Jejak Masa Silam Terkuak: Arca Meditasi Abad XII Ditemukan di Kediri

  


KEDIRI,   iniberita.my.id  – Jejak peradaban kuno kembali menyeruak dari perut bumi Kediri. Kali ini, giliran Dusun Todowongso, Desa Gayam, Kecamatan Gurah, yang menjadi saksi bisu ditemukannya sebuah arca batu berusia ratusan tahun oleh seorang petani saat tengah bekerja di lahan tebu, Kamis (20/6/2025).

Penemuan ini sontak mengundang perhatian arkeolog dan pemerhati sejarah. Arca ditemukan dalam posisi duduk bersila di atas padmasana, dengan tangan dilipat dalam gestur meditasi. Meski bagian kepala mengalami kerusakan, karakter dan gaya pahatan memperlihatkan bahwa arca ini menyimpan kisah spiritual dari masa lampau.

Menurut Kepala Bidang Sejarah dan Purbakala Disbudpar Kabupaten Kediri, Eko Priyanto, arca tersebut kemungkinan besar merupakan representasi dari dewa berkepala empat atau catur muka yang sering ditemukan dalam corak arca Hindu periode klasik.

“Secara teknik, pahatan tubuh arca ini lebih rumit dan kaya dibanding 14 arca lain yang pernah ditemukan di sekitar Situs Todowongso. Ini bisa jadi temuan yang membuka perspektif baru tentang identitas dan fungsi spiritual kawasan ini di masa lalu,” ujar Eko saat meninjau lokasi penemuan.

Dekat Situs Candi Terkubur

Menariknya, lokasi penemuan hanya berjarak ratusan meter dari Situs Todowongso, area purbakala yang sempat terungkap tahun 2007. Situs ini diketahui merupakan bagian dari struktur candi yang tertimbun endapan vulkanik hingga tiga meter dan menyimpan banyak peninggalan era Hindu Jawa Timur.

Arca meditasi ini diperkirakan berasal dari abad ke-12 M, menguatkan dugaan bahwa kawasan Gurah pernah menjadi pusat spiritual dan pemujaan penting dalam masa kerajaan-kerajaan klasik Jawa Timur.

Diamankan dan Diteliti Lebih Lanjut

Setelah dievakuasi oleh warga dan aparat desa, arca kini diamankan di Balai Desa Gayam. Tim dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) telah dijadwalkan untuk melakukan kajian lebih dalam, termasuk analisis bahan batu, gaya arsitektur, serta konteks sejarahnya.

“Temuan ini bukan hanya tentang artefak, tapi juga soal bagaimana kita merekonstruksi sejarah Kediri sebagai pusat budaya dan agama,” ujar Eko.

Penemuan ini menambah daftar panjang artefak dan situs yang mengindikasikan pentingnya kawasan Kediri dalam sejarah panjang Nusantara. Diharapkan, temuan ini dapat menjadi pemicu penelitian lebih luas dan menjadi bagian dari upaya pelestarian warisan budaya.(red.al)

0 Comments:

Post a Comment