Showing posts with label Desa Besuki. Show all posts
Showing posts with label Desa Besuki. Show all posts
, , , ,

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Dua Korban Longsor Sumur di Trenggalek


Tim penyelamat mengevakuasi korban longsoran dari dalam sumur di Trenggalek.--(by memorandum co.id)


TRENGGALEK
– Tragedi terjadi di Desa Besuki, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek. Dua warga meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tanah saat menggali sumur milik warga. Kedua korban berhasil dievakuasi dari dasar sumur sedalam sekitar 20 meter setelah operasi penyelamatan yang berlangsung selama berjam-jam.

Korban diketahui bernama Nurrohman (46) dan Jemiyo (57). Keduanya mengalami musibah pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 11.40 WIB saat melakukan pekerjaan penggalian sumur. Namun, karena medan yang sulit dan kondisi lokasi yang berbahaya, proses evakuasi baru berhasil diselesaikan pada Selasa (4/8/2026) dini hari.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, kedua korban mulai bekerja sejak pagi hari. Sumur yang sedang digali berada dalam kondisi kering dengan debit air yang sangat sedikit. Seperti biasa, keduanya turun ke dasar sumur menggunakan tali untuk melanjutkan proses penggalian.

Nahas, ketika pekerjaan berlangsung, dinding sumur tiba-tiba ambrol. Material tanah dalam jumlah besar langsung menimbun kedua pekerja sehingga mereka tidak sempat menyelamatkan diri. Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera menghubungi aparat kepolisian dan tim penyelamat untuk meminta bantuan.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., mengatakan pihaknya langsung mengerahkan Tim Rescue Pos SAR Trenggalek setelah menerima laporan adanya dua pekerja yang tertimbun di dalam sumur.

"Setelah menerima laporan, kami segera berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait dan mengirimkan tim menuju lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan," ujarnya.

Setibanya di lokasi, petugas terlebih dahulu melakukan asesmen guna menentukan metode evakuasi yang paling aman. Kondisi sumur yang sempit dengan kedalaman sekitar 20 meter membuat proses penyelamatan harus dilakukan secara hati-hati.

Selain ruang gerak yang terbatas, tim penyelamat juga menghadapi ancaman longsoran susulan akibat struktur tanah yang masih labil. Risiko tersebut membuat setiap tahapan evakuasi dilakukan dengan perhitungan matang demi menghindari jatuhnya korban tambahan.

Untuk menjamin keselamatan personel, seluruh rescuer yang turun ke dalam sumur dilengkapi alat pelindung diri lengkap serta Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA). Peralatan tersebut digunakan sebagai antisipasi terhadap kemungkinan rendahnya kadar oksigen maupun adanya gas berbahaya di dalam sumur.

"Keselamatan personel menjadi prioritas utama. Operasi dilakukan secara hati-hati karena selain ruang terbatas, dinding sumur juga berpotensi mengalami longsor kembali," jelas Nanang.

Setelah berjibaku selama berjam-jam, tim akhirnya berhasil menemukan kedua korban yang tertimbun material longsor. Proses pengangkatan dilakukan dengan memasang tali pengaman pada tubuh korban sebelum dievakuasi ke permukaan.

Untuk meminimalkan risiko, petugas penyelamat yang berada di dasar sumur lebih dahulu ditarik ke atas. Setelah dipastikan aman, proses evakuasi korban dilakukan secara bergantian menggunakan sistem tali.

Jenazah Jemiyo berhasil diangkat ke permukaan sekitar pukul 01.05 WIB, sedangkan Nurrohman berhasil dievakuasi sekitar 01.30 WIB. Keduanya dipastikan telah meninggal dunia.

Usai proses identifikasi selesai, kedua jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan kerja dalam aktivitas penggalian sumur. Kondisi tanah yang labil, minimnya sistem penahan dinding galian, serta risiko kekurangan oksigen menjadi faktor yang harus diantisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.(red/lis)

Continue reading Tim SAR Berjibaku Evakuasi Dua Korban Longsor Sumur di Trenggalek