KEDIRI, iniberita.web.id - Meskipun beberapa kali mengalami penundaan, Pemkab Kediri optismistis layanan umrah melalui Bandara Dhoho Kediri akan segera berlangsung.
Bahkan, pemkab berani menyebut Desember nanti penerbangan umrah sudah bisa dilakukan.
Keyakinan pemkab tersebut bukan tanpa dasar. Mereka menyebut para pencarter sudah melakukan upaya lebih jauh. Seperti meneken memorandum of understanding (MoU) dengan beberapa pihak. Baik itu maskapai maupun hotel di Saudi tempat menginap para jemaah umrah.
Kalaupun masih belum terlaksana, hal tersebut karena persoalan pengurusan izin. Pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih mengurusi hal tersebut.
“Ini masih menunggu dari Kemenhub. Seperti (surat) keputusan dan lainnya,” dalih Asisten I Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sukadi.
Sebelumnya, rencana penerbangan umrah melalui Bandara Dhoho beberapa kali tertunda. Awalnya Pemkab Kediri menargetkan berlangsung September dan Oktober.
Jadwal itu ditetapkan karena sudah ada dua pencarter yang melakukan penerbangan direct Kediri-Jeddah. Hanya saja, rencana itu akhirnya tertunda.
Menurut Sukadi, semua persyaratan yang harus dilengkapi oleh pemkab sudah dipenuhi.
Sudah dikirimkan ke Kemenhub. Seperti pengajuan penerbangan domestik yang melayani umrah, serta potensi penerbangan umrah dan haji di Kediri Raya.
“Sebelumnya, itu sudah dikirimkan oleh bupati. Dan sudah klir, ini menunggu (hasilnya),” jelasnya.
Berdasarkan analisa selama ini, menurut Sukadi, potensi jemaah umrah di sekitar Kediri tergolong tinggi.
Mereka berasal dari Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten dan Kota Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Madiun, Magetan, dan Jombang. Pada 2023, sedikitnya mencapai 30 ribu jemaah.
Walaupun masih menunggu sinyal dari kementerian, Sukadi sudah berani menyebut Desember nanti penerbangan umrah bisa berlangsung. Karena sudah ada kesepakatan dengan pencarter untuk memulai penerbangan ini.
Bahkan, pencarter juga sudah memiliki MoU dengan Maskapai Garuda Indonesia untuk melakukan penerbangan direct Kediri-Jeddah.
“Sudah ada MoU juga dengan hotel-hotel di Saudi untuk penginapan para jemaah nantinya.
Lebih jauh, Sukadi mengatakan, selain biro-biro di Selingkar Wilis, menurutnya juga ada biro travel dari Solo yang melirik melakukan penerbangan di Bandara Dhoho.
Dia mengaku bahwa sudah berkomunikasi dengan beberapa biro tersebut.
“Kita tunggu saja bagaimana jadinya nanti. Saya yakin, akan banyak yang terbang lewat Bandara Dhoho,” jelasnya mantab.
Sementara itu, Legal, Complicance, and Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura (AP) 1 Bandara Dhoho Bintari Ariyani membenarkan bahwa saat ini izin penerbangan umrah dari kemnhub masih belum turun. Yang bisa mereka lakukan saat ini adalah menunggu.
”Mohon doanya agar bisa segera selesai. Sedang berproses, kalau sudah ada update pasti kami info,” terangnya. (Red.Tim)

0 Comments:
Post a Comment