Empat Korban Luka Kecelakaan KA Malioboro Ekspres Masih Dirawat, Polisi Pastikan Penanganan Intensif

 


Magetan,  iniberita.my.id– Kecelakaan tragis yang melibatkan Kereta Api Malioboro Ekspres di perlintasan Jalan Raya Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, pada Senin (19/5/2025), masih menyisakan duka mendalam. Empat orang dinyatakan tewas di lokasi kejadian, sementara empat korban lainnya mengalami luka serius dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di dua rumah sakit berbeda.

Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, menyampaikan bahwa proses penanganan medis terhadap para korban luka masih terus berlangsung. Dua korban dirawat di RSUD dr Sayidiman Magetan, sedangkan dua lainnya dirujuk ke RSAU Lanud Iswahjudi.

“Seluruh korban luka masih dalam perawatan. Kami terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memastikan mereka mendapatkan penanganan yang optimal,” ujar Erik saat dikonfirmasi, Selasa (20/5/2025).

Keempat korban mengalami luka cukup serius, mulai dari patah tulang, robekan di beberapa bagian tubuh, hingga memar hebat di area vital. Beberapa di antaranya dijadwalkan menjalani tindakan operasi untuk memperbaiki kerusakan pada tulang dan jaringan tubuh.

Berikut identitas korban luka yang masih dirawat: Oni Handoko (35), warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi. Mengalami luka robek pada kaki kanan, memar di dada, serta lecet di tangan dan kaki. Saat ini dalam kondisi sadar. Wendy Ardhya Novitasari (36), warga Desa Mranggen, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan. Menderita patah tulang dan luka robek pada kaki kiri, dalam kondisi sadar. Ananda Duta Pratama (22), warga Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan. Mengalami patah kaki kiri dan luka lecet pada wajah, dalam keadaan sadar. Rifki Hermawan (23), warga Desa Tegaron, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk. Menderita patah pada kaki kiri, kondisi stabil dan sadar.

Sementara itu, empat korban jiwa yang tewas di tempat telah dipulangkan dan dimakamkan oleh keluarga masing-masing. Keempat korban terdiri dari tiga pria dan satu wanita. Kepolisian menyatakan pihaknya telah memberikan dukungan dan bantuan selama proses pemulasaraan.

“Jenazah sudah diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan. Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas kejadian ini,” tegas Erik.

Terkait penyelidikan lebih lanjut, sebanyak tujuh orang saksi telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, termasuk penjaga perlintasan dan beberapa saksi mata yang berada di lokasi saat kecelakaan terjadi. Polisi masih terus mengembangkan informasi untuk mengetahui secara pasti penyebab dan kronologi detail insiden tersebut.

“Pemeriksaan masih berjalan. Kami terus mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian atau tidak,” pungkas Erik.(red.a)

0 Comments:

Post a Comment