Nusron Ungkap Fakta Banyak Lahan TNI Diserobot Jadi Hotel hingga Mal



Jakarta, iniberita.my.id - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengungkapkan fakta mengejutkan terkait banyaknya lahan milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang diserobot dan beralih fungsi menjadi hotel, mal, hingga real estate. Hal ini disampaikan Nusron setelah melakukan rapat kerja dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Kementerian ATR/BPN pada Senin (11/11).

Dalam rapat yang berlangsung secara tertutup, Nusron menjelaskan bahwa pengamanan aset-aset negara yang dikelola oleh Kementerian Pertahanan dan TNI menjadi salah satu poin penting dari kerja sama antara Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Pertahanan. Nusron menegaskan bahwa banyak aset TNI yang kini telah dikuasai pihak lain, sehingga Kementerian ATR/BPN akan bekerja sama untuk melakukan penataan ulang dan sertifikasi lahan agar aset negara tersebut aman.

"Hal ini dilakukan karena banyak aset TNI yang 'diserobot' oleh pihak tertentu. Ada yang berubah menjadi real estate, berubah menjadi mal, berubah menjadi hotel. Padahal dulunya punya Pangdam dan sebagainya. Kita kerja sama penataan ulang, sertifikasinya bagus, dan diamankan supaya aset-aset negara tidak hilang," ungkap Nusron.

Selain itu, Nusron juga menyebutkan dua poin kerja sama lainnya, yaitu pengelolaan lahan untuk ketahanan pangan dan energi serta penanganan konflik pertanahan yang dapat mengganggu sistem pertahanan negara. Kementerian Pertahanan akan fokus pada pengecekan proses pelepasan lahan dan sertifikasi untuk mencetak sawah di Papua dan daerah lainnya, dengan target mencapai tiga juta hektare.

Kerja sama ketiga terkait dengan pengadaan lahan untuk kebutuhan TNI di masa depan, seperti perumahan prajurit, tempat latihan, dan pangkalan. Nusron menyatakan, Kementerian ATR/BPN akan membantu mencari lahan yang dibutuhkan untuk mendukung kebutuhan tersebut.

Dengan kerjasama ini, Nusron berharap masalah aset TNI dan pertanahan nasional bisa dikelola dengan lebih baik demi mendukung ketahanan negara. (Red.D)

0 Comments:

Post a Comment