Suara Santri Berpotensi Jadi Penentu di Pilkada



Kediri, iniberita.my.id - Suara santri bisa menjadi penentu dalam ajang pemilihan kepala daerah kali ini.

Karena itu, para santri diharapkan bisa menyalurkan hak pilihnya dengan baik. Serta tidak memutuskan menjadi golput alias tak mencoblos.

Hal itu disampaikan oleh Ketua KPU Kabupaten Nanang Kosim saat mengikuti rangkaian kegiatan Hari Santri di Simpang Lima Gumul (SLG) Jumat malam (18/10).

Menurutnya, para santri harus benar-benar memanfaatkan kesempatan ini untuk memilih pemimpin terbaik.

"Mangga, mau memilih siapa, itu hak masing-masing. Yang jelas jangan sampai tidak memilih. Karena pilihan kalian menjadi penentu Kabupaten Kediri," jelas Nanang Kosim di hadapan ribuan jemaah yang mengikuti Kediri Bersalawat bersama Majelis Ta’lim dan Salawat Syubbanussalamiyah.

Acara yang menjadi rangkaian peringatan Hari Santri di Kabupaten Kediri tersebut diikuti oleh ribuan orang. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Kediri.

Menurut Ketua Panitia Peringatan Hari Santri Nasional 2024 Abu Muslich, kegiatan tersebut tak sekadar sebagai seremonial semata.

Melainkan juga wujud ghirah atau semangat dari para santri di Kabupaten Kediri. Untuk mengenang para ulama di masa penjajahan.

Abu Muslich menegaskan, salawatan ini merupakan bentuk cinta tanah air. Jika pada zaman penjajahan dahulu para ulama dan para santri memperjuangkan kemerdekaan, di era sekarang kegiatan peringatan semacam ini merupakan bentuk para santri untuk menghormati para leluhur.

"Ini merupakan bentuk semangat cinta tanah air. Perjuangan para ulama zaman penjajahan bisa kita teruskan dengan mengisi kegiatan kemerdekaan," terangnya.

Selain itu, kegiatan Kediri Bersalawat itu juga bertujuan untuk mendoakan Kabupaten Kediri.

Harapannya, agar Kabupaten Kediri aman dan tenteram. Sehingga ketika punya hajat bisa berjalan dengan lancar dan aman.

Terlebih saat ini masa Pilkada Serentak 2024. Mereka berdoa agar pilkada bisa berjalan dengan aman dan lancar.

"Harapannya agar Kediri senantiasa adem ayem, tidak ada keburukan yang terjadi di Kediri," doanya.

Abu mengatakan, acara Kediri Bersalawat bersama Majelis Ta'lim dan Salawat Syubbanussalamiyah ini merupakan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2024. Sebelumnya, telah dilakukan pula berbagai kegiatan.

Seperti lomba Ngujub Selamatan, lomba drumb band para siswa dan santri, lomba membaca kitab kuning, dan sebagainya.

Puncaknya adalah pada 22 Oktober nanti. Saat perayaan Hari Santri Nasional

akan berlangsung upacara di Lapangan Canda Bhirawa Pare.

"Nanti sekaligus memberi piagam dan piala rangkaian lomba. Harapannya piagam-piagam ini nantinya juga bisa dipakai untuk mendaftar di perguruan tinggi," terang Abu. (Red.D)


0 Comments:

Post a Comment