KEDIRI - Pemerintah Kabupaten Kediri terus mempercepat persiapan operasional Embarkasi Haji Dhoho yang ditargetkan mulai berfungsi pada 2027. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan lahan untuk pembangunan hotel haji sebagai fasilitas pendukung embarkasi.
Pada Selasa (21/7), Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan seluas 5,5 hektare yang berada di dekat Bandara Dhoho. Lahan milik Pemkab Kediri tersebut direncanakan akan dihibahkan kepada Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) untuk pembangunan hotel haji.
Bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu menjelaskan, hotel haji akan menjadi bagian dari ekosistem embarkasi dan bukan difungsikan sebagai asrama haji.
"Apabila mendapat persetujuan dari Kementerian Haji, lahan ini akan dibangun menjadi hotel haji, bukan asrama haji," ujarnya.
Sebelum pembangunan direalisasikan, Pemkab Kediri masih harus menyelesaikan sejumlah pekerjaan pendukung. Mulai dari pelebaran akses jalan menuju lokasi, pemasangan penerangan jalan umum (PJU), hingga menyiapkan konsep pemanfaatan hotel di luar musim haji.
Menurut Dhito, keberadaan hotel tersebut harus tetap memberikan manfaat sepanjang tahun dan tidak hanya digunakan saat musim haji berlangsung.
"Harus dipikirkan pemanfaatannya setelah maupun di luar musim haji. Jangan sampai hanya ramai saat musim haji, kemudian tidak digunakan lagi. Itu yang sedang kami siapkan," jelasnya.
Ia menambahkan, dari sisi operasional penerbangan, Bandara Dhoho sebenarnya telah memenuhi persyaratan untuk melayani penerbangan langsung menuju Arab Saudi mulai 2026 atau 2027. Namun, pemerintah pusat juga memiliki rencana menghadirkan hotel haji sebagai fasilitas penunjang embarkasi.
"Kalau syarat penerbangan langsung ke Arab Saudi sebenarnya sudah bisa dipenuhi pada 2026 atau 2027. Hanya saja, Kementerian Haji memiliki konsep membangun hotel haji pertama di Indonesia sebagai bagian dari embarkasi," paparnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kediri, Sukadi, mengatakan peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan sekaligus kelengkapan administrasi. Sertifikat tanah ditargetkan rampung sebelum 17 Agustus sebagai syarat hibah kepada Kementerian Haji.
"Sertifikat ditargetkan selesai sebelum 17 Agustus agar proses hibah tanah ke Kementerian Haji dapat segera dilakukan," katanya.
Selain penyelesaian legalitas lahan, pemerintah daerah juga mulai menyiapkan infrastruktur pendukung. Jalan menuju lokasi sepanjang sekitar 2,6 kilometer akan diperlebar, disertai pemasangan penerangan jalan umum agar memenuhi standar akses menuju embarkasi.
"Kami akan menyelesaikan seluruh kewajiban pemerintah daerah, termasuk pelebaran jalan dan penyediaan PJU," tambah Sukadi.
Setelah seluruh persyaratan dipenuhi, Pemkab Kediri berencana mengundang Kementerian Haji untuk melaksanakan proses hibah lahan. Agenda tersebut diperkirakan berlangsung pada akhir Agustus mendatang.
Di sisi lain, Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Kediri, Abdul Kholiq Nawawi, menyampaikan bahwa peninjauan lokasi merupakan bagian dari percepatan pembangunan hotel haji sebagai fasilitas pendukung Embarkasi Dhoho. Menurutnya, selain kesiapan lahan, pembangunan infrastruktur penunjang serta skema pemanfaatan hotel di luar musim haji juga menjadi perhatian bersama agar fasilitas tersebut tetap produktif sepanjang tahun. (red/hep)
0 Comments:
Post a Comment