,

Dua Penemuan Jenazah Gegerkan Mojokerto dalam Tiga Hari

 

Jasad MFP ditemukan mengambang di sekitar Rolak Songo, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar (photo by radar mojokerto)

MOJOKERTO -Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat Kabupaten Mojokerto dihebohkan oleh dua peristiwa penemuan jenazah yang terjadi di lokasi berbeda. Kedua kejadian tersebut berlangsung hanya dalam rentang waktu tiga hari dan sama-sama menarik perhatian warga serta aparat kepolisian.

Peristiwa pertama adalah penemuan jenazah MFP, seorang pria berusia 22 tahun asal Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Korban ditemukan mengambang di kawasan Rolak Songo, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, pada Sabtu (27/6) pagi. Saat ditemukan warga, tubuh korban terseret arus Sungai Brantas dan hanya mengenakan celana panjang serta hoodie berwarna hitam.

Setelah dilakukan proses evakuasi dan pemeriksaan oleh petugas, ditemukan luka pada pelipis mata kiri korban yang diduga terjadi akibat benturan dengan batu saat tubuhnya hanyut terbawa arus sungai. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kepolisian menduga korban meninggal akibat bunuh diri dengan melompat ke Sungai Brantas beberapa hari sebelum jasadnya ditemukan. Dugaan tersebut diperkuat oleh informasi mengenai persoalan pribadi yang tengah dihadapi korban. Kapolsek Mojoanyar AKP Rizal Arisman menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Selang tiga hari kemudian, warga kembali digegerkan dengan penemuan jenazah seorang pria bernama Suyadi (39) di saluran parit Dusun Pagerluyung Wetan, Desa Pagerluyung, pada Selasa (30/6) pagi. Korban yang dikenal sebagai sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas) di Simpang Exit Tol Gedeg ditemukan dalam kondisi telungkup mengambang di saluran air. Saat ditemukan, korban mengenakan celana hitam dan kaus berwarna biru muda.

Petugas kepolisian yang melakukan olah tempat kejadian perkara tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi adanya unsur kriminal dalam kematian korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diduga meninggal secara mendadak akibat serangan atau henti jantung sebelum akhirnya terjatuh ke dalam saluran air. Kapolsek Gedeg AKP Dimas Adit Sutono menjelaskan bahwa dugaan sementara mengarah pada penyebab medis, sehingga penyelidikan tidak menemukan indikasi tindak pidana.

Menyikapi dua peristiwa tersebut, kepolisian mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap penemuan jenazah atau kejadian darurat kepada kantor polisi terdekat maupun melalui layanan darurat Kepolisian 110. Pelaporan yang cepat diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi, identifikasi korban, serta penyelidikan guna memastikan penyebab kejadian secara akurat. Kepolisian juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang, tidak berspekulasi mengenai penyebab suatu peristiwa sebelum hasil penyelidikan resmi disampaikan oleh pihak berwenang, serta bekerja sama dengan aparat dalam memberikan informasi yang diperlukan.(red/lis)

0 Comments:

Post a Comment