Kediri, iniberita.my.id—Warga Dusun Kasian, Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, menyuarakan keberatannya terhadap rencana penutupan Jalan Teratai. Penutupan ini merupakan bagian dari proyek pembangunan Jalan Tol Kediri–Tulungagung yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Keberatan warga muncul usai mengikuti sosialisasi yang menginformasikan bahwa Jalan Teratai, penghubung langsung menuju Kelurahan Gayam, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, akan ditutup demi kelancaran konstruksi jalan tol.
Akibat penutupan ini, akses warga menjadi terganggu. Mereka harus memutar sejauh lebih dari satu kilometer melewati Dusun Putat untuk bisa menuju kawasan Terminal Tamanan atau daerah Mojoroto.
Kepala Desa Manyaran, Budiharjo, menjelaskan bahwa keresahan warga memuncak setelah mereka menyadari bahwa penutupan jalan akan dilakukan sebelum jalan alternatif dibangun. "Warga kami harus memutar cukup jauh, padahal jalan itu vital untuk aktivitas harian," ujarnya.
Pemerintah desa, lanjut Budi, sudah melakukan upaya responsif dengan memfasilitasi pertemuan antara warga dan pihak pelaksana proyek. "Sudah dua kali kami duduk bersama. Terakhir, pada Sabtu malam (6/6) lalu," ungkapnya.
Budi menambahkan, pihak kontraktor memang menawarkan solusi dengan membangun akses jalan baru di bagian utara jalan tol yang nantinya tembus ke selatan, langsung ke wilayah Kelurahan Gayam. Namun, pembangunan jalan pengganti itu baru akan direalisasikan setelah tol selesai dibangun.
“Inilah yang menjadi kekhawatiran warga. Kalau jalan ditutup lebih dulu, sementara jalur alternatif belum tersedia, maka aktivitas warga bisa lumpuh. Wilayah ini bisa terisolasi,” tegas Budi. Ia pun berharap agar pemerintah daerah segera memberi kejelasan dan solusi konkret.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kediri, Yuli Marwantoko, menyampaikan bahwa pihaknya turut memantau perkembangan situasi ini.
“Forkopimcam sudah mengadakan rapat koordinasi pada 10 Juni kemarin. Kami berupaya menjadi jembatan agar ditemukan solusi terbaik yang menguntungkan semua pihak,” ujarnya. Ia berharap musyawarah lanjutan akan segera menghasilkan kesepakatan yang adil bagi warga terdampak.(red.a)

0 Comments:
Post a Comment