Malang, iniberita.my.id – Gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur ke-9 yang akan dimulai pada 28 Juni mendatang dipastikan membawa dampak besar pada arus lalu lintas di Kota Malang. Diperkirakan lebih dari 19.000 orang, termasuk atlet, ofisial, dan pendukung kontingen dari berbagai daerah, akan memadati kota selama event berlangsung.
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kini tengah merancang skema lalu lintas khusus untuk meminimalisir potensi kemacetan di sejumlah titik rawan padat kendaraan.
Dua Titik Rawan Kemacetan Diantisipasi
Berdasarkan analisa Dinas Perhubungan, ada dua zona yang paling berisiko mengalami kepadatan lalu lintas:
-
Sekitar Stadion Gajayana – meliputi Jalan Semeru, Jalan Bromo, Jalan Kahuripan hingga kawasan Jalan Tugu.
-
Kawasan GOR Bima Sakti di Kecamatan Sukun, terutama di sepanjang Jalan S. Supriyadi, yang sudah sering mengalami kemacetan saat digelarnya event olahraga pelajar seperti DBL.
Karena lokasinya yang strategis dan berdekatan dengan Kajoetangan Heritage dan pusat kota, kepadatan kendaraan di sekitar Stadion Gajayana diprediksi cukup tinggi, apalagi di jam-jam sibuk.
Pemkot Siapkan Langkah Strategis
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa lonjakan kendaraan adalah hal yang tidak bisa dielakkan, mengingat banyaknya atlet dan tim pendukung yang datang dari luar kota. Karena itu, pihaknya memastikan rekayasa lalu lintas akan diberlakukan secara sistematis dan tepat sasaran.
“Dengan estimasi puluhan ribu pengunjung, tentu akan ada kepadatan. Tapi kami sudah menyiapkan strategi antisipatif agar tidak mengganggu kenyamanan warga maupun kelancaran pelaksanaan Porprov,” tegas Wahyu.
Ia menambahkan, kelancaran mobilitas menjadi salah satu ukuran keberhasilan dalam menggelar event berskala provinsi ini.
Rekayasa Lalu Lintas dan Penertiban Parkir
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menjelaskan bahwa skema pengaturan lalu lintas di Jalan Kahuripan yang telah diterapkan sebelumnya akan kembali dioptimalkan. Hasilnya sudah terlihat efektif mengurangi penyempitan lajur dari arah Jalan Kahuripan menuju kawasan Alun-alun Tugu.
“Selanjutnya, kami akan menertibkan area parkir di sepanjang Jalan Semeru hingga Jalan Bromo, serta area sekitar venue Porprov lainnya,” ujar Jaya.
Penertiban ini dilakukan secara bertahap mulai sebelum pembukaan Porprov, agar masyarakat dan panitia terbiasa dengan aturan baru tersebut.
Pengawalan Kontingen Jadi Prioritas
Untuk memastikan tidak ada keterlambatan atlet menuju lokasi pertandingan, setiap kontingen akan mendapatkan pendampingan dari panitia dan personel Dishub. Pendampingan ini diharapkan dapat mempercepat mobilisasi dan mencegah hambatan akibat kemacetan atau salah jalur.
“Kami pastikan kontingen tidak akan terkendala mobilitas karena sudah ada tim khusus yang mendampingi. Jalur-jalur prioritas juga disiapkan,” imbuhnya.
Harapan Pemkot: Porprov Lancar, Warga Tetap Nyaman
Di luar aspek teknis, Pemkot Malang juga mengimbau masyarakat untuk ikut berpartisipasi menciptakan suasana kondusif, termasuk dengan menghindari parkir sembarangan, mematuhi rambu lalu lintas, dan memberikan dukungan kepada para atlet yang bertanding.
Porprov Jatim IX bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga kesempatan Kota Malang menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah yang ramah, tertib, dan profesional.(red.a)

0 Comments:
Post a Comment