Pemkab Banyuwangi Beri Akses Istimewa untuk Hafiz Cilik, Bebas Pilih SMP Negeri Tanpa Seleksi Zonasi

  


Banyuwangi, iniberita.my.id  – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan berbasis keagamaan. Melalui kebijakan terbaru dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025–2026, siswa lulusan SD atau sederajat yang hafal Al-Qur’an mendapat keistimewaan untuk memilih Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri mana pun yang mereka inginkan—tanpa dibatasi zonasi dan tanpa tes seleksi.

Kebijakan ini merupakan bentuk penghargaan terhadap para penghafal Al-Qur’an (hafiz dan hafizah) yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menghafal kitab suci sejak usia dini. Pemerintah daerah menyebutkan bahwa langkah ini juga bertujuan mendorong lahirnya generasi muda yang religius, berakhlak mulia, dan berprestasi.

“Ini adalah bentuk apresiasi dari kami kepada para hafiz dan hafizah cilik. Mereka patut mendapatkan ruang khusus dalam sistem pendidikan kita,” ujar salah satu pejabat Dinas Pendidikan Banyuwangi.

Para siswa yang dapat menghafal minimal 1 juz Al-Qur’an akan mendapat prioritas khusus saat proses penerimaan, dan dapat langsung diterima di SMP Negeri pilihannya, asalkan menyerahkan bukti hafalan berupa sertifikat atau rekomendasi dari lembaga resmi.

Tak hanya memberikan kemudahan saat seleksi masuk, Pemkab Banyuwangi juga tengah menyiapkan program pembinaan lanjutan bagi siswa penghafal Al-Qur’an di tingkat SMP, termasuk dalam bentuk beasiswa, kelas tahfidz reguler, serta dukungan psikologis dan akademik.

“Melalui program ini, kami ingin mencetak generasi Qur’ani yang unggul secara spiritual maupun intelektual,” kata Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi.

Program ini pun disambut baik oleh masyarakat. Banyak wali murid yang merasa bahwa inisiatif tersebut mendorong anak-anak untuk lebih mencintai Al-Qur’an sejak usia dini, sekaligus menumbuhkan semangat belajar yang tinggi.

Dengan langkah ini, Banyuwangi bukan hanya memperluas akses pendidikan berkualitas, tapi juga menunjukkan bahwa pendidikan karakter dan agama bisa berjalan seiring dengan kemajuan akademik.(red.a)

0 Comments:

Post a Comment