iniberita.my.id –Di balik tampilan segar dan berwarna-warni sayur serta buah yang dijual di pasar dan swalayan, para ahli gizi kini menyoroti penurunan kualitas nutrisi yang terjadi secara bertahap selama puluhan tahun terakhir.
Riset terbaru menyebutkan bahwa kandungan zat gizi penting dalam produk pertanian seperti sayur dan buah tidak lagi sepadat dahulu. Penyebabnya beragam, mulai dari penurunan kualitas tanah akibat pemakaian pupuk kimia secara masif, cara tanam modern yang lebih fokus pada kuantitas hasil panen, hingga distribusi yang terlalu lama sehingga mengurangi kesegaran.
Sebuah publikasi ilmiah dalam jurnal Foods edisi awal tahun lalu mencatat penurunan signifikan mineral penting seperti kalsium, magnesium, zat besi, zinc, hingga kalium, dibandingkan tanaman serupa yang tumbuh sekitar tujuh dekade silam.
"Jangan tertipu oleh penampilan luar. Sayur bisa saja terlihat segar, tapi kandungan nutrisinya tidak lagi setinggi masa lalu," ujar dr. Sukamto Koesnoe, SpPD-KAI, ahli penyakit dalam dari FKUI-RSCM, saat dihubungi Jumat sore.
Ia menekankan bahwa kini masyarakat perlu mulai lebih cerdas dalam memilih pangan. Makanan seharusnya bukan hanya sekadar mengenyangkan, tetapi juga memberi cukup zat gizi mikro yang penting bagi fungsi tubuh.
“Banyak orang merasa sudah makan sehat, padahal asupan mikronutrien mereka tetap kurang. Ini bisa berdampak pada daya tahan tubuh dalam jangka panjang,” tambahnya.
Solusi: Produk Lokal, Tanaman Sehat, dan Gizi Seimbang
Sejumlah pakar gizi dan lingkungan menyarankan agar masyarakat mulai memperhatikan sumber pangan yang mereka konsumsi. Salah satunya dengan lebih memilih produk lokal yang dipetik dalam keadaan segar, karena tingkat nutrisinya cenderung masih terjaga.
Selain itu, penting juga mendorong sistem pertanian berkelanjutan seperti pertanian regeneratif, serta mendukung penggunaan benih asli daerah yang terbukti lebih adaptif terhadap lingkungan dan kaya nutrisi.
“Bukan cuma soal makan buah dan sayur, tapi juga dari mana asalnya dan bagaimana cara menanamnya,” jelas dr. Sukamto.
Di tengah maraknya makanan ultra-proses yang mengandung kalori tinggi namun miskin nutrisi, edukasi kepada masyarakat perlu digencarkan. Keluarga diharapkan bisa mulai mengenalkan anak-anak pada pola makan bervariasi, termasuk mencoba jenis sayur dan buah yang lebih beragam dari biasanya.
Dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kualitas gizi pangan, diharapkan masyarakat bisa mengambil langkah lebih bijak demi menjaga kesehatan dan kebugaran jangka panjang.
“Pangan sehat itu bukan hanya tren, tapi kebutuhan mendesak di era sekarang,” tutupnya.(red.a)

0 Comments:
Post a Comment