,

Survei BI: Keyakinan Konsumen Juni 2026 Tetap Optimis di Level 117,8

Karyawan menghitung uang kertas rupiah yang rusak di tempat penukaran uang rusak di Gedung Bank Indonessia, Jakarta (4/4). Selain itu BI juga meminta masyarakat agar menukarkan uang yang sudah tidak layar edar. (photo by liputan6)


JAKARTA,Ini Berita – Keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional masih berada pada level positif. Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juni 2026 tercatat sebesar 117,8 atau masih berada dalam zona optimis karena berada di atas angka 100.

Bank Indonesia menyebut, terjaganya optimisme konsumen tersebut didukung oleh dua indikator utama, yakni Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).

Pada Juni 2026, IKE tercatat sebesar 109,2, sedangkan IEK berada di level 126,4. Meski masih menunjukkan optimisme, kedua indikator tersebut mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya yang masing-masing berada pada angka 112,2 dan 129,7.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Deny Prakoso, mengatakan BI terus berupaya menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurut BI, sektor tersebut memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi nasional sekaligus penyerap tenaga kerja.

"Oleh karena itu, Bank Indonesia terus memperkuat pengembangan UMKM agar semakin berdaya saing," ujar Ramdan dalam keterangan resmi, Rabu (8/7/2026).

Omzet UMKM Binaan BI Tembus Rp7,02 Triliun

BI mencatat, kinerja UMKM binaan pada 2025 menunjukkan perkembangan positif. Total omzet UMKM binaan Bank Indonesia mencapai Rp7,02 triliun atau tumbuh 23,1 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan tertinggi berasal dari UMKM ekspor yang meningkat sebesar 21 persen serta UMKM berbasis digital yang tumbuh 25 persen.

Ramdan mengatakan, capaian tersebut diperkirakan terus meningkat seiring pelaksanaan Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu.

Program tersebut menargetkan sejumlah penguatan sektor usaha, di antaranya mencetak 400 barista bersertifikasi internasional, menghasilkan 50 inovasi wastra baru, membangun 200 pesantren produsen air minum dalam kemasan, serta mengembangkan 10 pesantren dengan sistem pertanian terintegrasi.

Menurut Ramdan, berbagai program tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional, meningkatkan nilai tambah produk UMKM, memperluas lapangan kerja, serta memperbesar kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Kredit Perbankan Tumbuh 11,51 Persen

Selain memperkuat sektor UMKM, Bank Indonesia juga terus mendorong percepatan penyaluran kredit dengan melibatkan pemerintah, otoritas terkait, perbankan, serta pelaku usaha.

Upaya tersebut diperkuat melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM), yang bertujuan meningkatkan fungsi intermediasi perbankan dan memperluas pembiayaan bagi sektor produktif.

BI mencatat, kredit perbankan tumbuh sebesar 11,51 persen secara tahunan pada Mei 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan kredit pada akhir 2025 yang tercatat sebesar 9,69 persen.

"Peningkatan pembiayaan sektor produktif tersebut akan semakin memperkuat aktivitas dan pertumbuhan ekonomi," kata Ramdan.

Ke depan, Bank Indonesia memastikan akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan serta memperkuat sinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas perekonomian, memperkuat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, serta mendukung terciptanya lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat.(red/lis)

0 Comments:

Post a Comment