Jakarta, iniberita.my.id - Para pelaku industri gula, dari petani hingga pabrik, kini mulai beralih ke transaksi digital, salah satunya menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Langkah ini diambil untuk meningkatkan transparansi dalam proses bisnis dan memastikan efisiensi yang lebih tinggi dalam transaksi.
Tenaga Ahli Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Yadi Yusriadi menjelaskan bahwa penggunaan transaksi digital kini semakin diterapkan di kalangan pengusaha gula karena memberikan kemudahan dan meningkatkan transparansi. "Transaksi digital merupakan tuntutan zaman. Kini, perkembangan transaksi digital lebih nyaman menggunakan sistem cashless atau pembayaran non-tunai," ungkap Yadi di Jakarta, Selasa (12/11/2024).
Salah satu contoh penerapannya adalah penggunaan QRIS, yang memungkinkan pembayaran lebih cepat dan efisien bagi banyak merchant di seluruh Indonesia. QRIS saat ini banyak digunakan dalam transaksi langsung secara fisik, seperti pembelian gula atau hasil tebu yang digiling di pabrik.
Yadi juga menambahkan bahwa dalam industri gula, teknologi barcode digunakan oleh sopir truk untuk proses masuknya bahan baku tebu ke pabrik gula. Bahkan, truk yang mengisi BBM solar bersubsidi juga menggunakan QRIS dalam transaksi mereka. "Dengan jejak digital yang terekam, bisnis menjadi lebih transparan, mudah dipantau, dan meminimalisir penyimpangan," tambah Yadi.
Namun, meskipun transaksi digital berkembang pesat, Yadi menekankan perlunya peningkatan sosialisasi dan jaminan keamanan bagi para pengguna. "Teknologi digital sudah ada, tinggal kita tingkatkan sosialisasi dan pastikan keamanan sistemnya," katanya optimis.
Direktur Utama PT TDC, Indra, juga sependapat bahwa digitalisasi transaksi membuat bisnis lebih transparan. "Dengan sistem ini, kita bisa melacak arus uang masuk dan keluar, serta memeriksa kapan saja sesuai kebutuhan," ujar Indra. Ia memberikan contoh produk aplikasi Posku Lite, yang dilengkapi dengan fitur Kasirku, yang memungkinkan pemilik bisnis untuk melihat riwayat transaksi secara sistematis, baik harian, mingguan, bulanan, atau tahunan.
Fitur lainnya, seperti kemampuan untuk menerima pembayaran melalui Cash, QRIS, dan Bank Transfer, memungkinkan fleksibilitas bagi pelanggan. "Pedagang bisa dengan mudah mengontrol arus barang dan uang serta memprediksi kebutuhan investasi," tambah Indra.
Indra juga menegaskan bahwa keamanan informasi dalam sistem digital ini sangat penting, dan perusahaan mereka telah menerapkan kebijakan dan kontrol keamanan yang tepat, serta bergabung dengan Indonesian Fintech Association (AFTECH) untuk memastikan kualitas dan keamanan sistem transaksi digital yang digunakan. (Red.D)
.jpeg)
0 Comments:
Post a Comment