, ,

Sapi Lepas Saat Diturunkan dari Truk, Berakhir Terperosok ke Septic Tank di Gunungkidul

Personel Damkarmat Gunungkidul berhasil mengevakuasi sapi yang terperosok ke dalam septic tank (photo by radarjogja)



GUNUNG KIDUL- Proses penurunan seekor sapi dari sebuah truk di Padukuhan Pugeran, Kalurahan Karangsari, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul, berakhir dengan insiden tak terduga. Sapi yang semula akan dipindahkan ke kandang tiba-tiba lepas dari kendali setelah tali pengikatnya terlepas. Hewan berbobot besar tersebut kemudian berlari ke arah area instalasi pengolahan limbah ternak sebelum akhirnya terperosok ke dalam septic tank.

Beruntung, laporan dari warga segera ditindaklanjuti oleh petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gunungkidul. Berkat penanganan yang cepat dan terkoordinasi, sapi berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup tanpa mengalami cedera.

Kepala Pelaksana Damkarmat Gunungkidul, Handoko, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 08.45 WIB. Setelah menerima informasi, tim rescue langsung diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan asesmen sekaligus proses penyelamatan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, insiden bermula ketika sapi hendak diturunkan dari bak truk. Saat proses berlangsung, tali pengikat yang digunakan tiba-tiba terlepas sehingga sapi panik dan berlari tanpa bisa dikendalikan.

"Awalnya sapi hendak digiring menuju kandang. Namun karena tali pengikat terlepas, sapi justru berlari ke arah instalasi pengolahan limbah ternak dan akhirnya terjatuh ke dalam sumur resapan atau septic tank," ujar Handoko kepada wartawan, Senin (29/6).

Handoko mengungkapkan, septic tank tempat sapi terjatuh memiliki diameter sekitar 90 sentimeter dengan kedalaman kurang lebih tiga meter. Ukuran lubang yang relatif sempit membuat proses evakuasi membutuhkan kehati-hatian ekstra karena ruang gerak petugas menjadi terbatas.

Meski demikian, seluruh proses penyelamatan dapat dilakukan dengan aman. Tim rescue menerapkan teknik evakuasi yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan agar sapi dapat diangkat tanpa mengalami cedera maupun membahayakan keselamatan personel.

"Terselamatkan tanpa cedera," kata Handoko.

Sementara itu, Kasubag Tata Usaha Damkarmat Gunungkidul, Ngadiyono, mengatakan sebanyak sembilan personel diterjunkan dalam operasi penyelamatan tersebut. Seluruh petugas bekerja secara terkoordinasi dengan menggunakan metode evakuasi yang aman mengingat ukuran tubuh sapi dan kondisi lokasi yang cukup sempit.

"Alhamdulillah sapi berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Tidak ada kendala berarti selama proses penanganan di lapangan," ujarnya.

Ngadiyono menambahkan, kejadian tersebut menjadi pelajaran penting bagi para peternak maupun masyarakat agar lebih memperhatikan prosedur keselamatan ketika memindahkan hewan ternak berukuran besar. Menurutnya, penggunaan tali pengikat yang kuat, pemeriksaan kondisi peralatan sebelum proses bongkar muat, serta pengendalian hewan secara maksimal merupakan langkah penting untuk mencegah kejadian serupa.

Ia juga menegaskan bahwa tugas Damkarmat tidak hanya terbatas pada penanganan kebakaran. Instansi tersebut juga memiliki fungsi penyelamatan (rescue) dalam berbagai kondisi darurat, termasuk evakuasi hewan ternak, satwa liar, maupun penyelamatan lainnya yang membutuhkan penanganan khusus.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu segera melapor apabila menghadapi situasi darurat yang membutuhkan bantuan penyelamatan. Dengan laporan yang cepat, penanganan dapat segera dilakukan sehingga risiko kerugian maupun korban dapat diminimalkan," pungkasnya.(red/lis)

0 Comments:

Post a Comment