koordinasi antarpihak menjadi kunci agar tidak muncul kejadian yang bisa mengganggu suasana belajar.

“Kejadian seperti kemarin seharusnya bisa dihindari. Kami mengimbau semua pihak untuk menjaga ketertiban dan etika dalam berinteraksi, termasuk di lingkungan sekolah,” ujarnya kepada awak media.

Menurut Aries, menjaga hubungan baik tidak hanya menjadi tanggung jawab satu sekolah saja, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh lembaga pendidikan di Jawa Timur. Ia menekankan pentingnya penguatan manajemen sekolah, baik dalam hal tata kelola administrasi, keuangan, hingga pembinaan karakter warga sekolah.

Guru Dimotivasi, Siswa Diberi Ruang Tumbuh

Dalam kunjungannya, Aries juga menyempatkan memberi semangat kepada para guru dan mengingatkan pentingnya menjaga fokus utama yakni mencetak generasi unggul. Ia menekankan bahwa peran guru tidak hanya sebatas pengajar, tetapi juga pembimbing yang membentuk mental dan moral siswa.

“Jangan biarkan gangguan eksternal mengalihkan energi kita dari tujuan utama pendidikan. Mari kita bangun lingkungan belajar yang aman dan kondusif,” tegasnya.

Cabang Dinas Pantau Ketat Proses Pembelajaran

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kediri, Adi Prayitno, menuturkan bahwa kehadiran Kadisdik ke SMKN 1 merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab dalam menjaga stabilitas proses pembelajaran.

“Kami ingin memastikan bahwa setelah insiden tersebut, sekolah tetap melayani siswa dengan maksimal. Fokusnya tetap pada peningkatan mutu layanan pendidikan,” jelas Adi.

Soal Laporan Polisi: Sekolah Pilih Bersikap Tenang dan Hormat

Menanggapi laporan polisi dari seorang oknum wartawan terhadap pihak sekolah, Adi mengatakan bahwa sekolah tetap mengutamakan proses belajar. Pihak dinas pun mengajak semua unsur untuk menahan diri dan menghargai proses hukum yang tengah berjalan.

“Yang penting adalah saling menghargai. Baik terhadap awak media, aparat penegak hukum, maupun unsur masyarakat lain. Kami berharap penyelesaian berjalan secara dewasa dan mengedepankan etika,” tuturnya.

Catatan untuk Dunia Pendidikan

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya etika komunikasi di lingkungan pendidikan, termasuk interaksi antara siswa dan pihak eksternal. Lingkungan sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi peserta didik, tanpa tekanan dari luar, namun tetap terbuka terhadap kerja sama yang sehat dengan media dan masyarakat.

Aries berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih bijak dalam menyikapi perbedaan dan menjaga marwah dunia pendidikan.(red.a)

0 Comments:

Post a Comment