593 CPNS Kemensos 2024 Resmi Diangkat, Siap Hadapi Tantangan Sosial Era Pemerintahan Baru



JAKARTA,  iniberita.my.id– Sebanyak 593 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2024 di lingkungan Kementerian Sosial Republik Indonesia secara resmi menerima Surat Keputusan (SK) Pengangkatan pada Rabu, 5 Juni 2025, dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Gedung Aneka Bhakti, Jakarta.

Acara ini menjadi tonggak awal perjalanan mereka sebagai abdi negara yang akan mengemban tugas sosial di berbagai penjuru Tanah Air. SK tersebut sekaligus menandai dimulainya masa orientasi kerja selama 12 bulan ke depan.

Pesan Tegas dari Pimpinan: “Selamat Datang di Medan Pengabdian, Bukan Zona Nyaman”

Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico, membuka kegiatan dengan menyampaikan salam hangat dari Menteri dan Wakil Menteri Sosial. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat kepada para CPNS yang berhasil lolos dari lebih dari enam ribu pelamar secara nasional.

“Selamat bergabung dalam keluarga besar Kemensos. Kalian adalah orang-orang pilihan yang dipanggil untuk misi kemanusiaan. Ini bukan pekerjaan biasa,” ucap Robben.

Mengemban Misi Besar: Menjadi Garda Terdepan Agenda Sosial Presiden Prabowo

Robben menekankan bahwa peran CPNS di Kemensos tidak main-main. Mereka akan berada di garis terdepan pelaksanaan agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam hal pengentasan kemiskinan dan perlindungan sosial.

“Kerja-kerja sosial kita adalah wajah nyata dari program Pak Presiden. Banyak kementerian lain mengakui, apa yang paling terlihat langsung dampaknya ke masyarakat adalah yang dilakukan Kemensos,” ujarnya.

Tidak Cocok untuk yang Cari Aman: Kemensos Bukan Tempat Bermanja

Dalam kesempatan tersebut, Robben juga memberikan peringatan keras. Ia menekankan bahwa menjadi ASN di Kemensos bukanlah tempat untuk mencari kenyamanan atau rutinitas santai.

“Kalau niatnya cari kerja yang enak, lebih baik mundur dari sekarang. Tugas kalian menyentuh langsung rakyat yang hidup dalam kesulitan. Ini bukan pekerjaan ringan, tapi inilah pengabdian yang sebenarnya,” katanya dengan nada serius.

Pembekalan Disiplin Ala Militer untuk Bangun Jiwa Pejuang Sosial

Sebagai bagian dari proses pembentukan karakter, para CPNS akan menjalani pelatihan kedisiplinan di barak militer. Pelatihan ini bukan untuk mencetak prajurit, melainkan untuk membangun ketangguhan mental, rasa solidaritas, dan kesadaran kolektif lintas latar belakang.

“Ini bukan sekadar pembekalan teknis. Kami ingin kalian punya satu semangat dan satu arah—bahwa kalian bukan hanya pegawai, tapi juga pejuang sosial,” ujar Robben.

Formasi IKN: Siap Diterjunkan Setelah Fasilitas Operasional Siap

Dari total 683 formasi CPNS Kemensos tahun ini, 417 di antaranya disiapkan untuk mengisi kebutuhan di Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun karena proyek pemindahan ibu kota belum sepenuhnya berjalan, para CPNS IKN akan terlebih dahulu bertugas di Jakarta hingga waktu penempatan tiba.

Kepala Biro OSDM Kemensos, Serimika Br. Karo, menyebutkan bahwa dari 6.641 pelamar awal, hanya 609 peserta yang berhasil melewati seluruh tahapan seleksi. Namun setelah 16 orang mengundurkan diri, jumlah akhir CPNS yang menerima SK menjadi 593 orang.

ASN Era Baru: Berintegritas, Bekerja Nyata, Bukan Sekadar Jabatan

Menutup pidatonya, Robben menyampaikan pesan yang sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo saat memperingati Hari Lahir Pancasila.

“Pak Presiden sudah bilang, kalau tidak siap bekerja untuk rakyat, silakan mundur. ASN hari ini harus bermental tangguh, bukan mental pengeluh. Kalian di sini untuk bekerja nyata, bukan sekadar duduk di balik meja,” tegasnya.

Dengan tantangan yang besar di depan mata, CPNS Kemensos 2024 dituntut bukan hanya cakap dalam pekerjaan administratif, tetapi juga kuat secara moral dan emosional dalam menghadapi realitas sosial di lapangan.

Penutup: Kemensos Bangun Generasi ASN yang Tangguh, Terlatih, dan Siap Hadir untuk Rakyat

Melalui proses seleksi ketat dan pembinaan intensif, Kemensos berharap CPNS 2024 dapat tumbuh menjadi ASN yang tidak hanya mampu secara teknis, tetapi juga penuh semangat pengabdian.

Dengan motto “Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan”, Kementerian Sosial siap mencetak agen-agen perubahan sosial yang hadir di tengah rakyat—bukan hanya sebagai birokrat, tetapi sebagai penggerak kemanusiaan.(red.a)

0 Comments:

Post a Comment