KEDIRI - Kebakaran terjadi di area Pabrik Gula (PG) Ngadirejo yang berada di Dusun Ngrombeh, Desa Jambean, Kecamatan Kras, Rabu (29/7). Peristiwa tersebut menghanguskan area pembuangan sepah tebu dan memicu respons cepat dari petugas pemadam kebakaran.
Insiden diketahui sekitar pukul 12.25 WIB setelah seorang pegawai pabrik melihat kobaran api sudah membesar di lokasi pembuangan sepah tebu. Upaya pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) sempat dilakukan, namun tidak berhasil mengendalikan api sehingga bantuan dari Pemadam Kebakaran Kabupaten Kediri segera diminta.
Menerima laporan tersebut, tim Damkar Pos Ngadiluwih langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Setibanya di tempat kejadian, petugas berupaya mencegah api merambat ke area lain di lingkungan pabrik.
Dalam penanganan kebakaran, Damkar Kabupaten Kediri mengerahkan dua unit mobil pemadam, masing-masing satu unit dari Pos Ngadiluwih berkapasitas 2.500 liter dan satu unit dari Pos Pare. Sebanyak sembilan personel diterjunkan hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Pasalnya, saat kejadian tidak terdapat aktivitas di area pembuangan sepah tebu yang terbakar.
"Seorang pegawai mengetahui munculnya api di area pembuangan sepah tebu (core sampler). Pegawai sempat mencoba memadamkan api menggunakan APAR, namun tidak berhasil karena kobaran sudah membesar. Penyebab kebakaran masih diselidiki karena di lokasi tidak ada aktivitas saat kejadian," ujarnya.
Setelah berjibaku selama hampir empat jam, petugas akhirnya berhasil memadamkan api sekitar pukul 16.20 WIB sesuai prosedur operasional standar (SOP).
Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Selain itu, tidak ada laporan mengenai kerugian material akibat kebakaran tersebut.
Kaleb mengimbau seluruh pengelola kawasan industri dan pabrik agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di area pembuangan limbah produksi. Menurutnya, pemeriksaan rutin pada titik-titik yang berpotensi memicu kebakaran perlu dilakukan sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. (red/hep)
0 Comments:
Post a Comment