Jakarta, iniberita.my.id – Rencana Indonesia mengakuisisi kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Italia diperkirakan akan memicu respons beragam dari negara-negara Asia Tenggara. Secara umum, kawasan ASEAN cenderung bersikap hati-hati dan mengedepankan pendekatan “wait and see”, menilai apakah langkah tersebut berorientasi pada pertahanan maritim dan stabilitas kawasan atau mengarah pada proyeksi kekuatan militer yang lebih luas.
Dari sisi negara, Singapura dan Malaysia kemungkinan menjadi pihak yang paling mencermati perkembangan ini karena pertimbangan keseimbangan kekuatan regional dan kedekatan geografis. Keduanya berpotensi meningkatkan pengawasan maritim, modernisasi terbatas pada kemampuan udara dan laut, serta memperkuat kerja sama keamanan dengan mitra strategis tanpa menunjukkan reaksi terbuka yang konfrontatif.
Sebaliknya, negara seperti Vietnam dan Filipina cenderung melihat penguatan kemampuan militer Indonesia sebagai faktor penyeimbang di kawasan, khususnya dalam konteks keamanan laut dan dinamika Laut China Selatan. Thailand diperkirakan bersikap netral mengingat telah lebih dulu memiliki kapal induk ringan, sementara negara ASEAN lainnya seperti Brunei, Laos, dan Kamboja kemungkinan tidak memberikan respons signifikan.
Secara strategis, persepsi kawasan akan sangat ditentukan oleh doktrin penggunaan kapal induk tersebut. Jika difokuskan pada pengamanan jalur pelayaran, operasi kemanusiaan, penanggulangan bencana, dan kerja sama latihan regional, maka langkah Indonesia berpotensi diterima sebagai kontribusi terhadap stabilitas kawasan. Namun, apabila dipersepsikan sebagai simbol proyeksi kekuatan militer, maka kewaspadaan dan penyesuaian kebijakan pertahanan di beberapa negara ASEAN dapat meningkat. (Red.EH )
0 Comments:
Post a Comment