Banyuwangi, iniberita.my.id – Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 02, Khofifah Indar Parawansa menyapa ribuan relawan dan partai pendukung di Banyuwangi. Sejumlah masukan diterima saat bertemu dan turun langsung ke tengah warga tersebut.
Salah satunya mengenai ketersediaan pupuk untuk lahan pertanian. Diakui atau tidak, mengenai pupuk masih menjadi isu yang sensitif di tengah kalangan petani di Banyuwangi maupun Jawa Timur.
“Kita tahu di mana-mana mengeluhkan masalah pupuk. Tapi walau demikian Jatim masih jadi lumbung pangan nasional,” ungkap Khofifah di hadapan ribuan relawan di Alam Indah Lestari (AIL) Blimbingsari, Minggu (20/10/2024).
Khofifah menyebut, pihaknya terus berupaya memberikan solusi atas keluhan petani tersebut. Bahkan, saat pembahasan E-RDKK pihaknya juga ingin ikut terlibat sehingga dapat mengawal bersama-sama.
“Tapi pengajuannya mulai dari kades, ke kecamatan kemudian ke bupati lalu ke pusat itu kan tidak lewat provinsi. Jadi nanti bagaimana bisa bersama-sama mengetahui dan langkah koordinasinya dapat mudah. Misal di masa tanam ketiga itu jumlah kebutuhan berapa, terkonfirmasi kekurangan pupuk, kita langsung koordinasi melalui kementan,” terangnya.
Tahun lalu, kata Khofifah, Jawa timur mendapat alokasi pupuk cukup tinggi. Bahkan, jumlah itu meningkat dua kali lipat setelah pengajuan kembali.
“Jawa Timur kebutuhan pupuk dapat jatah 4,5 juta ton, kemudian pengajuan karena ada kebutuhan ditambah menjadi 9 juta ton pupuk. Tapi, melihat kondisi di lapangan, kebutuhan pupuk masih harus ditingkatkan,” tegasnya.
Khusus untuk petani tembakau, Khofifah menyebut ada Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Dana itu bisa digunakan untuk tambahan penyediaan kebutuhan pupuk petani tembakau.
“Tahun 2023 ada dana sampai Rp 150 M dikembalikan ke pusat. Kita minta ke Kemenkeu untuk tambahan insentif buruh pabrik rokok, dan tambahan untuk pupuk petani tembakau disetujui, 20 persen. Bukan pupuk bersubsidi,” pungkasnya. (Red.D)

0 Comments:
Post a Comment