Dokter melakukan operasi bibir sumbing gratis terhadap balita di RS Premier Surabaya.(photo by memorandum co.id)
SURABAYA- Sebanyak 20 anak balita yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia baru saja menjalani tindakan operasi bibir sumbing dan celah langit-langit mulut tanpa dipungut biaya sepeser pun. Kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu, 27 Juni 2026, di Rumah Sakit Premier Surabaya, sebagai wujud kerja sama antara beberapa lembaga sosial dan tenaga medis profesional.
Kegiatan ini menandai dimulainya kolaborasi resmi antara Yayasan Wings Peduli, Yayasan Surabaya CLP Center, Rumah Sakit Premier Surabaya, serta tim dokter spesialis yang tergabung dalam Yayasan CLP Center. Program ini secara khusus disiapkan untuk memberikan penanganan medis sedini mungkin bagi anak-anak yang mengalami kelainan kraniofasial, terutama bibir sumbing dan celah langit-langit mulut.
Kelompok anak yang mendapatkan manfaat dari program ini berusia antara 2 bulan hingga 3 tahun. Rentang usia ini dipilih karena dianggap sebagai masa yang paling krusial bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun mental anak. Masalah bibir sumbing dan celah langit-langit mulut tidak hanya memengaruhi bentuk wajah secara fisik, tetapi juga dapat menimbulkan gangguan lain, seperti kesulitan saat makan dan menelan, hambatan dalam kemampuan berbicara, penurunan fungsi pendengaran, hingga risiko masalah psikologis di masa depan jika tidak ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, penanganan melalui operasi pada usia dini menjadi langkah strategis untuk memastikan anak dapat tumbuh dengan optimal dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Menurut Ketua Yayasan Wings Peduli, Luciana Tanoyo, program ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan kepedulian dalam membuka akses layanan kesehatan yang layak bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. "Kami meyakini bahwa setiap anak memiliki hak yang setara untuk tumbuh sehat dan menggapai masa depan yang cerah. Melalui bantuan operasi ini, kami berharap dapat memperbaiki kondisi kesehatan anak sekaligus meringankan beban keuangan dan kekhawatiran yang selama ini dirasakan oleh orang tua mereka," jelasnya.
Bantuan yang diberikan tidak terbatas hanya pada tindakan operasi saja. Setiap peserta juga menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh sebelum tindakan, mendapatkan pendampingan medis selama masa pemulihan, serta orang tua diberikan panduan dan edukasi lengkap mengenai cara merawat anak pascaoperasi. Hal ini dilakukan agar proses penyembuhan berjalan lancar dan mengurangi risiko komplikasi.
Program serupa sebenarnya telah berjalan secara berkelanjutan sejak tahun 2008. Hingga saat ini, inisiatif ini telah berhasil membantu lebih dari 200 anak yang sebelumnya tidak mampu membiayai pengobatan, sehingga mereka akhirnya dapat memperoleh penanganan medis yang dibutuhkan.(red/lis)
0 Comments:
Post a Comment