, ,

25 Tahun Bersama, Berpisah karena Cinta yang Bersemi di TikTok

(photo by radar bromo)


KEDIRI- Tak pernah terlintas dalam benak Inyong (45), bukan nama sebenarnya, bahwa rumah tangga yang dibangunnya selama lebih dari dua dekade harus kandas. Bukan karena persoalan ekonomi, kekerasan, atau pertengkaran yang tak berujung, melainkan karena hadirnya orang ketiga yang berawal dari media sosial, TikTok.

Saat ditemui pihak media, warga Kabupaten Probolinggo itu berkisah dengan nada tenang. Sesekali ia menarik napas panjang, seolah berusaha menahan kenangan yang masih membekas. Tak tampak lagi kemarahan dalam raut wajahnya. Yang tersisa hanyalah rasa kecewa dan penerimaan bahwa tidak semua kisah cinta mampu bertahan hingga akhir.

Perjalanan rumah tangganya dimulai pada awal tahun 2000-an. Kala itu, internet belum menjadi bagian dari kehidupan masyarakat desa. Media sosial belum dikenal luas, sementara telepon seluler masih tergolong barang mewah.

Inyong menikahi Intan (40), juga nama samaran, dengan harapan membangun keluarga sederhana namun harmonis. Setelah menikah, ia bekerja sebagai pengangkut sampah menuju tempat pembuangan akhir (TPA) milik pemerintah daerah. Pendapatannya memang tidak besar, tetapi cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Sementara itu, sang istri memilih fokus mengurus rumah tangga. Hari-harinya dihabiskan memasak, mencuci pakaian, membersihkan rumah, sekaligus merawat suami dan anak-anak.

"Saya kerja dari pagi sampai sore. Pulang memang capek, tapi rasanya senang karena di rumah ada istri dan anak-anak yang menunggu," kenangnya.

Dua tahun setelah menikah, pasangan tersebut dikaruniai seorang putra. Beberapa tahun kemudian lahir anak kedua yang semakin melengkapi kebahagiaan keluarga kecil mereka.

Mereka hidup sederhana di sebuah desa di Kabupaten Probolinggo. Rumah yang tidak mewah menjadi saksi perjuangan keduanya membangun kehidupan dari nol. Meski kerap menghadapi keterbatasan ekonomi, mereka mampu melewati berbagai persoalan bersama.

Selama bertahun-tahun, rumah tangga mereka berjalan tanpa gejolak berarti. Rutinitas berlangsung nyaris sama setiap hari. Pagi hari Inyong berangkat bekerja, sedangkan istrinya mengurus rumah dan anak-anak. Sore hari mereka berkumpul kembali, menikmati makan malam bersama dan berbincang mengenai aktivitas masing-masing.

"Saya selalu merasa rumah tangga kami baik-baik saja," ujarnya.

Perubahan mulai terasa sekitar tahun 2015 ketika akses internet mulai menjangkau desa tempat mereka tinggal. Sang istri mulai mengenal dunia digital.

Awalnya, telepon genggam hanya digunakan untuk berkomunikasi melalui aplikasi pesan. Namun perlahan, ia mulai aktif menggunakan Facebook, WhatsApp, Instagram, hingga akhirnya menjadi pengguna TikTok.

Sebagai suami, Inyong mengaku tidak pernah membatasi aktivitas istrinya di media sosial. Menurutnya, mengikuti perkembangan teknologi merupakan hal yang wajar.

"Saya tidak pernah melarang. Saya pikir itu hanya hiburan supaya tidak bosan di rumah," katanya.

Namun, tanpa disadari, kebiasaan tersebut perlahan mengubah perilaku sang istri.

Perubahan pertama yang ia rasakan adalah penampilan. Jika sebelumnya Intan dikenal sederhana seperti perempuan desa pada umumnya, kini ia mulai lebih sering berdandan. Wajahnya hampir selalu dirias, sementara gaya berpakaiannya berubah menjadi lebih modis dibanding sebelumnya.

Pada awalnya, perubahan itu tidak dianggap sebagai masalah.

"Saya pikir mungkin ingin tampil lebih cantik. Saya tidak mempermasalahkan," tuturnya.

Seiring berjalannya waktu, perubahan tersebut semakin terlihat. Bahkan ketika keluar rumah, sang istri dinilai mulai mengenakan pakaian yang berbeda jauh dari kebiasaannya selama bertahun-tahun.

Situasi mulai berubah drastis pada 2023. Saat itu Intan aktif melakukan siaran langsung atau live di TikTok. Dalam setiap siaran, banyak pengguna laki-laki yang bergabung, menyapa, bercanda, hingga mengirim hadiah virtual.

Sementara itu, Inyong tetap menjalani rutinitasnya bekerja dari pagi hingga sore. Ia mengaku sama sekali tidak mengetahui aktivitas istrinya di media sosial.

Tak lama kemudian, hubungan mereka sebagai suami istri mulai mengalami perubahan. Intan semakin sering menolak ketika diajak berhubungan intim.

Alasannya beragam, mulai dari kelelahan, mengantuk, hingga mengaku sedang tidak enak badan.

"Di situ saya mulai merasa ada yang berubah, tetapi saya belum tahu penyebabnya," katanya.

Rasa penasaran membuatnya beberapa kali mencoba memeriksa telepon genggam sang istri. Namun, menurutnya, semua aktivitas di media sosial selalu disembunyikan dengan sangat rapi.

Lambat laun, berbagai informasi mulai ia peroleh. Ia mengetahui bahwa istrinya semakin dekat dengan seorang pria yang dikenal melalui TikTok.

Hubungan mereka diduga tidak lagi sebatas teman sesama pengguna media sosial. Kedekatan itu berkembang menjadi hubungan asmara.

Temuan tersebut sempat memicu pertengkaran besar dalam rumah tangga mereka. Meski begitu, Inyong memilih memaafkan.

"Saya masih ingin mempertahankan rumah tangga," ucapnya.

Beberapa waktu kemudian, seorang teman datang menemuinya dan mengaku pernah melihat Intan berjalan berdua dengan seorang laki-laki ketika dirinya sedang bekerja.

Meski terpukul mendengar cerita tersebut, ia memilih tidak langsung mempercayainya.

"Saya tidak ingin menuduh tanpa bukti. Saya juga tidak ingin rumah tangga hancur hanya karena omongan orang," katanya.

Namun rasa penasaran terus menghantuinya. Hingga suatu hari, ia kembali memeriksa galeri foto di telepon genggam sang istri.

Di sanalah ia menemukan sejumlah foto yang menurutnya menjadi bukti paling nyata. Dalam foto-foto tersebut, istrinya tampak berpose bersama pria lain.

"Saat melihat foto itu rasanya seperti kehilangan tenaga. Semua yang saya curigai akhirnya terbukti," ungkapnya.

Menariknya, setelah mengetahui kenyataan tersebut, Inyong mengaku tidak lagi dipenuhi amarah.

Sebaliknya, ia merasa lelah mempertahankan hubungan yang menurutnya sudah kehilangan kepercayaan.

Baginya, mempertahankan rumah tangga yang telah retak hanya akan memperpanjang penderitaan semua pihak.

"Saya bilang, kalau memang sudah memilih dia, lebih baik menikah saja. Jangan terus hidup dalam dosa," tuturnya.

Keputusan itu akhirnya mengakhiri rumah tangga yang telah mereka bangun selama lebih dari 25 tahun. Keduanya resmi berpisah.

Kini Inyong memilih menjalani hidup dengan lebih tenang. Ia tetap bekerja seperti biasa dan memusatkan perhatian pada anak-anak serta masa depannya.

Meski mengalami pengalaman pahit, ia tidak sepenuhnya menyalahkan media sosial.

Menurutnya, TikTok maupun platform digital lainnya hanyalah sarana. Dampak baik atau buruknya sangat bergantung pada cara setiap orang menggunakannya.

"Saya tidak bilang TikTok itu jelek. Yang salah kalau penggunanya tidak bisa menjaga diri dan menjaga kepercayaan dalam rumah tangga," ujarnya.

Di akhir perbincangan, Inyong berharap kisah yang dialaminya dapat menjadi pelajaran bagi pasangan suami istri lainnya. Ia menilai komunikasi, keterbukaan, dan saling menjaga komitmen jauh lebih penting daripada mencari perhatian atau kedekatan dengan orang lain di dunia maya.

"Rumah tangga itu dibangun bertahun-tahun dengan perjuangan. Jangan sampai semua hancur hanya karena berkenalan dengan seseorang lewat layar ponsel," tutupnya.(red/lis)

0 Comments:

Post a Comment