Jakarta, iniberita.my.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus berupaya mempercepat transformasi digital untuk menciptakan pemerintahan yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel. Dalam upaya tersebut, Pemprov Jatim berhasil meraih posisi dalam 10 besar provinsi dengan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) terbaik di Indonesia.
Penjabat (Pj) Gubernur Jatim, Adhy Karyono, mengungkapkan bahwa pencapaian ini berkat penerapan digitalisasi yang terus meningkat, dengan indeks SPBE Jawa Timur mencapai skor 3,62 pada 2023, yang memperoleh predikat "Sangat Baik". Keberhasilan ini juga didorong oleh reformasi birokrasi yang konsisten di Jawa Timur, yang mendapatkan predikat "A" dalam Indeks Reformasi Birokrasi.
Selain itu, Pemprov Jatim terus berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan publik, dengan program pengentasan kemiskinan yang berhasil menurunkan angka kemiskinan menjadi 9,79% pada Maret 2024. Reformasi birokrasi dan digitalisasi juga berperan penting dalam pengelolaan data dan pemantauan kebijakan secara lebih efisien.
Pemprov Jatim juga meluncurkan aplikasi Majadigi, sebuah portal layanan digital yang mengintegrasikan berbagai layanan publik, memungkinkan masyarakat untuk mengakses perizinan, informasi lowongan kerja, hingga wisata dengan mudah. Aplikasi ini terhubung dengan layanan di berbagai kabupaten/kota di Jatim, termasuk Surabaya dan Banyuwangi.
Dengan berbagai inovasi yang diterapkan, Pemprov Jatim berkomitmen untuk terus mendorong transformasi digital dan reformasi birokrasi demi mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik dan memajukan kesejahteraan masyarakat. Pemprov Jatim juga meraih penghargaan dari Kementerian PAN-RB atas inovasi pelayanan publik yang berkelanjutan.
Pemprov Jatim berharap dapat menjadi contoh birokrasi yang efisien dan berorientasi pada kemajuan daerah dan negara. (Red.D)

0 Comments:
Post a Comment