KEDIRI, iniberita.my.id – Pemerintah Kabupaten Kediri terus memberikan perhatian serius terhadap akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat. Salah satunya diwujudkan dengan mendukung kegiatan skrining kesehatan bagi 100 siswa baru Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA24) yang digelar pada Senin (14/7/2025).
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari proses persiapan sebelum para siswa tinggal di asrama. Pemeriksaan meliputi pengecekan tinggi dan berat badan, tekanan darah, kondisi gigi dan mulut, penglihatan, pendengaran, hingga status gizi masing-masing siswa.
“Kegiatan ini penting untuk memastikan seluruh siswa dalam keadaan sehat dan tidak membawa penyakit menular ke lingkungan asrama,” terang Kepala SRMA24, Fadli.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana turut hadir dan menyapa para siswa baru. Ia menyebutkan bahwa tahun ini sekolah rakyat menerima 100 peserta didik, terdiri dari 40 siswa laki-laki dan 60 siswi perempuan.
“Gedung baru sekolah rakyat sedang dibangun di Kecamatan Plosoklaten, menempati lahan seluas kurang lebih 7,6 hektare. Kita targetkan rampung dalam waktu satu tahun,” ujar Mas Dhito, sapaan akrab bupati.
Sementara menunggu pembangunan selesai, kegiatan belajar-mengajar dilaksanakan di Balai Pengembangan Kompetensi (BPK) ASN yang berlokasi di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan.
Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari kebijakan nasional Presiden Prabowo Subianto yang mengusung prinsip pendidikan setara, gratis, dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah.
Salah satu siswa baru, Achmad Deva, mengaku sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari angkatan pertama sekolah rakyat. Anak dari keluarga buruh tani asal Desa Jambangan, Kecamatan Papar, itu mengaku mendapat banyak kemudahan saat proses pendaftaran.
“Biaya sekolah ditanggung, fasilitasnya lengkap, dan kami juga dibantu oleh pendamping PKH saat mendaftar,” ungkapnya.
Deva bukan satu-satunya yang merasakan manfaat program ini. Tangis haru juga sempat terlihat di wajah sejumlah orang tua saat mengantar anak-anak mereka ke sekolah dan asrama. Bagi mereka, pendidikan ini adalah harapan baru untuk masa depan yang lebih cerah.
Pemkab Kediri memastikan program ini akan terus dipantau pelaksanaannya agar benar-benar memberikan manfaat optimal. Tujuannya adalah membangun generasi yang tangguh, sehat, dan mampu keluar dari siklus kemiskinan.(red.al)

0 Comments:
Post a Comment