iniberita.my.id-Kota terbesar di negara bagian California, Los Angeles, berubah menjadi pusat gelombang protes selama beberapa hari terakhir. Suasana yang awalnya tenang bergeser menjadi penuh ketegangan saat ribuan penduduk turun ke jalan menyuarakan penolakan terhadap operasi penindakan imigrasi oleh lembaga federal ICE (Imigration and Customs Enforcement).
Aksi ini dipicu oleh kebijakan keras pemerintah pusat yang dinilai menekan komunitas imigran, terutama mereka yang selama ini hidup secara sah dan telah berkontribusi dalam kehidupan sosial maupun ekonomi kota. Kebijakan ini berada di bawah arahan pemerintahan Presiden Donald Trump yang dikenal tegas terhadap isu imigrasi.
Demonstrasi yang dimulai secara damai pada akhir pekan itu perlahan berubah menjadi aksi penuh amarah ketika petugas keamanan menembakkan gas air mata ke arah massa yang enggan membubarkan diri. Kerusuhan pun tak bisa dihindari. Sejumlah peserta aksi diamankan, namun hal itu tidak menyurutkan semangat solidaritas dari massa yang masih bertahan.
Wilayah sekitar gedung federal di pusat kota menjadi titik utama konsentrasi massa. Mereka menyuarakan keprihatinan atas perlakuan terhadap imigran yang dianggap melanggar nilai-nilai kemanusiaan. Banyak dari mereka khawatir bahwa ketegangan ini hanya akan memperparah rasa takut dan stigma terhadap komunitas yang sebenarnya telah lama menjadi bagian dari masyarakat Los Angeles.
Seorang peserta aksi, Nabil Shukir, menyampaikan bahwa kehadirannya adalah bentuk tanggung jawab moral.
“Kami hadir di sini bukan karena marah semata, tapi karena kami merasa wajib untuk berdiri bersama mereka yang rentan. Ini adalah perjuangan bersama,” ungkapnya kepada salah satu media lokal.
Menanggapi situasi yang memanas, Presiden Trump segera menginstruksikan pengerahan pasukan Garda Nasional ke wilayah tersebut. Pemerintah pusat menyatakan bahwa kehadiran pasukan dibutuhkan untuk menjaga ketertiban dan menekan apa yang disebut sebagai pelanggaran hukum yang tak terkendali.
Namun, langkah itu justru menuai kritik tajam dari para pejabat di tingkat negara bagian dan lokal. Gubernur California, Gavin Newsom, secara terbuka mengecam keputusan tersebut dan menilainya sebagai bentuk sandiwara politik yang hanya memperkeruh keadaan.
“Ini bukan tindakan demi keamanan. Ini adalah pertunjukan. Sebuah aksi panggung dari pemerintah pusat yang lebih mementingkan citra daripada solusi nyata,” ujar Newsom dalam pernyataan tertulisnya.
Senada dengan Gubernur, Wali Kota Los Angeles, Karen Bass, menyampaikan keprihatinan mendalam. Melalui pernyataan di media sosial, ia menegaskan bahwa kehadiran militer bukan jawaban atas keresahan warga.
“Ketakutan yang dirasakan warga kota ini bukan hal yang dibuat-buat. Ini nyata, dan kami tidak butuh tambahan tekanan. Kami butuh ketenangan dan dialog, bukan tentara,” tulisnya.
Di tengah suasana yang semakin tegang, seorang warga bernama Fidel Gomez yang anggota keluarganya turut ditangkap dalam operasi ICE, menyuarakan peringatan keras.
“Hari ini mereka menargetkan imigran. Tapi besok, siapa pun bisa jadi sasaran. Ini bukan hanya tentang satu kelompok, ini tentang semua warga yang suatu saat bisa dianggap ancaman hanya karena berbeda pendapat,” katanya penuh emosi.
Untuk sementara, pasukan federal akan tetap ditempatkan di wilayah Los Angeles County. Langkah lanjutan akan ditentukan berdasarkan perkembangan situasi di lapangan. Masyarakat diimbau tetap waspada namun menjaga ketertiban demi keselamatan bersama.(RED.A)

0 Comments:
Post a Comment