Wali Kota Kediri Tinjau Penyaluran Bantuan Beras, Pastikan Tepat Sasaran dan Tepat Waktu

  


Kediri, 23 Juli 2025,  iniberita.my.id  — Pemerintah Kota Kediri terus memastikan penyaluran bantuan beras dari Badan Pangan Nasional berjalan tertib dan sesuai sasaran. Salah satu langkah pengawasan dilakukan langsung oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, yang kemarin (22/7) meninjau proses distribusi beras di Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto.

Dalam kunjungannya ke Balai Kelurahan Tamanan, Vinanda menekankan pentingnya transparansi dan ketepatan dalam proses pendistribusian. Ia juga sempat berdialog dengan sejumlah penerima manfaat untuk mendengar langsung masukan terkait proses penyaluran.

“Tujuan kami datang ke sini untuk memastikan distribusi bantuan pangan benar-benar diterima oleh mereka yang berhak. Jangan sampai ada penyimpangan,” ujar Vinanda. Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan bantuan dengan sebaik-baiknya.

Adapun jumlah penerima bantuan beras di Kota Kediri sebanyak 26.800 orang yang tercatat dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapatkan beras jenis premium seberat 20 kilogram, yang merupakan alokasi untuk bulan Juni dan Juli.

Proses penyaluran ditargetkan rampung dalam lima hari, dengan tenggat waktu hingga Kamis (25/7). Kepala Perum Bulog Cabang Kediri, Harisun, menyatakan bahwa sejauh ini distribusi berjalan lancar dan relatif tertib.

“Jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah KPM menurun. Dari sebelumnya 22 juta KPM secara nasional, kini tersisa 18,2 juta,” ujar Harisun. Khusus untuk Kelurahan Tamanan, tercatat sebanyak 495 penerima, dengan total distribusi beras mencapai 9.900 kilogram.

Bagi warga yang belum bisa hadir saat jadwal pembagian, panitia memberi waktu hingga lima hari sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, di wilayah Kabupaten Kediri, jumlah penerima bantuan beras lebih besar, yakni mencapai 122.232 KPM. Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, mengatakan bahwa pengiriman beras ke beberapa desa sudah dimulai.

“Droping sudah dimulai sejak kemarin, terutama untuk wilayah Kecamatan Ngasem, Tarokan, dan Mojo,” ungkapnya.

Tutik menjelaskan bahwa data penerima berasal langsung dari sistem aplikasi milik Bulog, yang mengacu pada data dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Hal senada disampaikan oleh Kabid Ketersediaan, Distribusi, dan Kerawanan Pangan, Arbai. Ia menyebut bahwa seluruh penerima tercatat sebagai warga yang masuk dalam kategori desil 1 sampai 4 dalam basis data DTSEN.

“Pemerintah daerah tidak melakukan verifikasi ulang karena data sudah ditentukan pusat. Jika ada penerima yang sudah meninggal, otomatis akan diganti oleh warga lain yang juga terdaftar di DTSEN,” terangnya.

Distribusi langsung kepada warga di tingkat desa dimulai hari ini (23/7). Setiap KPM menerima jatah dua bulan sekaligus, yaitu 20 kilogram beras (10 kg per bulan).(red.al)

0 Comments:

Post a Comment